<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356</id><updated>2012-02-06T03:24:02.015-08:00</updated><title type='text'>L O N T A R</title><subtitle type='html'>Buletin sastra LONTAR diterbitkan Komunitas “Lumbung Aksara” sebagai wahana untuk menyemaikan tradisi menulis &amp; membaca sastra bagi masyarakat Kulonprogo. Redaksi menerima kiriman tulisan dari siapa saja. Tulisan dikirim ke e-mail: redaksi_la@yahoo.co.id atau lewat pos. Sertakan alamat &amp; biodata singkat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-714623404592835099</id><published>2009-07-02T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T21:00:59.464-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BILIK REDAKSI&lt;br /&gt;Salam Sastra!&lt;br /&gt;Usai absennya buletin sastra tercinta ini, ada cerita mengesankan (meski agak sedikit emosional) dari seorang pembaca-penggemar LONTAR. Melalui pesan pendeknya yang dikirim kepada kami, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di distrik timur Pasar Wates, berusia 54 tahun, mengaku terharu mendapati LONTAR yang ‘tercecer’ di pojok Alun-Alun Wates. Puteranya, yang seorang pelajar, rupanya merupakan pembaca setia LONTAR dan kerap berbagi bacaannya itu dengan sang ibu. Selama ini si anak setia menanti LONTAR terbit, hingga beberapa waktu silam menanyakan kepada sang ibu, “kenapa LONTAR ngga terbit-terbit, Ibu?”&lt;br /&gt;Duuuh… Rasa haru sang ibu yang dibopongkan ke kami itulah, meski hanya melalui pesan pendek, yang menyentuhkan ‘rasa emosional’ di bilik redaksi. Untuk selanjutnya, memantik kami agar segera bergegas, meracik sedap naskah-naskah yang bejibun di layar maya kami, dan bergegas pula kami hidangkan kepada kalian; sidang pembaca LONTAR yang budiman. Kami juga tak jemu menunggu-nunggu, karya-karya orisinil dari kalian semua. Bergegaslah pula untuk mengirim ya? Terima kasih, Kawan….&lt;br /&gt;Selamat Membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TETES&lt;br /&gt;Membela Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan Juni, kita langsung teringat dengan Pancasila, ideologi yang merupakan pilihan cerdas para pendiri NKRI yang kita cintai ini. Sampai sekarang Pancasila adalah alat pemersatu bagi negara kepulauan nusantara dan perlu kita teguhkan kembali dalam dunia yang semakin global. Ideologi transnasional sudah mulai masuk dan memengaruhi warga negara. Jika kita melupakan sejarah dipilihnya Pancasila sebagai dasar negara maka dikhawatirkan persatuan negara menjadi goyah.&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara besar dengan laut yang luas dan ribuan pulau yang terpisah-pisah. Perlu kesadaran kebangsaan yang kuat untuk tetap menjadi negara besar. Berbagai suku bangsa, bahasa, budaya, agama, dan berbagai perbedaan adalah karunia yang perlu kita jaga kelestarian dan keberlangsungannya. Semua itu adalah kekayaan negara ini.&lt;br /&gt;Mungkin ada orang yang membahas relevansi Pancasila dengan kondisi saat ini, dikarenakan Pancasila pernah menjadi alat penguasa untuk memaksakan kehendaknya. Kalaupun Pancasila pernah disalahgunakan, maka kita tidaklah kemudian menolaknya seperti halnya facebook yang juga bisa disalahgunakan, tetapi tidak kemudian kita mengharamkannya hanya karena sedikit penyimpangan.&lt;br /&gt;Sejatinya, NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negaranya adalah sudah final sebagaimana yang telah diputuskan Muktamar NU tahun 1984. Jadi membela NKRI dan Pancasila adalah termasuk jihad dan merupakan manifestasi dari hubbul wathan (cinta tanah air). (Z. Latif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;br /&gt;Tadarus Puisi dan Bedah Buku ”Mutiara Kata”&lt;br /&gt;Mutiara kata mengalir di acara Tadarus Puisi Komunitas LA, Kamis 26 Februari 2009 yang digelar di Taman Binangun Kulonprogo, komplek Alun-Alun Wates. Selain diisi pembacaan puisi oleh seluruh hadirin, buku Mutiara Kata karya Anton WP dibedah oleh M. Rio Nisafa. Dengan dimoderatori Sukardi Cimeng, ”Mutiara Kata bisa menjadi semacam buku petunjuk bagi para penulis, sekaligus sebagai motivator untuk menemukan kata-kata yang bisa menjadi ikon versi diri sendiri”, ungkap Rio yang biasa meng-ikon-i diri sendiri dengan ”Rock d' Word”. Acara kali ini dihadiri pula oleh kawan-kawan dari Sanggar Sastra MAN 2 Wates dan komunitas Padhang mBulan. (Chito)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadarus Puisi bersama Salman Rusydi Anwar&lt;br /&gt;Sebagai wujud khidmat dan eksistensi di dunia sastra, Komunitas Lumbung Aksara menyelenggarkan hajat bulanannya, Tadarus Puisi (TP). Acara yang diselenggarakan tanggal 26 Januari 2009 ini mengambil tempat di Taman Binangun KP. Peserta yang hadir kali ini 25 orang dengan pembicara seorang sastrawan muda berdarah Madura, Salman Rusydi Anwar. &lt;br /&gt;Acara diawali dengan ritual LA, yaitu pembacaan tahlil oleh Zukhruf Latief. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Lurah LA, Marwanto. Untuk memecah kebekuan suasana, diselingi dengan pembacaan puisi oleh beberapa peserta. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi sastra bersama Salman Rusydi Anwar. Sastrawan ini bercerita bagaimana proses kreatif menulis. Menurutnya, sebuah inspirasi bisa berasal dari mana saja, terutama dari pengalaman pribadi. Dari pengalaman-pengalaman pribadi tersebut, bisa dilukiskan kembali lewat kata-kata sehingga orang lain pun bisa terhanyut ketika menikmatinya. Bagi mereka yang pernah membaca karya-karya Salman, akan mendapati nafas spiritual, di mana hal tersebut berasal dari pengalaman pribadinya.  (Sukardicimeng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH itu ENAK dan PERLU&lt;br /&gt;Di sehampar tahun 2008 - 2009 ini, kabar bahagia tengah mengalun di ruang hati kawan-kawan sejarah Lumbung Aksara. Sebuah siklus kehidupan pelan-pelan tetapi nyata, merengkuhi segenap jiwa-jiwa yang dikebat cinta. Dimulai dari pekan pertama bulan Syawal tahun 2008: Samsul Maarif, mantan redaksi LONTAR, menggandeng Ummu Hani' (sekarang tengah menanti buah hati yang sudah tumbuh) di Piyungan Bantul, 25 Desember '08: Zukhruf Lathif (layouter LONTAR) dan Siti Ulfah Nabawiyah mengikrarkan diri di depan hadapan Tuhan di Pleret Bantul (sekarang juga tengah menanti kelahiran keturunan pertama), 13 Februari 2009: Fajar R. Ayuningtyas (Fafa) dan Dhiawan meresmikan ikatan cinta mereka di Hargorejo Kokap, dan di hari yang sama adalah Nur Widodo (komunitas Sangsisaku) menikahi kekasihnya di Kendal Jawa Tengah, dan 21 Juni 2009: Siti Masitoh (PU LONTAR) disunting oleh Burhanul Fahruda di Plumbon Temon. Tali kasih yang berpadu sedemikian itu pasti kian indah, seiring doa restu dari kawan-kawan semua, juga pembaca LONTAR; semoga kebahagiaan jualah yang senantiasa memandu kisah cinta mereka; melahirkan puisi terindah; puisi paling puisi... Amin. Andakah yang akan menyusul? Hayoooo... (Ndari AS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan 3 Tahun Komunitas Sastra Lumbung Aksara Kulon Progo&lt;br /&gt;Sabtu sore, 2 Mei 2009, bertempat di halaman kampus UNY Wates, Komunitas Sastra Lumbung Aksara Kulon Progo menggelar perayaan HUT-nya yang ke-3. Meski sederhana, tidak mengurangi kehangatan sekaligus keakraban di antara para “penyair” Kulon Progo. Tampak hadir Komunitas Padhang mBulan, para penggiat sastra dan masyarakat umum.&lt;br /&gt;Lumbung Aksara sebagai satu-satunya ”komunitas kultural”, yang mencintai seni, pustaka, budaya, dan sastra, dalam 3 tahun usianya, tidak pernah lelah untuk terus menggeliatkan minat baca-tulis di kalangan masyarakat Kulon Progo. Banyak yang telah dilakukan di usianya yang begitu ranum, seperti penerbitan buletin sastra LONTAR, menggagas berdirinya Taman Bacaan Masyarakat, merutinkan agenda Tadarus Puisi, dll, di mana semuanya bermuara pada tujuan bersama yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;Aguk Irawan MN (penyair-sastrawan dan Pengasuh Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Jogja) yang di-dapuk untuk memberikan orasi sastra, menegaskan bahwa “sastra itu bisa menyapu peradaban, sastra itu bisa mencuci, menyenggol yang luka, bisa menghapus yang perih”, sembari berpesan kepada kawan-kawan Lumbung Aksara agar selalu menjaga 'nurani'nya dalam bersastra dan tidak usah latah mengikuti arus sastra “gelap” dan menyesatkan”. Acara yang berdurasi sekitar 2 jam itu di meriahkan dengan pembacaan puisi oleh para penyair Kulon Progo.&lt;br /&gt;Selamat buat Lumbung Aksara, semoga tetap kekeuh untuk terus “Membaca-Menulis; Menjaga Hidup“. (Izur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERPEN&lt;br /&gt;RUANG  TUNGGU&lt;br /&gt;Cerpen Elang Retak&lt;br /&gt;“Didedikasikan kepada para kekasih yang tak jenuh menunggu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubelan manusia tumpah di ruang itu. Berdiri enggan, duduk pun tak mau. Sebentar-sebentar menatap penanda waktu di dinding. Ada yang tersenyum cerah, sebentar lagi orang yang ditunggu tiba. Ada yang terlihat murung, bakal berpisah.&lt;br /&gt;Di sebuah pojok, berdiri sepasang kekasih. Mereka termasuk barisan yang murung berat. Si perempuan itu menatap sayu wajah kekasihnya. Bibirnya mengguratkan senyum jingga. Sementara lelaki di depannya tampak menggumamkan sesuatu; sederet kata penguat. &lt;br /&gt;Dawai perpisahan sedang dimainkan sang musisi waktu. Pada jeda ini alur rasa menggapai klimaks. Pola verbal kehilangan sentuhan ajaib.&lt;br /&gt;“Enu, andai kau yang kutuju, aku tak perlu berlari, karena tanpa kukejar pun. Kuyakin kau tetap di sini menungguku ”, bisik Erang dengan bibir bergetar.&lt;br /&gt;“Iya, saya akan bertahan sampai kau pulang”, balas Wella.&lt;br /&gt;Dialog cinta bergulir. Entah sebentuk permohonan untuk tegar menjalani kisah yang akan terpisah ruang dan waktu, entah metamorfosis dari pertanyaan serpihan keraguan hati tak bertepi. Temu dan pisah adalah dua titik kecil yang bisa ditarik garis-garis mini membingkai sebuah kisah.&lt;br /&gt;Akan halnya kisah cinta Erang dan Wella. Bermula tiga tahun silam. Erang, mahasiswa Ilmu Politik UGM Yogjakarta, sementara Wella, mahasiswi keperawatan UNDANA Kupang Nusa Tenggara Timur diperkenalkan oleh teman mereka lewat telepon. Lembut tutur Wella yang mempesona, ibarat panggilan pulang bagi Erang untuk kembali menapaki sebuah masa yang pernah membuat dia retak dan enggan berhubungan dengan semua sosok perempuan.&lt;br /&gt;“Aku jatuh cinta lagi. Kali ini pada suaramu ”. Serangkai kata, awal kebekuan mencair terucap dari mulut Erang. “Iya, aku juga“, Wella terkontaminasi sindrom perasaan mutual yang sama.&lt;br /&gt;Keduanya sepakat menamakan ini sebuah kebetulan yang indah. Kebetulan, karena terjadi begitu saja. Indah, sebab bermata airkan ledakan rasa yang tak tertahan, bermuara pada kesepakatan tak terucap untuk menjaganya. Dan semua pun mengalir, sejalan ritme yang tak sengaja dikonsep, larut dalam manis dan getir. Mereka masih bertahan, tenggelam dalam mekanisme cinta yang tak butuh tali.&lt;br /&gt;Kali ini menjadi perpisahan kedua, sekaligus menandai saat pertama Wella mengakhiri status sebagai mahasiswi, usai diwisuda sebulan kemarin. Long distance tetap berlanjut, Wella di Labuan Bajo NTT, Erang di Yogyakarta.&lt;br /&gt;Lonceng perpisahan pun bertalu. Kapal Tilong Kabila yang akan membawa Erang dari Labuan Bajo menuju Yogyakarta merapat di dermaga.&lt;br /&gt;”Enu, jaga hati e! Jaga diri juga. Jangan lelah menunggu. Jika kau rindu, datanglah ke sini di saban kapal merapat. Deraskan kembali kata-katamu tadi, bahwa kau akan bertahan sampai aku benar-benar pulang. Percayalah, aku mengunjungi hatimu saat itu”. Wella mengangguk kecil, tak kuasa menjawab. Erang mendaratkan kecupan hangat di keningnya, kemudian beranjak menaiki tangga kapal, diiringi lambaian tangan sang kekasih. Hingga kapal perlahan beringsut menjauh dan tak kelihatan lagi ujungnya, Wella menurunkan tangan. Beranjak dari ruangan itu.&lt;br /&gt;Sebelum pergi, dia sempat berbisik lirih dalam hati, “Nana, saya sudah terbiasa dengan ini, dan kau harus tahu, sedetik pun di catatan waktuku, tak pernah berpikir tuk melepasmu dari kisah kita. Cuma Nana yang saya cemaskan. Satu hal, Nana, rapatkan mantel dan kencangkan sepatu boat biar tidak ada cahaya lain yang masuk!”.&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir menguji konsistensi para pelakon kisah menggenggam janji. Wella tenggelam dalam rutinitas baru sebagai tenaga honorer di sebuah klinik kesehatan Labuan Bajo. Amanat perpisahan yang dipesankan sang kekasih tetap setia dijalani: ia selalu mendatangi ruang itu di saban kapal merapat.&lt;br /&gt;Rupanya, menjalani sesuatu yang tak biasa, dengan penuh keyakinan sekali pun tetap akan konyol. Tapi Wella tak pernah memilih untuk yakin atau tidak. Ia hanya menuruti panggilan rasa. Dan cinta butuh kerangka biar tidak berlari liar tanpa batas, tanpa tujuan. Wella telah menjadikan Erang sebagai satu-satunya tujuan hidup dalam bingkai cinta. Lakon yang kemarin pun terulang, lalu terulang lagi, meski konyol dan bodoh.&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari, muncul sepenggal pesan singkat dari sang kekasih di Jogja.&lt;br /&gt;”Enu, maafkan aku. Aku sudah salah jalan. Telah mengingkari kisah kita. Saat ini, aku tengah menjalani dua dunia. Jika bertanya pada rasa, di mana sebenarnya pelabuhan yang kutuju, rasa akan enggan menjawab. Sebab, sebelum melakoni dua dunia ini, aku tak pernah berdiskusi dengannya, atau sekadar mohon diri. Sengaja kukirim sms saat ini, karena aku tahu sebentar lagi kapal akan merapat. Katakan pada sosok asing yang akan kau jumpai dalam monologmu nanti, ini kali terakhir kau menunggunya”.&lt;br /&gt;Ibarat petir di siang bolong, itulah tamparan paling keras dalam hidup Wella. Lelaki yang dipercaya sebagai penjaga hati, datang dengan kejujuran yang menjijikkan, melebihi sebuah kebohongan paling busuk. Lelaki terindah hingga dia merelakan dirinya mengenal banyak hal terkonyol, kini bermutasi menjadi monster. ”Tapi bukankah cinta tak butuh tali? Dan kisah tak akan pernah berakhir, sebelum rasa itu sendiri datang mencabutnya. Lalu di mana rasa saat Erang….berkhianat? Dan, ruang tunggu itu?” Monolog Wella.&lt;br /&gt;Ruang tunggu adalah tempat persinggahan jejak yang pergi dan datang. Mampir sejenak di sana berarti siap berfluktuasi dengan imajinasi menjadi orang lain. Yang siap berangkat pasti ingin bertukar sosok dengan yang baru turun dari kapal. Tapi, akankah yang datang juga menginginkan itu? Yang tersisa hanyalah kumpulan penjemput dan pengantar dengan imajinasi liar berpendar dari satu titik ke titik lain.&lt;br /&gt;Ruang tunggu dengan pembatas berupa pajangan kaca tembus pandang adalah penjara nyata untuk setiap keinginan berontak. Sebuah titik jungkir untuk berlayar dan terus berlayar, hingga tak pernah kembali. Atau titik labuh setiap keinginan untuk tak lagi pergi. Bisunya tiang penyangga dan beningnya kaca pembatas tak pernah mengajak para pesinggah untuk berdiskusi tentang arti datang dan pergi. Atau sekedar bernegosiasi betapa retaknya sebuah hati yang ditinggal.&lt;br /&gt;Tut...tut...tut...Sayup-sayup dari kejauhan terdengar bel kapal berbunyi. Wella sadar dari terpekurnya. Pedih yang melukai hati serasa pulih seketika. Dia bangkit dan berangkat ke pelabuhan. Masuk ke ruang itu. Dan berdiri di tempat kemarin ia berdiri.&lt;br /&gt;Dia diam sejenak, lalu; “Nana, ini kali terakhir aku tak perlu menunggumu lagi di ruang ini. Dan kau tak harus pulang sebelum bertemu dengan rasamu itu. Kutunggu kau dan rasamu kembali di ruang hatiku. Di sana kupastikan kalian masih sempat berdebat sebelum kau akhirnya pergi lagi. Ketahuilah aku tak cukup punya kekuatan tuk menahanmu. Cinta kita tidak butuh tali!!” Tit…tit….tit…, sms terkirim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;CATATAN :&lt;br /&gt;Enu : panggilan buat perempuan dalam kosa kata bahasa Manggarai NTT.&lt;br /&gt;Nana : panggilan untuk lelaki.&lt;br /&gt;Erang : hebat, jago, luar biasa, istimewa.&lt;br /&gt;Wella : diadopsi dari kata wela yang berarti bunga.&lt;br /&gt;Labuan Bajo : nama kota di ujung barat Pulau Flores NTT. Kota yang termasuk salah satu ikon pariwisata lokal dan nasional, sebagai tempat transit para wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Komodo.&lt;br /&gt;Tilong Kabila : Satu-satunya kapal penumpang milik PELNI yang bersandar di pelabuhan Labuan Bajo dengan rute pelayaran Makassar-Labuan Bajo-Bima-Lombok-Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEGURITAN&lt;br /&gt;GAPUK...&lt;br /&gt;Dening: Redjo Wahid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumilir angin wengi iki&lt;br /&gt;Rasa adem tansah nggugah ati&lt;br /&gt;Binarung suaraning ratri&lt;br /&gt;Ra krasa luh tumetes mlebes mili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok..aku bingung&lt;br /&gt;Prasasat lumebu ing alas gung liwang-liwung&lt;br /&gt;Dalan-dalan kuwi tansah nyandhung-nyandhung&lt;br /&gt;Gawe cupet ati petheng katutup mendhung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku isin marang gebyaring lintang&lt;br /&gt;Aku gila nyawang sewu ayang-ayang&lt;br /&gt;Kang tansah tumuju lenggah&lt;br /&gt;Ing sakjroning impen ngejawantah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok..aku ora kuat&lt;br /&gt;Nampa panandhang kang kedungsang-dungsang&lt;br /&gt;Pepes nyempyok prahara sinandhang&lt;br /&gt;Aku ora kuat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalarku gempung...&lt;br /&gt;Ora bisa weruh&lt;br /&gt;Marang sapa aku njaluk tulung&lt;br /&gt;Aku gemblung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kalbuku wus gapuk&lt;br /&gt;Banjur arep nglumpruk&lt;br /&gt;Ing sakjroning angen-angen kang temumpuk&lt;br /&gt;Mboh ra weruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacraban Wukir Kencana&lt;br /&gt;14 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUISI-PUISI&lt;br /&gt;Hari Ini Tak Ada Pagi&lt;br /&gt;Untuk: Ayu&lt;br /&gt;Oleh: Sukardi Cimeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan itu telah mulai reda&lt;br /&gt;Setelah semalam memuntahkan isi hatinya&lt;br /&gt;Seiring detik jam yang terus berjalan&lt;br /&gt;Lagilagi matahari tak mau menyembul keluar&lt;br /&gt;Bertengger di balik gunung menggantikan malam yang pekat&lt;br /&gt;Hanya angin dan kabut yang berselingkuh di balik bukit&lt;br /&gt;Menyisakan dingin yang menusuk pori&lt;br /&gt;Apakah hari ini tak ada pagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, biarlah&lt;br /&gt;Pagi adalah makhluk yang tak bernyawa&lt;br /&gt;Berkuasa atas kehendak tuannya&lt;br /&gt;Aku masih punya kata dan pena&lt;br /&gt;Yang kan kurajut menjadi cerita kehidupan&lt;br /&gt;Menyusuri titian panjang&lt;br /&gt;Hingga kutemui engkau yang telah lama menunggu&lt;br /&gt;Bersembunyi di balik bayang mimpi malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berjalan bersama&lt;br /&gt;Mengurai kata yang telah kita susun&lt;br /&gt;Hingga di akhir asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasih, Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derup Jiwaku&lt;br /&gt;Oleh: Ike Riyanti N.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil pena&lt;br /&gt;Aku goreskan di atas kertas&lt;br /&gt;Khayalku meninggi&lt;br /&gt;Sekilas terlihat jalan&lt;br /&gt;Panjang terbentang lurus&lt;br /&gt;Itulah jalan setapak&lt;br /&gt;Jalan yang acapkali aku lalui&lt;br /&gt;Walau terasa berat hati jiwa&lt;br /&gt;Raga ini, yang ada hanya&lt;br /&gt;Dirimu, hanya bayangmu&lt;br /&gt;Lihat sungai kering&lt;br /&gt;Riak air tak nampak&lt;br /&gt;Sekering hati di sini&lt;br /&gt;Menanti..&lt;br /&gt;Hanya bayang mu, hanyalah&lt;br /&gt;Itu yang selalu kau berikan&lt;br /&gt;Hari-hari yang sepi&lt;br /&gt;Tanpa dirimu&lt;br /&gt;Rasa hati menggebu-gebu&lt;br /&gt;Berjumpa denganmu&lt;br /&gt;Walau hanya sekejap&lt;br /&gt;Sejauh mata memandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Seorang Pemburu Singgah&lt;br /&gt;Oleh: FAFA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemburu itu akhirnya singgah. Di kepompongku&lt;br /&gt;Menggantungkan sayapsayap kekupu liar lain di celahcelah&lt;br /&gt;Buruannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warnamu akan indah." Ia meletakkan senapan&lt;br /&gt;Berdiri menaksir aku. Setelah menggantungkan sayap terakhir di celah&lt;br /&gt;Yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepompong. Dalam remang. Dalam balutan Warna indah sayapsayap itu&lt;br /&gt;Sayapku yang mulai tumbuh. Mendadak&lt;br /&gt;Patah&lt;br /&gt;Ia berdiri dan pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denting Sunyi Menyergap&lt;br /&gt;Oleh: Septi Martiyani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawamu membeku&lt;br /&gt;Dan hatimu membisu&lt;br /&gt;Kepakan sayap pipit di ujung cemara&lt;br /&gt;Gerimis yang membentak di balik jendela&lt;br /&gt;       itu hanya sekeping luka yang kau bilang begitu indah&lt;br /&gt;       saat kau beritahuku arti cinta&lt;br /&gt;       saat kau berikan aku nafas cinta&lt;br /&gt;       kau berkata semua tentang cinta&lt;br /&gt;Luka indah itu kini kau lukai&lt;br /&gt;Dengan jeratan benang hitam di hati&lt;br /&gt;Kau kekang dengan sejuta kebohongan&lt;br /&gt;Merobek hatiku yang haus asa&lt;br /&gt;       gerimis itu adalah air mataku&lt;br /&gt;       dan pipit kecil itu adalah jeritan hatiku&lt;br /&gt;       apa cinta itu hanya divariasi luka?&lt;br /&gt;       dan harus berakhir dgn luka ?&lt;br /&gt;Aku memang tak lagi mau mencinta&lt;br /&gt;Sematkan luka indah itu sebagai cahaya&lt;br /&gt;Biar aku yang berakhir dengan luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAGNET&lt;br /&gt;Oleh: Siti Masitoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti magnet, kita menyimpan ego&lt;br /&gt;Berguru pada arah yang tak bisa disatukan&lt;br /&gt;Kutub utara&lt;br /&gt;Kutub selatan&lt;br /&gt;Kita pun memilih salah satunya&lt;br /&gt;Untuk saling berlawanan&lt;br /&gt;Atau berdekatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti magnet, kita mencipta diri&lt;br /&gt;Mengekalkan muatan, atau melebur keberadaan&lt;br /&gt;Positif&lt;br /&gt;Negatif&lt;br /&gt;Kita pun belajar darinya&lt;br /&gt;Untuk menjadi lebih&lt;br /&gt;Atau menjadi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti magnet, kita hanya saling memindahkan&lt;br /&gt;Luka pada senyum&lt;br /&gt;Kuat pada rapuh&lt;br /&gt;Hingar pada sepi&lt;br /&gt;Apa yang tampak&lt;br /&gt;Dan apa yang kita sembunyikan&lt;br /&gt;Seperti juga petak umpet&lt;br /&gt;Yang membiarkan kita memilih&lt;br /&gt;Dicari&lt;br /&gt;Atau mencari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota dengan Warna Jingga&lt;br /&gt;; Jogjakarta&lt;br /&gt;Oleh: Andjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redup lampu jejalan merasuk kejiwa menjadi lilin, meleleh diam-diam dalam kenangan musim, gugur dalam setiap panggil&lt;br /&gt;Degup rindu menanya cakrawala menggeletar&lt;br /&gt;Tak sampaikah, segala panggil pada ruang segala kuingin&lt;br /&gt;Mirip resah, dedaunan yang jatuh dimainkan arus angin Jiwa yang tak jua diam, menjejak gelegak&lt;br /&gt;Ku bawa segala getir, cerita burung dengan ingatan yang karatan&lt;br /&gt;Lusuh sayapnya, mendekap deru cuaca tak reda-reda&lt;br /&gt;Tak jengah diarus ; menggerus&lt;br /&gt;Kota dengan segala warna jingga, memeram jiwa; menanti ku bertumbuh dalam dahaga&lt;br /&gt;dalam letih tanya, di rimbun cecabang ku mengais kemakluman&lt;br /&gt;Lapar yang tak reda&lt;br /&gt;Sisa rindu yang tak lerai dalam peziarahan ingin kutandaskan benar, deras sangsai pada muara pertemuan Kusapa juga musim, dimana cawan kerontang menanti gerimis kepulangan Sisa kembara, lelaki yang menyetubuhi mimpi; lebam jiwanya diliputi debu jejalan-trotoar&lt;br /&gt;mengalir darah, di deru kota; datang juga segala bising dengan erangan dari masa silam&lt;br /&gt;Lanskap kota yang tercabik; menimbun prasangka, etalase kaca,&lt;br /&gt;berserah pada cakrawala dalam gerimbun antene; rumah-rumah kaca&lt;br /&gt;Anak-anak zaman mencari; di tikungan gamang, di cecabang perdebatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jogjakarta, Maret 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang Lilin&lt;br /&gt;Oleh: Ragil Prasedewo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatang lilin tergeletak di atas nisan&lt;br /&gt;Di sebelahnya, sebilah pedang, serangkai bunga,seonggok&lt;br /&gt;Batu diam dalam malam&lt;br /&gt;Sebilah pedang, serangkai bunga, seonggok batu, temani&lt;br /&gt;Kesendiriannya&lt;br /&gt;Ketika senyap hadir&lt;br /&gt;Seorang anak yatim, ikut mengirim doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djogja, 26 Februari '09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS DARI PEMBACA&lt;br /&gt;”Ass. Klo mu ngirim cerpen g5n? Pa langsung bs dmuat? Wass. ”&lt;br /&gt;(Aftanty  085292843XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Slmt pg. Sy Andarisa. Dmana x bs mndptkn lontar. Sy blum puas klo hnx liat dblog. Cz sy sring khbsn. Krn ksbkn jd g up date n g bs ngrim tlisan” &lt;br /&gt;(Andarisa,  085292451XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACA BUKU&lt;br /&gt;Puisi &amp; Santri; Seperti Kopi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  : Hijrah dari Tubuhmu (Antologi Puisi Komunitas Malaikat)&lt;br /&gt;Cetakan : I Februari 2006&lt;br /&gt;Penerbit : Komunitas Malaikat Tasikmalaya JABAR&lt;br /&gt;Tebal  : viii + 81 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, membacai beragam puisi, seperti menikmati secangkir kopi. Dari mulai aroma wangi hingga larut mencercap getir setiap butirannya. Dan seperti keimanan saya yang lain, puisi bukanlah kata-kata yang muntah begitu saja. Tanpa mengendapkan rasa, puisi tak lebih dari omong kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sembilan penyair dari Komunitas Malaikat yang konon adalah santri yang penyair (atau penyair yang nyantri?) yang mencoba membenamkan kegelisahannya dalam wujud larik puisi yang apik. Bahasa kerinduan, keterasingan, keberjarakan antara aku (penulis) dengan yang lain terungkap cukup seragam dalam antologi ini. Barangkali karena ‘ruh’  dari masing-masing penyair yang nyaris sama, meskipun latar belakang kesibukannya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persinggahan demi persinggahan saat hijrah dari pesantren ke pesantren, agaknya membuat para penyair ini kenyang dengan kata-kata. Terlihat dari penggunaan metafor yang cukup rumit, sehingga mengisyaratkan bahwa puisi ini berat, bahkan bisa dibilang cukup serius. Meski begitu karena ruh ke-’santri’-annya yang  juga cukup melekat, tidak sedikit dari puisi-puisi dalam antologi ini yang terkesan nyufi. Ekspresi kesahajaan, kejujuran, lugas, dan apa adanya, begitu menggoda. Sesederhana menjalani hidup sebagai sabda titah semesta. Ufhh...&lt;br /&gt;Sebagai seorang pembaca biasa, bisa jadi saya tidak jujur kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana menakar kejujuran sebuah puisi dalam antologi ini? Barangkali Anda sendiri yang harus menjawab dengan membacanya.&lt;br /&gt;(AriZur, Penikmat kopi  dan cerita iseng lainnya. Masih menunggu cinta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;br /&gt;EDISI 21/Th. III/2009&lt;br /&gt;Andjar, panggilan dari A.Ginandjar Wiludjeng, lahir di Banyumas 11 Juni 1983. Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) dan ASDRAFI (Akademi Seni Drama Film Indonesia). Dipercaya sebagai Ketua Teater Dokumen (Pendopo Mangkubumen) periode 2005-2007 UWMY. Sekarang, sajak-sajaknya bertebaran di media massa, lokal maupun nasional. Tinggal di nDalem Mangkubumen Yogyakarta.&lt;br /&gt;Ragil Prasedewo, penyair dari SMK N 2 Pengasih jurusan Bangunan. Dia menggemari sastra dan rajin hadir di acara Tadarus Puisinya LA. Ia juga tak malu membacakan sajak-sajaknya. Tinggal di Mutihan Wates.&lt;br /&gt;Siti Masitoh, saat ini berstatus pengantin baru. Bersama suaminya, Burhanul Fahruda, belajar menulis sajak kehidupan berdua saja. Meski menikmati keberduaannya, ia tetap aktif memegang tampuk PU LONTAR. Tinggal di Plumbon Temon.&lt;br /&gt;Redjo Wahid, penggurit aktif yang 'nyentrik'. Tinggal di Wates dan Panjatan.&lt;br /&gt;Ike Riyanti N, tidak menyertakan biodata lebih panjangnya kecuali bahwa ia adalah pelajar di MAN 2 Wates, Jl. Khudhori Wonosidi Kidul KP.&lt;br /&gt;Septi Martiyani, mengaku senang baca LONTAR, tapi tak tahu gimana caranya dapetin LONTAR selain dari perpus sekolahnya, di SMK N 1 Pengasih. Pelajar kelas X Ak 1 ini ber-email di nurani.bening@yahoo.co.id.&lt;br /&gt;Fafa, Nyonya baru. Masih betah tinggal di Hargorejo Kokap. Blog pribadinya ada di selepas-lautan.blogspot.com.&lt;br /&gt;Elang Retak, menyatakan terima kasih pada LONTAR atas spirit multikultur yang “dibuka” melalui buletin sastra ini. Cerpenis asal Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur ini tengah menempuh studi di Jurusan Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta. Berdiam di Mrican-Arimbi 10 Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;br /&gt;"Jika seseorang kehilangan kesenangan kecil dalam hidupnya, bahkan seandainya kesenangan besar sekalipun, dan sebagai gantinya diberi kesempatan mencintai seseorang, maka tak ada yang lebih baik dari itu”&lt;br /&gt;(Taslima Nasrin, dalam novelnya; LAJJA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-714623404592835099?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/714623404592835099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=714623404592835099' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/714623404592835099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/714623404592835099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2009/07/bilik-redaksi-salam-sastra-usai.html' title=''/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-6248013213220273208</id><published>2009-05-25T04:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T04:18:16.499-07:00</updated><title type='text'>Lontar 20</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cwarnet%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-fareast-language:JA;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"  &gt;BILIK REDAKSI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;Salam Sastra!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Pecinta &lt;i style=""&gt;LONTAR&lt;/i&gt; yang baik hati, dengan segala sesal yang sejatinya tak ingin kami bagi, kami harus berucap mohon maaf yang terdalam. Atas vakumnya buletin sastra tercinta ini selama….lamaaaaaa sekali. Jeratan tali di kaki-kaki kami yang sungguh sukar untuk kami urai dan kami enyahkan, membuat kami kesulitan berjalan dan berlari jauh mengejar kalian: pembaca dan pecinta &lt;i style=""&gt;LONTAR&lt;/i&gt; yang budiman, yang selalu setia mengirim rindu kepada kami. Sesungguhnya, kami tak malu dan tak ragu untuk mengatakan bahwa kami pun rindu. Mudah-mudahan ini tidak terdengar seperti apologi. He he.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Edisi terbaru kali ini dan seterusnya kolom BYAR sudah tak ada lagi digantikan dengan kolom “sejenis tapi tak sama”, seiring kebijakan pergeseran kerja-kerja redaksi dan sedikit alasan regenerasi. Semoga pembaca maklum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Maka, mulai saat ini ijinkan kami bertandang lagi, menyapa kalian semua. Mendenyutkan kembali nafas bersastra di &lt;i style=""&gt;tlatah&lt;/i&gt; Kulonprogo yang selama ini terasa ‘mati suri’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Rentangkanlah tangan kalian. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Biar kita selalu hangat dan mesra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Hmm, salam hangat!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;Selamat Membaca...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TETES&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="FI"&gt;Siklus: Mata Rantai yang tak Bisa Putus?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;TULISAN ini tak hendak menempatkan diri sebagai katalis dari rona demokrasi yang tengah “dipestakan” di negeri ini. Sekedar &lt;i style=""&gt;guneman&lt;/i&gt; yang terbata-bata menyimak peta saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;Ungkapan Lord Acton mungkin masih cukup populer hingga kini; “kekuasaan cenderung korup”, dan demokrasi di negeri ini, meminjam istilahnya Rocky Gerung, rupanya diturunkan maknanya menjadi dangkal dan banal: &lt;u&gt;sekedar transaksi kekuasaan&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(garis bawah dari saya). Riskan untuk disusupi tindak korup. Korup dalam makna luas yang tak melulu berarti menilap duit. Tak sepenuhnya sinis memang, tetapi beberapa bulan terakhir ini semua tampak nyata di depan penciuman kita. Akrobat yang dianggap sebagai ”pesta demokrasi” yang indah dan dinanti-nanti, tak lebih dari rutinitas yang dangkal. Terasa sekali bancakan duit rakyat berhamburan di seluruh lokasi berikut persoalan yang bejibun meningkahi kekurangan demi kekurangan penyelenggaraan hajatan itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sikap pesimis dan apatis di elemen besar warga negeri ini, membuktikan helat yang diselenggarakan terasa kurang &lt;i style=""&gt;nresep&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;Hanya menambahi jenuh yang masih belum pergi. Entahlah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;Sahdan, negeri ini dinyalakan sumbu kemerdekaannya untuk menuai hak warganya meraih kesejahteraan hidup. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Klise &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt;. Kemudian demokrasi disepakati sebagai ”yang dibayangkan” sebagai jalan pengelolaan sebuah negeri. Infrastrukturnya melalui di antaranya pemilihan umum. Namanya saja pemilihan; setiap individu berhak memilih ikut dan berhak memilih tidak. Dua hal yang sama-sama tak ringan sebenarnya. Dan pada taraf inilah sesungguhnya kita masuk di sebuah siklus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Siklus adalah hal yang bersifat berulang, bahkan kadang hanya pengulangan saja, tanpa sesuatu perubahan berarti. Kita pasti tak ingin stagnasi keadaan berlangsung terus di sini. Apakah lantas siklus atau mata rantai itu bisa diputus demi hal besar yang lebih berarti? Jawabannya akan sangat bergantung pada kualitas pemimpin dan agenda kerja yang dihasilkan kelak. Ya. Sosok pemimpin, bukan sosok pejabat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Wallahua’lam bi ash-showab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;(&lt;b style=""&gt;NDARI&lt;/b&gt; saja, &lt;i style=""&gt;www.sketsajagad.blogspot.com&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Tadarus Puisi dan Bedah Buku “Tasawuf Cinta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sebagai perwujudan khidmah terhadap dunia sastra di Kulon Progo, pada tanggal 16 Agustus 2008. Komunitas Sastra &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Lumbung Aksara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; mengadakan hajatan bulanannya yaitu Tadarus Puisi yang bertempat di Pondok &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;AB&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, selatan Taman Makam Pahlawan Giripeni Wates.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadir pada kesempatan itu para punggawa serta simpatisan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;., diantaranya Lurah Marwanto, Siti Masitoh, AriZur, Ndari, Didik Komaidi, Rio “Rock the World”, Burhan, Sukardi Cimeng, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 26.95pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Acara yang dipandu oleh Borhanul Fahruda tersebut berlangsung meriah. Diawali dengan pembacaan tahlil oleh Didik Komaidi, dilanjutkan dengan bedah buku “Tasawuf Cinta” karya Gus Edo dari Jombang Jawa Timur. Sebagai pembedah kala itu adalah Sukardi Cimeng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 26.95pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sehabis bedah buku diadakan diskusi sastra diantara masing-masing peserta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;TP&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Dalam diskusi tersebut banyak disinggung tentang merebaknya novel-novel bernuansa Islam dengan label “Cinta”. Fenomena tersebut disinyalir hanya sebuah “latah”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belaka, dimana hal tersebut merupakan pragmatisme dari penulis dalam mengejar pasar yang hanya menguntungkan bagi pemodal (kapitalis), dimana dalam hal ini adalah penerbit. Menanggapi hal tersebut, proses kreatif yang terus-menerus sangat diperlukan sehingga akan terbentuk sebuah karakter dari karya sastra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Acara tersebut diakhiri dengan pembacaan puisi oleh masing-masing peserta. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Cimeng&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Tadarus Puisi dan Diskusi Buku LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kamis, 26 Februari 2009 bertempat di Taman Binangun Kulon Progo. Di tengah cuaca mendung dan pekat disertai rintik hujan yang menyelimuti tidak menyurutkan sekitar 25 orang untuk membaca puisi dan berdiskusi tentang buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Kata-Kata Penggugah Motivasi untuk Mulai Menulis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; karya Anton WP. Sebagai pembedah buku kali ini adalah Rio Nisafa. Dalam kesempatan itu dikatakan bahwa bagaimana buku tersebut mampu memotivasi bagi setiap pembacanya untuk memulai menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Setelah tanya jawab dengan peserta selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi. Setiap peserta yang hadir turut membacakan puisinya, baik itu karya sendiri atau karya orang lain. Puisi dari Joko Pinurbo menjadi puisi yang kala itu banyak dibaca oleh peserta. Menurut Zahra, salah seorang peserta dari MAN 2 Wates ini mengatakan bahwa acara ini sangat bagus, setidaknya menginspirasi untuk menggerakkan sanggar sastra disekolahnya.(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Sukardi Cimeng&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Berbuka dengan Puisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berita AAdLA kali ini dibuka dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;flashback&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; di tahun 2008 lalu. Di berbagai tempat, buka puasa bersama menjadi kegiatan “dadakan” yang diagendakan masyarakat saat memasuki bulan Ramadhan. Pun demikian halnya bagi Komunitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; pada Ramadhan 1429 H silam. Sebagai wadah masyarakat pecinta sastra di Kulon Progo, Ahad tanggal 28 September 2008, Komunitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; secara ”dadakan” pula menyelenggarakan Tadarus Puisi yang dikemas dalam bentuk buka puasa bersama di kediaman koordinator Lumbung Aksara Marwanto, Maesan Lendah. Selain dihadiri oleh keluarga besar Komunitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, acara ini juga dihadiri oleh sahabat-sahabat dari komunitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Padhang mBulan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Sangsisaku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Pada bulan yang sama 2 tahun sebelumnya dan di tempat ini pulalah, Tadarus Puisi pertama kali digelar dan hingga sampai saat ini masih terus rutin diselenggarakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Hening)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SMS (SEPUTAR MENULIS SASTRA)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Sportivitas dalam Berkarya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Beberapa tahun silam pernah terjadi polemik seru perihal menulis sastra kaitannya dengan pencapaian tujuan/imbalan materi. Ada yang mengutuk habis-habisan sikap pragmatis-pamrih penulis yang mengejar materi (atau kepentingan lain) dari tulisannya; nama dan uang. Ada yang toleran dan apologis dengan sekian alasan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Toh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, semuanya kembali kepada si penulis sastra itu sendiri. Apakah menulis merupakan panggilan jiwanya yang ”tidak main-main”, luhur, agung, ataukah menulis itu baginya yang penting dimuat dan dapat honor/kontraprestasi, syukur-syukur namanya menjadi dikenal--terutama oleh redaktur agar jika mengirim karya di lain saat dapat dimuat lagi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bisa jadi, industri berikut infrastruktur sastra yang memberi tempat khusus pada karya sastra adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;mula bukane&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Godaan pragmatis akan pundi-pundi susah ditolak. Pun halnya dengan prestisius nama yang menjadi dikenal orang. Media massa menyediakan kesempatan kepada siapa saja untuk mempublikasikan karyanya dengan teknis yang mudah dan murah dibanding jika menerbitkan sendiri--melalui buku misalnya. Di sini, kompetisi atas kualitas karya sesungguhnya diutamakan, meski juga bukan rahasia lagi kalau faktor kedekatan (relasi) dengan redaktur juga menjadi kunci &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;bandrek&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; bagi dimuatnya karya sastra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kedengarannya, faktor pragmatisme dalam menulis karya sastra adalah hal yang manusiawi--biasa. Akan tetapi, bisakah itu dibenarkan? Atau katakanlah jika itu bisa dibenarkan, bisakah dibenarkan pula jika demi mencapainya, maka seorang penulis harus ”melacurkan” integritas pribadinya dengan menanggalkan pakaian kejujuran dan sportivitas dalam berkarya? Banyak contoh bisa disebut, seperti plagiat (meniru atau mencuri karya orang lain baik separo atau keseluruhan), mengirim satu karya yang sama ke lebih dari satu media massa, mengirim karya dengan diatasnamakan orang lain (istri, anak, pacar, kawan atau bahkan atas nama lembaga atau komunitas tetapi untuk kepentingan pribadi), menulis dengan ”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;nggaruk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; sponsor” tokoh-tokoh kenamaan (yang bukan dimaksudkan untuk memperkuat wacana, tetapi untuk tujuan popularitas--politik citra--pribadi penulis), dan lain-lain. Hal terakhir sesungguhnya menurut saya justru memperlihatkan betapa tidak PD-nya si penulis itu akan ”siapa dirinya” sehingga musti mencatut nama orang lain agar ”siapa dirinya” menjadi ada atau memiliki ”nilai tambah”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kalau boleh sedikit berbagi kabar, menulis sastra tak ubahnya pekerjaan yang luhur dan agung. Karena ia menyampaikan bagian terdalam tak terlihat dari sosok manusia: pikiran, jiwa, dan perasaan. Seorang penulis barangkali bisa dikatakan seperti nabi-nabi, atau orang suci, yang memiliki tanggung jawab moral ”menyampaikan risalah” dan karenanya dituntut untuk selalu ”terjaga” dari hal pragmatisme semu yang akan merusak ”risalah terdalam” pribadinya itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Makanya saya sering berkerut kening jika ada iklan yang bombastis dalam setiap akan diadakannya pelatihan menulis; ”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Anda ingin kaya? Ikutilah pelatihan menulis, dapatkan resep jitu menembus media massa atau penerbit. Jadilah terkenal dan kaya dengan menjadi penulis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;”. Wah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Semoga kalimat saya barusan tidak terlalu hiperbolis. Apa pun, rasa-rasanya, sungguh indah jika kita bisa senantiasa berbudaya untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran dalam berkarya. Setiap karya adalah berharga, orisinil, unik, luhur, yang karenanya sayang jika harus dikotori oleh ”pragmatisme kesemuan”. Seperti kata seorang kawan yang tidak mau disebut namanya, bahwa ”karya sastra itu separo wahyu”. Aih... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Wallahua'lam bi ash-showab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Selamat Menulis, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Dab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;(Akhiriyati Sundari, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;anggota redaksi LONTAR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;CERPEN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Senja Terakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Cerpen Deffnau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tiap sore Raenjoh sibuk berkeliling dengan gerobaknya, mengangkut sampah. Sampah tetangga sekelilingnya yang sebagian besar orang kaya di sebuah kota kecil. Perutnya mual benar setiap kali menuang sampah ke gerobaknya, apalagi sudah dua hari ia libur tak mengambil sampah karena meriang, aromanya jadi berlipat ganda. Badannya masih terasa berat dan lesu, tapi dipaksakannya untuk bekerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dan sore ini Raenjoh bekerja seperti biasanya. Sampah keluarga Suprana, sampahnya paling banyak, tapi tak pernah memberi uang lebih dari 6 ribu sebulan. Jumlah itu memang Raenjoh sendiri yang mematok tanpa pernah berani menaikkan upahnya. Kadang Raenjoh berharap Pak Suprana menolak uang kembalian ketika uang 10 ribu disodorkan kepadanya. “Yach, namanya juga pedagang, serba dihitung”, Raenjoh mengungkit pribadi pemilik sampah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berikutnya sampah dari rumah Bu Sinta, pemilik toko “Apa Saja” di pinggir Jalan Negara. Campur aduk kertas-kertas dan sayur basi. “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Eman-eman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; nih kertas dan dus-dus kosong, lengket sama sayur basi, kenapa tak dipisah-pisahkan supaya bisa diambil pemulung. Malas amat!” sungutnya dalam hati. Sampah rumah berikutnya sudah menunggu Raenjoh. Bak demi bak dituang di gerobaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Gerobak pun penuh, ditariknya ke tempat penampungan sementara di teteg kereta api. Esok pagi truk-truk akan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir. Adzan maghrib menggema di kejauhan, Raenjoh bergegas pulang, seperti sapi menarik gerobaknya yang sudah kosong. Langit jingga. Para tetangga juga pulang dari berbelanja di toserba, ada yang habis jalan-jalan sore, bermain sepeda santai sambil memamerkan motor modifikasi kebanggaannya bersama anak istri mereka. Satu dua senyum pada Raenjoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Hari sudah gelap. Diparkirnya gerobak sampah di samping rumah. Raenjoh lelah. Lapar. Raduedhit--istrinya--tak masak apa-apa, tinggal tersisa nasi yang ditanak tadi pagi. Jadilah sore ini Raenjoh makan nasi kecap, lumayan daripada biasanya yang hanya lauk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;jelantah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; (minyak goreng bekas) dan garam, meskipun gurih tapi tak cukup bergizi. Terbayang kaleng-kaleng ikan, setumpuk tusuk sate, dan kue-kue yang tadi diangkutnya di antara tumpukan sampah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Pagi menjelang. Raduedhit sibuk membantu keperluan anak-anaknya sebelum berangkat sekolah. Sulung kelas 1 SMP, adiknya kelas 5 SD, adiknya lagi kelas 2 SD, sedang Rakopen--si bungsu--baru 3 tahun. Setelah itu Raduedhit mencuci di rumah keluarga Subondo. Si Rakopen selalu ikut ibunya karena di rumah sendirian. Sesekali Raduedhit berteriak-teriak menghalau Rakopen yang bermain-main air cucian. Jam 11 siang Raduedhit selesai mengerjakan perintah keluarga Subondo. Kontraknya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;sih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; cuma mencuci, tapi praktiknya Raduedhit masih disuruh ini itu, kalau dituruti tak ada habisnya. Dalam hal ini Raduedhit dianggap keluarga sendiri, artinya tanpa bayaran kecuali upah mencuci. Raduedhit tak kuasa menolak tetangga dan sekaligus bossnya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ketika Raduedhit pulang mencuci, seperti biasa rumahnya masih berantakan dan setumpuk pekerjaan rumah tangga menunggunya. Selama Raduedhit pergi kerja menjadi tukang cuci, Raenjoh bingung di rumah harus mengerjakan apa, mengurus rumah merasa bukan tugasnya meskipun tangannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;nganggur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, mau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;ngantor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; sudah pasti tak ada yang sudi menerima, ia tak punya ketrampilan apa-apa, juga tak mengenyam pendidikan. Kantornya yang sudah pasti dan harus dijalaninya setiap sore adalah dari bak sampah ke bak sampah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Suatu sore. Raenjoh menarik gerobak sampahnya. “Ups, keterlaluan”, umpat Raenjoh. Pembalut wanita yang masih basah kemerahan dibuang begitu saja di tempat sampah Bu Jorse, tanpa dicuci, tanpa dibungkus. Raenjoh memungutnya, melempar ke gerobak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berikutnya sampah keluarga Subondo, tempat istri Raenjoh menjadi tukang cuci. Kaleng kornet, dos susu, bungkus sosis, Raenjoh belum tahu seperti apa rasanya, mungkin enak sekali, dan, aha… ada struk belanja toserba yang sudah lusuh. Raenjoh coba membaca… “Wah wah wah, banyak amat belanjanya, kenapa mesti membeli barang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;neko-neko&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; seperti itu, mendingan uangnya dikasihkan aku aja untuk bayar sekolah dan lauk anak-anakku, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;toh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; dia nggak bakal mati meski nggak belanja aneh-aneh kayak gitu, dasar boros!”, Raenjoh terlihat geram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dituangnya semua isi tong sampah ke gerobak, lalu “plok!”, pampers bayi yang belum dibuang tinjanya melayang. Raenjoh sejenak tertegun, merasa tak berharga. “Pampers kotornya untukku, yang nemplok di popoknya untuk istriku, lalu anakku si Rakopen bermain-main dengan air cuciannya. Kasihan anak istriku. Subondo benar-benar manusia kemaki. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Dumeh Sugih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sampah berikutnya menunggu giliran. Raenjoh sudahi pikiran-pikirannya. Sampai juga di teteg kereta api, saatnya Raenjoh kosongkan lagi gerobaknya, lalu bergegas pulang. Jari tangannya luka, tergores pecahan gelas kaca di bak sampah Pak Sugaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Hari demi hari Raenjoh menjalani. Setiap petang mengangkut sampah. Kadang-kadang Raenjoh tak bersemangat. Ya, tapi setidaknya Raenjoh tak ingin anak-anaknya menjadi sampah. Lelaki itu merasa harus tetap bekerja. Raenjoh seolah tengah menunggu kapan nasibnya berubah. Mungkin sebuah keajaiban bila di negeri Raenjoh ada yang menaruh perhatian kepadanya. Mungkin memberinya modal, atau ketrampilan, atau…. “Atau…mungkin keadaan sepertiku sengaja dibiarkan untuk keuntungan mereka saja, mempekerjakan orang kepepet sepertiku dengan upah serendah-rendahnya…”, pikiran kacau melintas-lintas di kepalanya. Raenjoh ingin berubah, tapi bagaimana caranya? Apa harus menunggu seseorang menjemputnya, menanyakan keadaannya, lalu mengubah jalan hidupnya? Ah, rasanya itu harapan yang kelewat indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pagi. Sampah menumpuk. Kemarin sore Raenjoh tak nampak. Seperi ada keperluan penting yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sore. Raenjoh tidak “ngantor”. Mungkin mengunjungi orang tuanya di desa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sore berikutnya. Sampah makin menumpuk. Ah, mungkin Raenjoh belum selesai urusannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sorenya lagi. Sampah tak diangkut. Baunya menusuk. Hingga sore-sore seterusnya, Raenjoh tak muncul-muncul. Sumpah serapah ditujukan kepadanya, Raenjoh dituduh menjadi biang keladi kekumuhan yang mengganggu kenyamanan orang-orang kaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Raenjoh di rumah saja. Tubuhnya yang rapuh terbaring. Typus membuat badannya panas, TBC membuat batuknya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;mengkis-mengkis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Lukanya mengalami infeksi, tergores pecahan gelas di bak sampah Pak Sugaya. Mungkin ini hadiah dari keuletan Raenjoh, yang bekerja dengan tangan telanjang, tanpa masker apalagi antiseptik, tanpa pengaman apa pun ketika ia bergelut dengan sampah: kotoran dan penyakit. Kini Raenjoh tahu, seiring senja yang merayap, seseorang telah datang menjemputnya untuk mengubah nasibnya. Entah siapa yang akan menjadi penggantinya nanti. Keheningan menyelimuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Wates, 13 April 2006 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;PUISI-PUISI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Untuk Temanku di Yaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;(Surat yang tak pernah kukirim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Oleh : Alfanuha Yushida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Gemuruh cerita tentangmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Seiring pulang rombongan haji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kami di sini sedang menerima ujian hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tiang-tiang tempat kami berpegangan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tiba-tiba menjadi gelombang dan badai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mencengkeram dan menghempaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Menarik dan menghentakkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kami limbung kami bingung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Doakan kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Fainna ma'al 'usri yusra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Fainna ma'al 'usri yusra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Agar tak hilang hati kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Karena tinggal harapan lah milik kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Hingga gelombang dan badai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Menjadi tiang kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Agar kami bisa berpegangan kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ami…n&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Kg, Januari 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Lagu Kidung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Oleh : Nur Islamiyatun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kusenandung dalam rinduku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Di antara doa terucap tak sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kubariskan irama malam-malamku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dalam khayal terselip mimpi tak pasti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Jika memang perjalanan ini boleh berujung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Terbuai pasti dalam satu titik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kan ku rengkuh malam-malam indah-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dalam baris ayat meski tak sampai pada-Mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kan ku dekap sunyi dalam diamku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Yang mendatangkan selinap nikmat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ketika acara sembabkan wajah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Di antara serpih setiap gerakku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bukan kemarin terlewati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bukan hari ini terlampaui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bukan esok yang akan terganti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Namun...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Di antara setiap hari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Nama-Mu tersuci di hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Robby...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senja Adalah Kau dan Aku&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Oleh : Nichi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sejak kau tinggalkan aku saat senja memerah di langit itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sejak itu pula aku masih menunggumu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bersama janji yang kau selipkan malam itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kau akan kembali suatu saat nanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dan aku percaya itu, aku percaya padamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tapi kadang rinduku memuncak dalam sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bergetar perlahan lalu tersingkap oleh bayangmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Terasa sesak bergelayut dalam diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Lalu gerimis di mataku mulai mencair&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mungkinkah rinduku terbaca olehmu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Pagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Oleh : Asti Widakdo&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dingin pagi membelenggu bersama putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kabut menyatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kicau burung bersahutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berlomba menyenandungkan syair cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sambut sang surya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Perlahan, dingin terurai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Pekat kabut mengerut tersapu senyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mengulum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kilau bintik-bintik embun pagi di pucuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Daun pun memudar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mengiringi mentari bersinar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bising suara motor satu demi satu silih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berganti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berkolaborasi dengan kicau burung yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sayup-sayup senyap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Lalu-lalang orang, bersepeda, berjalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Bergerak awali kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Curahkan pemandangan yang...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mengumandangkan kuasa Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Kulonprogo, Januari 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;JERIT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Oleh : dmeileni. w PB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;senja ini aku mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;tertegun diantara resah hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;airmata berlomba turuni celah-celah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;terjal asaku yang remuk tergilas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;tertindas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;terinjak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;deru mega yang berarak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;memecah lara yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;tersisa diantara duka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;senyumku luruh tersapu pekat mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;jari jemari yang gerayangi guratan luka lamaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;terus merasuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;merobek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;selaput sendu kidung malamku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;tuhan........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;biarkan hujan menghapus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;jejak-jejak tikaman noda di nadiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Malam...”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Oleh : Itul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;“Malam...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Satu butir sapamu lewat telepon genggam kemarin malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;“Malam juga...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mestinya kutambah dengan “apa kabar?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dan percakapan kita pun mengalir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sampai kokok ayam mengisyaratkan fajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sayang, warna itu sudah kau ramu menjadi ungu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tinggal kardus coklat dan sampul yang menyimpan bisu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;di gerbang lautan api&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Oleh : fathin chamama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;andai bukan nanMU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;sudah menggelap ku ke-7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;andai bukan nanMU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;sudah menghilang ku kan ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;meski tak 1 cahaya termenangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;bersyukur patut ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;masih ku meletak di tangga ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;pada latar tingkat 0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;antara surgaMU dan nerakaMU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;patut bersyukur ku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;meski titikku dekat ke MalikMU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;andai bukan nanMU &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;tiada bertahan ku mampu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;pun tak tahu malu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;andai terijinkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;ingin ku menjauh api ini. aku sayang aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;wahai……. itu bisaku cuma. cinta aku aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;wahai……. ijinkan ku menjauh api ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Kulon Progo, June 4 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SMS DARI PEMBACA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;”Mlm LA, da acr pertmuan gak? Klo ad mu ikut gabung. Penggemar LA ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;(Tanty M2W&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;085292843XXX)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;”Selamat dan sukses buat LA. Di HUT yang ke-3” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;(Nur Widodo - 081328005XXX)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;EDISI 20/Th. III/2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Alfanuha Yushida&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, entah kapan Bapak satu ini menyelesaikan studi pasca-Sarjananya di Bandung. Yang jelas, kawan-kawan LA selalu terhibur dengan ulah jenakanya. Asli Bendungan Wates.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Asti Widakdo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, santri di sebuah pondok pesantren di Bantul yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;nyambi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; mahasiswa. Dia sesekali terlihat masih beredar di seputaran Kulonprogo. Mencari-cari ilham untuk puisi-puisinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Deffnau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, cerpenis yang ini adalah seorang ibu satu anak--perempuan. Rajin menemani putrinya yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak untuk menggambar. Hasilnya? Gambar karya putrinya itu sempat dimuat di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Meski begitu ia menjadi jarang berkonsentrasi untuk menulis cerpen. Tinggal di Wates.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;dmeileni. w PB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, penyair yang ini baru sekali mengirimkan karyanya ke redaksi. Tanpa biodata lagi. Tapi nama PB yang disandang di belakangnya ditengarai bahwa ia aktif di sanggar seni &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Padhang mBulan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Fathin Chamama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, penyair yang ini semenjak ditugaskan sebagai aparatur negara di ibukota-nya Indonesia, jarang kumpul bareng di kegiatan rutin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Semoga Jakarta tidak mengurungnya dari kegiatan berpuisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Itul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, nama panggilan dari Maftukhatul Khoiriyah. Anggota redaksi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LONTAR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt; ini masih malang-melintang antara Kulonprogo-Jogja, demi tugas hidup yang diembannya. Meski begitu dia selalu mengeluh karena tak bisa bikin puisi. Tinggal di Tirtorahayu Galur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Nichi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;, alumni MAN Wates 2 KP. Bisa dibilang gadis satu ini rajin mengirim karya ke redaksi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;LONTAR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Tapi kok belum pernah nongol di acaranya LA ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:yellow;"   lang="SV"&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;"Membaca buku memang tidak membuat kita jadi selalu benar, tetapi setidaknya buku dapat membantu kita untuk mengakui bahwa kita tidak selalu benar. Membaca buku tidak menjamin kita menjadi sukses, tetapi setidaknya kita tahu bagaimana jalan untuk sukses"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;(Garin Nugroho, dalam katalog sebuah pameran buku)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-6248013213220273208?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/6248013213220273208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=6248013213220273208' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/6248013213220273208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/6248013213220273208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2009/05/lontar-20.html' title='Lontar 20'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-4999045225571859656</id><published>2008-08-26T19:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T19:25:27.609-07:00</updated><title type='text'>LONTAR 19</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;BILIK REDAKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salam Sastra!&lt;br /&gt;Mulai hari-hari ini dan hampir setahun ke depan, kita akan dihadapkan kembali pada hingar-bingar musim kampanye, mobilisasi massa demi menuju PEMILU 2009. Kita semua barangkali masih akan menduga-duga, euphoria ini mampukah mengalahkan euphoria bulan lalu ketika masyarakat negeri ini bersorai dan gempita menonton Piala Eropa. Kampanye adalah sebuah musim, yang satu saat pasti akan berlalu. Kampanye adalah bagian sah dari sebuah pesta demokrasi. Akan tetapi, semua tersebut itu hanyalah tataran idealnya saja. Berapa PEMILU kita telah ikuti, kondisi bangsa tidak semakin membaik, bukan? Apanya, di mananya yang salah? Seolah-olahkah kalimat ini tendensius mengkambinghitamkan PEMILU? Rasanya tidak. Kami hanya enggan berpikir terlalu rumit dan jauh. Maka kami sendiri merasa harus kembali membuat ”bayangan”. Sebuah komunitas yang dibayangkan bernama Indonesia lebih baik, syukur-syukur yang maju. Bolehlah sedikit nasionalis. Ah....&lt;br /&gt;Selamat Membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;BYAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kethoprak&lt;br /&gt;( Utik  TW )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan nonton kethoprak. Itulah SMS terakhir yang kuterima darimu. Sebelum kau berpulang pada sebuah pagi yang tak lagi dingin. Matahari, di pagi itu, telah senyum begitu lebar. Ah, bahkan tertawa.  Ya, seperti tawamu yang amat lepas: ketika kita sedang tadarus puisi, menyiapkanTBM atau menggarap laporan PMK yang tak kunjung rampung. Dan di jalan Deandeles itu agaknya kau juga tertawa meski dalam dekapan malaikat--, tawa yang terakhir.&lt;br /&gt;Dan bukankah kethoprak (setidaknya dalam perspektif modern) mengajak kita tertawa? Mungkin memang bukan yang utama. Tapi, dalam konotasi tertentu, tawa dalam istilah kethoprak tidak bisa sekedar disebut bumbu. Simak misalnya dalam ungkapan: “Wah, malah kethoprak-an” atau “Jangan sok kethoprak-an, ah”. Ungkapan tersebut sering diartikan: jangan membuat  lelucon. Akhirnya, pada tafsir kontemporer, acapkali seni kethoprak direduksi sekedar (pentas) lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pada awal kemunculannya, kethoprak bukanlah berisi cerita yang cuma mengajak kita tertawa. Konon, sejarah kethoprak yang bergulir tahun 1887 dengan jenis kethoprak lesung, dimulai dengan mengusung tema-tema “serius”: babad, legenda, dan adaptasi karya pujangga ternama semacam Pangeran Hamlet karya Shakespeare. Tapi, dalam perkembangannya kethoprak diidentikkan pentas yang mengusung lelucon. Muncullah kethoprak plesetan dan kethoprak humor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini agaknya karena kehidupan yang kian pragmatis dan gersang. Dalam pragmatisme hidup, mengusung keseriusan ibarat berteriak ditengah gemuruh gelombang. Dan di dunia yang telah gersang, sesuatu yang serius acapkali membuat kram otak. Sebaliknya, lelucon/humor menjadi segelas es  pelepas dahaga. Lalu dengan ditunjang perkembangan audio visual, pentas kethoprak meraih booming. Tapi, kejemuan memang gejala alamiah. Publik pun bosan. Masyarakat muak. Kethoprak tak lagi lucu. Sebab  kehidupan nyata itu sendiri yang kemudian menjelma lelucon. Dan, dalam konteks ini, Utik tak salah: menyikapi dunia yang letih dengan tawa yang lepas.&lt;br /&gt;Ah, Utik. Mungkin teman-teman lebih mengenangmu sebagai aktivis yang tak jenak diam (mobilitas telah identik dengan dirimu) atau kedua tahi lalat di pipimu. Namun ijinkan aku selalu terkenang dengan tawamu. Seperti di sore itu, memang ada isak dan air mata mengiringi  jenazahmu tapi selanjutnya yang terngiang adalah tawamu. Tawamu yang khas. Mengingatkanku pada pepatah Yahudi:  saat manusia berpikir, Tuhan tertawa.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARWANTO (&lt;a href="http://www.markbyar.blogspot.com/"&gt;www.markbyar.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RALAT:&lt;br /&gt;Pada LONTAR 18 tertulis “Utik” Tri Wahyuni meninggal pada 8 Mei 2008. Yang betul adalah meninggal pada 8 Juni 2008. Dengan ini kesalahan telah dibetulkan. Redaksi mohon maaf atas kesalahan penulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;LA Bedah ”Sang Musafir” di Sanggar Singlon&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama absen dari agenda rutin bulanan LA, Sabtu 28 Juni '08 di Sanggar Singlon Pengasih, komunitas Lumbung Aksara (LA) kembali mengadakan kegiatan bedah buku. Di panggung terbuka yang mirip pendopo berukuran 5 X 10 m, kerabat LA disodori ”Sang Musafir” sebagai menu utama.&lt;br /&gt;Novel Sang Musafir besutan Mohamad Sobary ini begitu detil dikupas oleh Burhanul Fahruda selaku pembedah buku ini. ”Adalah bahasa 'kebebasan' yang menjadi muara perjalanan hidup seseorang” begitu tandasnya usai menceritakan isi novel tersebut. Meski hanya beberapa yang hadir, suasana menjadi hangat karena dimoderatori oleh A. Soendari. Acara ini kemudian ditutup dengan Tadarus Puisi dan lounching LONTAR edisi 17. (Izur EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;”Panji Koming” di Alun-Alun Wates&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alun-alun Wates kedatangan Panji Koming. Sosok dalam cerita kartun Kompas itu telah menyatroni masyarakat Kulon Progo lewat pementasan teater yang digelar di panggung terbuka Alun-alun Wates, oleh Komunitas Trotoar, Sabtu, 5 Juli 2008,19:30 WIB. Komunitas Trotoar menampilkan teater sebagai bentuk respon terhadap program Dinas Pariwisata dan Budaya Kulon Progo yang memberi kesempatan unjuk gigi pada beberapa komunitas di Kulon Progo. Lewat sosok yang merakyat, konyol, namun cerdas itu Komunitas Trotoar mampu memotret kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh dengan trik kasus suap dan sedang terombang-ambing ini.&lt;br /&gt;Sebagai rakyat kecil, Panji koming memiliki impian besar bagi dirinya dan negerinya. Upaya mengadu nasib sebagai orang penting dalam kerajaan mengalami banyak aksi sikut menyikut; mulai dari kasus suap, sogok-menyogok, sampai akhirnya pemberontakan. Alhasil, hukuman mati pun harus ditanggungnya. Beruntung, Pailul mampu menyelamatkannya.&lt;br /&gt;Pentas teater garapan Joko Mursito berdurasi kurang lebih selama 2 jam itu mengolaborasikan gamelan dan beberapa alat musik modern lainnya. Pertunjukan pun menjadi lebih menyatu dengan budaya lokal dan masyarakat setempat. Tampak beberapa pejabat dinas KP, perwakilan dari komunitas LA dan beberapa komunitas lainnya, serta masyarakat setempat menonton dalam suasana yang bergairah. (Osephe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Bimtek Perpusda DIY&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penuhi undangan Perpusda DIY, senin 30 juni  3 juli 2008 LA mengirimkan wakilnya, The Pukon, untuk mengikuti Bimbingan Teknis Perpustakaan Desa, di gedung pusat Badan Perpustakaan DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram no. 4 Yogyakarta.&lt;br /&gt;Bimbingan yang melibatkan kurang lebih 40 pengelola perpustakaan kecil yang tersebar di seluruh pelosok desa di DIY tersebut mengusung tema peningkatan SDM melalui pendekatan perpustakaan. Dalam pengantarnya, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan DIY, Drs. Tulus Widodo menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan kita. Dengan bimbingan teknis ini diharapkan perpustakaan-perpustakaan yang berada di desa semakin meningkat baik jumlahnya maupun kualitasnya. Materi yang disampaikan pun cukup menjawab persoalan-persoalan kecil para pustakawan desa selama ini, yaitu pelayanan, klasifikasi, katalogisasi, dan pelestarian perpustakaan. Dengan dinamika tanya jawab dan praktek, bimbingan yang berlangsung selama 4 hari tersebut diikuti secara antusias oleh para peserta. Pihak perpustakaan daerah mengerahkan tak kurang dari 5 stafnya untuk menjadi pembicara, antara lain: Drs. Heru Purwanto sebagai pengampu katalogisasi, Rini Handayani, Msi. sebagai pengampu klasifikasi, Drs. Iskak Budi L sebagai pengampu pelayanan, Petrus Wihardo sebagai pengampu pelestarian, dan beberapa staf lain yang membantu secara teknis. Acara ditutup dengan upacara kecil dan pembagian buku kenangan.&lt;br /&gt;Setelah penuh dengan bekal pengelolaan perpustakaan, para peserta akhirnya pulang dengan PR-nya masing-masing. Di LA sendiri, rencananya akan mengerahkan personilnya untuk merealisasikan bimbingan teknis ini. Mudah-mudahan! (Osephe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;CERPEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;Anak Laki-Laki di Teras Rumah&lt;br /&gt;Dua Belas Tahun yang Lalu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Fafa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia bukan siapa-siapa kami. Aku bahkan tak mengenalnya hingga suatu sore ia berdiri di teras rumah, mengepit tas kain kumal, bercelana pendek dan kaos oblong yang sudah mulur. Kakinya polos tanpa alas. Waktu itu aku yang teringat film-film dengan adegan seorang ibu berpesan kepada anaknya ; don't talk to stranger, langsung berlari ke dalam rumah, menjumpai kedua orang tuaku. Mereka keluar, dengan aku membuntut memegangi rok ibuku. Anak kecil itu berdiri menggigil sebab gerimis tiba-tiba bertambah deras. Rambutnya yang masai menutupi sebagian wajahnya. Ayah membimbingnya masuk. Ibuku mengeluarkan serentet pertanyaan seperti muntahan peluru di serial Combat sambil menepiskan peganganku pada roknya.&lt;br /&gt;Sekarang sudah duabelas tahun berselang. Anak itu tumbuh bersama-sama denganku. Ibuku sudah enggan lagi bertanya siapa gerangan dia sebab ayahku akan selalu bilang; dia tak penting. Ibuku sudah tak bertanya-tanya lagi akhirnya. Tapi rupanya keingintahuan seorang perempuan melebihi apapun. Rasa ingin tahu ibu bertahan melewati tahun sampai aku tumbuh dewasa dan anak laki-laki asing itu juga. Apakah ia anak ayah dengan perempuan lain?&lt;br /&gt;Suatu hari ibuku berkata.&lt;br /&gt;"Ibu tak membenci siapapun, apalagi hanya anak kecil kumal yang tiba-tiba datang di tengah gerimis."&lt;br /&gt;Aku diam saja tapi menemukan kelelahan sarat di mata ibuku. Setelah itu ia mengiris kubis sambil menangis.&lt;br /&gt;Anak laki-laki itu tumbuh baik. Ia rajin membantu ayahku di ladang pantai kami. Ia betah menyiangi rumput liar di antara tanaman cabe merah, terbakar matahari. Jika musim bertanam melon, ia akan terlibat dari penanaman benih hingga mengangkut melon-melon matang ke bak pick-up. Kulitnya semakin hari semakin legam tapi ia jauh lebih bersih daripada ketika pertama kali datang ke rumah kami.&lt;br /&gt;Suatu hari yang lembab seperti saat pertama kali dia datang, aku dan anak laki-laki itu bercakap-cakap.&lt;br /&gt;"Ibu selalu sedih karena aku?'&lt;br /&gt;" Barangkali jika kau mau beritahu siapa kau...."&lt;br /&gt;"Kau tahu, aku bisa membaca apa yang akan terjadi besok. Maka biarkan apa yang tak diketahui tetap begitu adanya."&lt;br /&gt;Aku tertawa. Zaman sudah sangat maju, meski kami hidup di desa aku sudah tak percaya lagi dengan hal-hal berbau mistis dan supranatural. Aku lebih percaya pada internet. Maka kubiarkan dia menunggu gelakku habis.&lt;br /&gt;"Kau tak percaya kan? Tapi ayah dan aku percaya."&lt;br /&gt;Sejak hari itu, dia berusaha membuatku percaya bahwa ia bisa membaca masa depan. Ke kamarnya yang penuh dengan gambar konstelasi zodiak anak laki-laki itu sering menuntunku masuk. Di dalam ia akan mencoret-coret menunjukkan gambaran di pikirannya tentang ayam-ayam ayah, berapa bertelur minggu ini, berapa ton hasil ladang cabe, dan ikan apa saja yang dibawa pulang nelayan di pantai dekat ladang kami. Suatu kali ia tak mencoret-coret tapi menatapku dalam-dalam.&lt;br /&gt;"Apa-apaan sih?"&lt;br /&gt;"Ssstt. Aku sedang membaca masa depanmu."&lt;br /&gt;"Ah, katakan saja padaku apa soal ujian besok daripada kau baca masa depanku. Itu lebih penting buatku." Aku tergelak dan dia melotot.&lt;br /&gt;Ibuku, menangkap kelebatan anak laki-laki itu menuntun aku masuk ke kamarnya suatu sore.&lt;br /&gt;"Kau tak tahu siapa dia."&lt;br /&gt;Ibuku mengiris kubis keras-keras, hingga aku khawatir jika meleset dan mengenai tangannya tanpa sadar seperti perempuan-perempuan di perjamuan Zulaikha.&lt;br /&gt;"Aku hanya bercakap-cakap. Katanya ia bisa membaca masa depan."&lt;br /&gt;Ibuku makin keras mengiris kubis. Aku merasa bersalah.&lt;br /&gt;Anak laki-laki itu telah membawa warna yang lain ke rumah kami. Aku merasakan kegembiraan seorang ayah memiliki anak laki-laki yang bisa diajaknya mengerjakan ladang.  Aku tak mungkin membantunya sebab sedikit saja kulitku terkena rumput maka gatal-gatal seluruh badan dan ibuku sambil berkeluh akan membedaki ruam-ruam di kulitku. Tapi di dalam rumah ada bara yang juga siap meledak. Aku masih ingat muntahan pertanyaan seperti rentet peluru di serial Combat itu, dan setelah bertahun-tahun ini, masih banyak ranjau tertanam yang siap meledak. Ayahku tak pernah berkata apa-apa tentang anak laki-laki itu.&lt;br /&gt;Dan pada sebuah subuh, aku masih meringkuk di bawah selimut setelah terlambat tidur sebab harus mengetik berlembar-lembar laporan praktikumku, terdengar gaduh di ruang tengah. Aku beranjak melawan dingin sebab suara itu membuatku tak bisa lagi memejamkan mata. Daun pintu perlahan kubuka sedikit, berusaha tak menimbulkan derit. Cahaya lampu panjeran di ruang tengah yang redup tak menghalangiku melihat apa terjadi. Anak laki-laki itu berdiri di tengah ruangan, membelakangi televisi yang tak menyala. Ayahku duduk dan ibuku berdiri di tentang pintu antara ruang tengah dan dapur. Dan, seorang lelaki tak kukenal berdiri membelakangi pintu kamarku hingga tak kulihat wajahnya.&lt;br /&gt;"Sudah saatnya ia menjadi hakku."&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana dengan janjimu?"&lt;br /&gt;" Bagaimana bisa waktu dua belas tahun tak kau gunakan dengan benar?"&lt;br /&gt;Ibuku menatap mereka silih berganti.&lt;br /&gt;"Janji apa yang kau tunggu sebab anak laki-laki ini?!"&lt;br /&gt;Lelaki asing itu memandang ibuku. Aku melihat ibuku yang meradang seolah tunduk di bawah tatapan laki-laki itu. Ayahku seperti hendak menjelaskan sesuatu tapi hanya terkunci di mulutnya. Aku melihat ruang tengah terbalut suasana mistis. Bukankah aku tak percaya pada hal-hal semacam ini? Tapi tak bisa kucegah tiba-tiba aku merinding.&lt;br /&gt;Lelaki  tak kukenal itu memanggil si anak laki-laki dengan isyarat tangan. Anak laki-laki itu mendekat. Mereka kemudian pergi tak berkata-kata. Ibuku beku di tentang pintu dan ayahku duduk terpaku. Aku menutup pintu. Tak tahu apa yang kupikirkan.&lt;br /&gt;Tak ada yang berubah esok harinya, kecuali ibu yang semakin riang, suara irisan kubisnya terdengar merdu, dan ayah yang terlihat lebih murung. Anak laki-laki yang dua belas tahun lalu berdiri di teras kami itu, aku tak pernah tahu siapa.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;GEGURITAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;CANDRA KALIMASADA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dening Redjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan anggonmu teka kang...&lt;br /&gt;Datan kaweruh dumadimu kadiparan&lt;br /&gt;Apa bebarengan kelawan untang&lt;br /&gt;Tekamu pindha tathit tanpa udan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ngancik ing wewengkon iki&lt;br /&gt;            Suwara-suwara kuwi tansah hangandhani&lt;br /&gt;            Marang sak kabehing guru suci&lt;br /&gt;            Rumesep pangeran luhur mring gusti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekamu samar ndak sawang&lt;br /&gt;Ananging sewu werdi kang ndak gawang&lt;br /&gt;Prasasat nemu ing sak jroning pralambang&lt;br /&gt;Ya ing sak tumekaning ati sing kapang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kudune aku lumaku ing kana kae&lt;br /&gt;            Ngancik lad-ladan kancane dhewe&lt;br /&gt;            Nggayuh ayang-ayang sing dadi sesawangane&lt;br /&gt;Lan marang kabeh wae kang wis rinonce&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudune aku tumandang cipta&lt;br /&gt;Ngampiri kabeh sing padha tandang karya&lt;br /&gt;Bisa gawe gumyak senajan mung sedela&lt;br /&gt;Nyirnakna bebendu kang bakal mbalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ananging kang...mung digawe bubrah&lt;br /&gt;            Bubar-bubar sumebar tanpa wadhah&lt;br /&gt;            Apa kudu ana bebanten maneh&lt;br /&gt;            Nggendong kamulyan tanpa jiwa sareh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bakal ketemu maneh&lt;br /&gt;Oncating dubita bisa gumuyu ngekeh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kang.. apa jagade wis padhang&lt;br /&gt;            Banjur anapaki ara-ara sinebrang&lt;br /&gt;            Manekung amrih rahayu sing digadhang&lt;br /&gt;            Bisa nggulung murka ati sing kemramang abang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;120205&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;PUISI-PUISI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Kau Yang Tak Pernah Menemukan Namaku&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Chyto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jembatan pertemuan kau tanyakan nama&lt;br /&gt;Yang tak terdapati&lt;br /&gt;Dalam deretan huruf dan angka&lt;br /&gt;Sungai sungai yang tak hendak berhenti sebelum ceruk menggenangkanmu&lt;br /&gt;Sebegitu waktu&lt;br /&gt;Menenggelamkan apaapa&lt;br /&gt;atau menyatu di antara matahari yang terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang engkau lupa mencatat sejarah yang kutitipi sebagian diriku&lt;br /&gt;Untuk menggenapkan perkenalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai arah angin bisa kau putar mungkin&lt;br /&gt;Dapat kau ambil serpihanku yang telah mendebu&lt;br /&gt;Disembunyikan waktu entah ke mana&lt;br /&gt;Dan kau dapatiku belum punya nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai cahaya mampu mengantarmu&lt;br /&gt;Di kegelapan. Kau boleh punguti namaku&lt;br /&gt;Tercecer di Jogja antara perjalanan kita ke Surabaya&lt;br /&gt;Terlalu lelah buku harianmu mengeja&lt;br /&gt;Tak yakin kapan saat kau tiba&lt;br /&gt;Aku mungkin telah berada di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita tak pernah bertemu&lt;br /&gt;Kecuali diriku tubuh tanpa nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebaiknya kita mendekam di rahim yang sama&lt;br /&gt;Setetes darah kita nikmati berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumbung Aksara, 21Jan08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;DARI BALIK KACAMATA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;: perempuan-perempuan lumbung aksara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Imam Wahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari balik kacamata yang tenang. Aku selalu saja terkesima.&lt;br /&gt;Pada mereka yang masih setia menanti. Kekasih yang&lt;br /&gt;tiada pernah berkabar. Datang dan pergi.&lt;br /&gt;Tak bisa diduga dan dimengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah. Perempuan-perempuan itu duduk melamun di muka&lt;br /&gt;jendela sepanjang hari. Bersama sepi yang bernyayi.&lt;br /&gt;Ditemani secangkir kopi yang mulai basi. Dan pohon sawo&lt;br /&gt;di samping rumah yang mulai renta.&lt;br /&gt;Sebentar lalu rintik hujan turun menetes satu-satu di teritisan.&lt;br /&gt;Seolah menaksir rindu yang menahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh...kekasih datanglah ?! Aku menantimu.&lt;br /&gt;Aku menunggumu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan semilir angin berhembus pelan. Tak dinyana&lt;br /&gt;menerbangkan para kekasih ke hadapan. Berloncatan. &lt;br /&gt;Mereka menghambur ke pelataran.&lt;br /&gt;Menyambut kata-kata yang berjumpalitan.&lt;br /&gt;Menangkapnya dengan rindu yang makin meradang.&lt;br /&gt;Makin sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kemudian orang-orang ramai bercerita. Tentang&lt;br /&gt;perempuan-perempuan yang bahu membahu membuat&lt;br /&gt;rumah inspirasi bagi kata-kata. Berkembang semakin besar&lt;br /&gt;Makin berkibar. Menjadi lumbung kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara disini, dari balik kacamata yang gamang.&lt;br /&gt;Aku makin terkesima. Melihat mereka tiada lelah bercumbu&lt;br /&gt;dengan kata-kata sepanjang malam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulon Progo, Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Sajak Buat Laut Kita&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Nurul Lathiffah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan ini, tetes pertama&lt;br /&gt;seteleh kau susur Yogya-Surakarta&lt;br /&gt;di perjamuan ini, wangi mawar, kau susun di dekat&lt;br /&gt;:perapian&lt;br /&gt;lalu kita eja jarak yang panjang&lt;br /&gt;rindu yang mengejar pertemuan&lt;br /&gt;menitiskan selaut keharuan&lt;br /&gt;menyesak.&lt;br /&gt;mendesak.&lt;br /&gt;menggelorakan.&lt;br /&gt;Laut kita yang semula mati.sepi. hening. Kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Jangan Menelponku Malam Ini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Akhiriyati Sundari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menelponku malam ini&lt;br /&gt;Sebab sinyal telah hilang di tikungan gedung dewan&lt;br /&gt;Akan sia-sia kau jelajahi sunyi&lt;br /&gt;Seperti pernah kau puja&lt;br /&gt;Dan kau tulis dalam altar ruang senyapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menelponku malam ini&lt;br /&gt;Sebab rembulan tak lagi luruh&lt;br /&gt;Melewati kelokan hatimu yang menyepuh&lt;br /&gt;Lipatan demi lipatan sepenuh sungguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menelponku malam ini&lt;br /&gt;Sebab tak lagi ada rinai air&lt;br /&gt;yang menghanyutkan sepi kembara&lt;br /&gt;langkah yang tak terbaca&lt;br /&gt;menyudut di titian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menelponku malam ini&lt;br /&gt;Kecuali kau kabarkan&lt;br /&gt;BBM batal naik detik ini&lt;br /&gt;Ah,&lt;br /&gt;Sketsahati, 23 Mei '08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;NASIYEM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Lathif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarmu Nasiyem?&lt;br /&gt;kemarin kau mempesonaku&lt;br /&gt;bahkan karenamu&lt;br /&gt;aku hampir menduakan Tuhanku&lt;br /&gt;kau datang dalam mimpiku&lt;br /&gt;dalam sadarku&lt;br /&gt;dalam i'tikafku&lt;br /&gt;bahkan dalam shalatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarmu Nasiyem?&lt;br /&gt;Ada apa dengan perutmu?&lt;br /&gt;Aku kan sudah bilang&lt;br /&gt;jangan buka jendela malam-malam&lt;br /&gt;karena angin malam tak baik untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarmu Nasiyem?&lt;br /&gt;Parfummu menyelinap di sela-sela nafasku&lt;br /&gt;Kenapa kini berbau comberan?&lt;br /&gt;Ohh ... betapa sayang&lt;br /&gt;Bidadariku terpuruk di tempat sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kauman, 30 September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Aku Jalan Tengah Malam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Oleh : Firdaus Asykar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jalan tengah malam&lt;br /&gt;Ada yang berjajar jajakan diri&lt;br /&gt;Bukan, bukan lelaki&lt;br /&gt;Perempuan, seksi&lt;br /&gt;Di sekitaran Pangsud&lt;br /&gt;Hingga dini hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jalan tengah malam&lt;br /&gt;Dari gedung anggota dewan kota&lt;br /&gt;Kekanan susuri tepian Kalimas&lt;br /&gt;Bersandar pada pagar di trotoar&lt;br /&gt;Lelaki gagah dengan press-body T-shirt&lt;br /&gt;Kadang sendiri-berdua-bertiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jalan tengah malam&lt;br /&gt;Kembang kuning, Diponegoro&lt;br /&gt;Remang kuburan Cina&lt;br /&gt;Jadi tempat sukasuka&lt;br /&gt;Bukan laki juga wanita&lt;br /&gt;Waria saja, waria saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jalan tengah malam&lt;br /&gt;Dari simpang lima Pasar Burung&lt;br /&gt;Naik&lt;br /&gt;Berderet etalase, penuh sofa&lt;br /&gt;Ditawarkan lelaki bersafari&lt;br /&gt;Beberapa pakai Batik,&lt;br /&gt;Ini katanya yang paling gede se-Asia Tenggara&lt;br /&gt;Komplit dari yang&lt;br /&gt;Hampir remaja sampai setengah baya&lt;br /&gt;Yang langsing sampai segembrot tebing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jalan tengah malam&lt;br /&gt;Aku jalang tengah malam&lt;br /&gt;Jalan Surabaya tengah malam&lt;br /&gt;Jalang Surabaya tengah malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BACA BUKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Apa Ya?*&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku        : Sang Musafir&lt;br /&gt;Penulis              : Mohamad Sobary&lt;br /&gt;Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Cetakan           : Pertama, Agustus 2007&lt;br /&gt;Tebal                : 272 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini akan selalu ada kapan saja. Tidak akan berhenti. Memusingkan. Dan sulit atau tidak sulit untuk kita jawab.&lt;br /&gt;Berjalan. Ada tembok. Kita hadapi. Kita ambrolkan. Kita lalui. Kita lega...ada lagi. Kita lakukan hal yang sama dan kita ulangi berkali-kali danterus-menerus.&lt;br /&gt;Mungkin ini sekilas pribadi sang musafir.&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari Sang Musafir, kalau saja ini terjadi dalam diri kita sendiri atau kita jalani, segala apa yang ada dan kita hadapi adalah sekian banyak mutiara hidup penuh sensasi. Betapa tidak, musafir kehidupan berjalan tiada henti dari waktu ke waktu, dia adalah petualang yang mendapatkan apa yang ia cari dan apa yang belum ia dapatkan.&lt;br /&gt;Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami menjadikan novel Mohamad Sobary ini enak untuk dibaca, dimengerti artinya, dipahami isinya dan banyak lagi. Perjalanan setiap judul membawa kita pada persoalan hidup dan kehidupan. Perjalanan musafir menjadikan orang tidak boleh berhenti, menjadikan orang harus berjuang untuk hidup, bercengkerama dengan kehidupan, menghadapi benteng yang ia ciptakan dan tercipta.&lt;br /&gt;Kebebasan, mungkin ini inti setiap kehidupan, mungkin ini yang sekian lama manusia mencari, mengejar dan bahkan demi kebebasan itu, ia rela memenjarakan orang lain, ia rela membunuh orang lain.&lt;br /&gt;Betapa tidak. Kebebasan seorang yang sudah ia dapat, ia harus terbelenggu dengan sebuah sistem birokrasi yang penuh aturan, penuh kepentingan pribadi, kelompok bukan lagi demi kepentingan bangsa. Ini sungguh penyiksaan yang harus dialami orang yang akan masuk ataupun yang dipaksa masuk dalam sistem itu, seperti dalam judul empat. Keterbelengguan seorang pada birokrasi menjadikan ia harus beradaptasi dengan hal yang baru dan berlainan, walaupun tidak selamanya kita akan merasakan kebebasan itu selamanya, ewuh-pekewuh itu kadang juga harus muncul pada setiap diri.&lt;br /&gt;Atau kita bayangkan Muhammad sang nabi. Status musafir dia jalani selama 23 tahun di Madinah, ketika Makah kebebasannya dirampas oleh musuh-musuhnya, kesimpulan yang terbaik adalah hijrah. Memusafirkan kelompoknya yang setuju dengan ide-idenya, keluar dari Makah. Mereka diterima kelompok Ansor, bersatu, membangun, berstrategi untuk mendapatkan hak setiap manusia atas nama kebebasan. Sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;Saya tidak mengomentari isi buku Sang Musafir. Terlalu wagu untuk melakukan itu, tapi sebagai pengagum pengarangnya, saya sangat banyak mendapatkan seluk-beluk kehidupan pribadinya ketika harus berbagi untuk dirinya, keluarganya, dan bahkan untuk manusia pada sekitarnya yang terlihat ataupun yang jauh. Bagaimana perjuangan kehidupan ia lakukan demi kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt;Demikian saja yang bisa saya tuliskan, masih banyak sisi lain dan terlalu banyak yang tidak kita tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(* adalah kesan dari pembacaan ”Sang Musafir” oleh Burhanul Fahruda, pegiat AB Giripeni Wates)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;SMS PEMBACA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;”Halo Lontar..sy penggemarmu d Jkrta..usul blh kan...kgiatan LA dtayangin d situs Lontar dong. Mksie..B-) ”&lt;br /&gt;(Fathin  085643011XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mo nanya neeh, LONTAR, q toe suka nulis2, bikin puisi, cerpen, b-leh gak q salurin hobi q ke LONTAR and gimana caranya?”&lt;br /&gt;(Arif, Margosari  081802645XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhiriyati Sundari, masih aktif mengurusi keredaksian LONTAR sehari-hari. Berdiam di Blok 2 Ngestiharjo Wates. Sketsa-sketsa gumamannya bisa dibaca di blog pribadinya: &lt;a href="http://www.sketsajagad.blogspot.com/"&gt;www.sketsajagad.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chyto, alumni PAI UIN Sunan Kalijaga. Memiliki PD yang tinggi hingga berani menyanyikan lagu SATU Dewa 19 saat ujian pendadaran skripsinya di hadapan sidang dewan penguji. Puisinya pernah dimuat di koran Seputar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fafa, pemilik nama lengkap Fajar R. Ayuningtyas ini sekarang sibuk bekerja di sebuah mini market di daerah Wates. Masih suka berpuisi dan menulis apa saja di www.selepas-lautan.blogspot.com. Tinggal di Ngulakan Hargorejo Kokap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firdaus Asykar, lelaki asli Ngawi Jawa Timur yang mengaku berusia 27 tahun ini aktif di Teater Kusuma Surabaya sejak tahun 2001 dan telah menerbitkan buku kumpulan cerpen tunggalnya Aku Mengumpat Setiap Hari (2008). Beberapa puisinya terdokumentasi di &lt;a href="http://www.surgadaim.blogspot.com/"&gt;www.surgadaim.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Wahyudi, suka menamai diri sendiri dengan sebutan ”Mbah Im”. Mengaku masih terus sabar mencari inspirasi walau karya-karyanya tak pernah membumbung tinggi. Puisi-puisinya bersemayam dengan damai di pondok mayanya www.ilalang-berbisik.blogspot.com.&lt;br /&gt;Lathif, staf pengajar MTs Ma'arif Dondong Wates. Tinggal di Kauman Bendungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul Lathifah, sekarang telah berstatus alumni SMA N 1 Lendah dan meneruskan belajar di Fakultas Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lahir di Kulonprogo, 21 September 1989. Karya-karyanya pernah dimuat di Horison, buletin Coret dan SKH Kedaulatan Rakyat.Tinggal di Dusun 3 Rt.12/05 Brosot Galur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redjo, memiliki nama asli Wahid. Memiliki nama pena yang puitis ”Pujangga Rimba”. Aktif nimbrung berkesenian di komunitas Padhang mBulan. Tinggal di Wates, sesekali di Panjatan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kebebasan berarti tanggung jawab, itulah sebabnya, mengapa kebanyakan orang takut kepadanya” (George Bernard Shaw).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-4999045225571859656?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/4999045225571859656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=4999045225571859656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/4999045225571859656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/4999045225571859656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2008/08/lontar-19.html' title='LONTAR 19'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-7458590039154363319</id><published>2008-07-31T22:33:00.001-07:00</published><updated>2008-07-31T22:49:41.071-07:00</updated><title type='text'>LONTAR 18</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;BILIK REDAKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sastra!&lt;br /&gt;Pecinta LONTAR yang budiman, akhirya BBM betul-betul dinaikkan. Kami merasakan negeri ini kian menggelinding kolaps saja menghadapi hidup yang kian tergerus. Dan, hari-hari ini kami seperti bergulat dengan angka-angka, harga-harga, dan aneka amuk massa yang memilukan hati siapa saja yang hatinya masih menyala. Kekerasan atas nama ”berebut benar” sungguh mencolok mata dan menerjang manusia-manusia negeri ini ke dasar jurang dehumanisasi besar-besaran. Sejauh itu, pihak yang seharusnya bertanggung jawab mengayomi dan memberi rasa aman bagi semua pihak, bahkan dijamin konstitusi, malah sampai hati membiarkan semuanya terjadi. Akankah negeri ini berbalik arah menerapkan hukum rimba di mana ”asu gede menang kerahe?” Apa kata dunia?&lt;br /&gt;Selamat Membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;BYAR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;&lt;strong&gt;Pamflet&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan lalu saya mendapat kiriman 2 eksemplar Inilah Pamflet Itu. Buku antologi puisi tersebut di-pos-kan oleh Hersri Setiawan dari salah satu sudut kota Jakarta. Memang sejak digelar Temu Sastra Tiga Kota (Yogyakarta, Kulonprogo, Purworejo) di Wates pada Januari lalu dimana ia tak bisa menghadiri, saya dan Pak Hersri berulangkali berniat jumpa darat. Namun selalu gagal. Mungkin, untuk sementara, hadirnya buku tersebut menjadi pengganti pertemuan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa Hersri memilih judul Pamflet? Dua ratus tiga puluh dua tahun lampau Thomas Paine menerbitkan Common Sense --dengan tebal 47 halaman, hemat saya, ia adalah “pamflet dalam arti yang sebenarnya”. Sebab pamflet adalah membakar. Dan tak ada buku dalam sejarah kesusastraan yang mempunyai pengaruh begitu cepat seperti Common Sense. Buku ini bagai sangkakala memanggil kolonis Amerika untuk bangkit memperjuangkan kemerdekaan mereka tanpa kompromi dan tiada sangsi”, demikian tulis Robert B Down dalam Books That Change The World.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, memang, Inilah Pamflet Itu bukanlah Common Sense. Tapi, dalam salah satu sajaknya, kita bisa menemui semangat yang membakar. Coba simak bait akhir dalam “Suara Jalanan”: hidup//merebut kemerdekaan, hidup//merebut kemanusiaan. Sebuah ungkapan lugas nan sederhana. Tapi, agaknya, ada magma yang (tak henti-hentinya) hendak dimuntahkan --oleh seorang tua berambut perak yang senantiasa berjiwa muda, yang pernah merasakan betapa kejamnya kekuasaan yang tercerabut dari cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, meski gema muntahan itu tak sedahsyat goresan Paine. Apalagi di tengah masyarakat ramai bangsa ini yang notabene telah bebal terhadap bisikan hakiki kemanusiaan. Pada bangsa yang terdiri dari tatal-tatal, anasir di dalamnya justru amat peka terhadap hal yang berbau remeh temeh. Aliran, Klik, komunitas, golongan, dan segala bentuk pengkotakan lainnya bagaikan bom bersumbu pendek.. Alhasil, organisasi semacam FPI tak butuh lagi selembar pamflet. Sebab “ia adalah pamflet itu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, masihkah hidup//merebut kemerdekaan, hidup//merebut kemanusiaan mampu bergema? Saya ragu. Tapi, saya yakin masih ada yang sudi bersuara …..&lt;br /&gt;MARWANTO (&lt;a href="http://www.markbyar.blogspot.com/"&gt;http://www.markbyar.blogspot.com/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Kangen-kangenan dengan Sangsisaku&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Minggu, 25 April 2008 beberapa awak Lumbung Aksara mengadakan pertemuan dengan Sangsisaku yang diwakili oleh Nur Widodo. Kali ini mengambil tempat di Pantai Glagah Indah. Tidak banyak yang dilakukan selain kangen-kangenan sesama komunitas sastra, tetapi suasana di sekitar tempat acara membuat pertemuan menjadi semakin berkesan. Semilir angin pantai merasuk sampai ke tulang, tetapi "bagus untuk terapi", begitu kata Ndari. Perbincangan sempat dihentikan sebentar untuk mencari tempat yang lebih kondusif karena dingin angin laut makin kuat menembus celah baju dan menerbangkan kertas-kertas dokumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksana pasukan Densus 88 mereka menyisir jalan dan kebun di sekitar pantai. Dan disepakatilah sebuah area di tepian muara sungai Serang. Diskusi dilanjutkan dengan cerita Nur Widodo tentang Sangsisaku, sastra, dan mancing. (Lho… nyambung nggak? :Red) “Mancing tidak hanya dapat ikan, tetapi juga memunculkan inspirasi”, begitu katanya. (Oo…o :Red). Kisah-kisahnya menggambarkan dirinya yang memang hobi mancing. Atau dia akan menampilkan genre baru yaitu Sastra Pemancingan? Tunggu saja beberapa tahun ke depan. (Ltf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;LA ikuti gelar Sastra Balik Desa di Semarang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Komunitas Sastra Hysteria yang digawangi Adin, Gema, Bagus, dan beberapa mahasiswa UNDIP Semarang menggelar acara bertajuk Sastra Balik Desa yang dirangkaikan dengan Temu Penyair Tujuh Kota di Dusun Gebyok Patemon Gunung Pati Semarang, 16-18 Mei 08. Perwakilan dari LA dua orang; Siti Masitoh dan Akhiriyati Sundari. Rangkaian acara yang berseling pementasan budaya warga, diskusi sastra, dan lounching antologi penyair tujuh kota Mencari Rumah betul-betul terasa sebagai geliat ajang saling kian eratnya jaringan komunikasi antarkomunitas sastra yang belakangan marak. Kemasan acara menarik dan terkesan menjadi berbeda karena nuansa pedesaan yang digunakan sebagai latarnya. (Chyto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Kunjungan dari Solo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 24 Mei 2008, kawan-kawan dari komunitas sastra Meja Bolong Solo (Joxum, Ari Wibowo, Gusmel, Nungky, Gatot, dan Wisanggeni) menyempatkan bertandang untuk menjalin kemesraan dengan denyut sastra di Komunitas Lumbung Aksara (LA) Kulonprogo. LA menyambut hangat kehadiran mereka berenam yang tiba di Gedung PCNU KP sekitar jam tiga sore, untuk kemudian menjamu mereka dengan menu-menu sastra (dari urusan perut sampai obrolan-obrolan sastra) di RM. Padang “DELIMA”. Tak lupa mereka memberi kenang-kenangan untuk LA dengan beberapa eksemplar buletin ALIS edisi pertama terbitan mereka. Obrolan gayeng berlanjut lagi di PCNU, diselingi dengan pembacaan puisi dari kedua komunitas. Harapan LA dan kawan-kawan Solo, acara kunjungan sastra semacam ini diharapkan mampu menjadi ruh bagi kedekatan dan jalinan antar komunitas sastra, dan menjadi tradisi yang terus berlanjut tidak saja bagi LA dan komunitas di Solo, tetapi juga komunitas-komunitas sastra yang lain. Saat Maghrib tiba, kawan-kawan Solo undur diri mengakhiri curhat dan berpamitan untuk melanjutkan kencan mereka di sebuah penerbit di Jogja. Makasih ya atas kunjungannya… (Chyto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;LA on air di RSJ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Selasa, 27 Mei 08, LA diundang RSJ (Radio Swara Jogja) untuk bincang bersama seputar apresiasai sastra dus khususnya membaca sastra di Kulonprogo. Kedatangan LA di RSJ disambut meriah oleh Mbak Asti salah satu penyiar. Tepat pukul 16.00-17.00 LA mendapat kehormatan untuk live (on air) dalam acara program interaktif seni dan budaya. LA di wakili oleh AriZur, Ndari, Menol, dan Hendri. Juga hadir dua kawan dari komunitas Padhang mBulan yang di wakili oleh Wakhid dan Landung. Acara yang berlangsung satu jam itu diisi pula dengan interaktif (tanya jawab) seputar komunitas masing masing dan perkembangan sastra di Kulon Progo, baca puisi, dan geguritan. Acara yang disuguhkan sangat menarik sehingga mengundang para pendengar di rumah untuk bertanya kepada kedua komunitas tersebut. Semoga acara ini bisa menjadi acara rutin untuk RSJ dan tetap jaya di udara, maju terus sastra Indonesia. (Hendri Sulistya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;LA hadir di Lounching Antologi Nur Wahida dan Saut Situmorang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 27 Mei 2008, dengan mengambil tempat di Warung Nusantara (Waroeng Koes Ploes) Jalan Bantul Dongkelan, beberapa awak LA menghadiri acara lounching buku puisi (antologi) Mata Air Akar Pohon karya Nur Wahida Idris dan Otobiografi Saut Situmorang karya Saut Situmorang. Buku keduanya merupakan terbitan penerbit SIC Jogja. Tidak ada diskusi atau pembedahan buku dalam acara ini, tetapi dari awal sampai akhir hanya diisi dengan pembacaan puisi. Meski terasa kering karena kemasan acara yang sepi dari backsound, acara ini dihadiri banyak sastrawan nasional dan lokal yang turut membaca puisi antara lain Agus Noor, TS Pinang, Iman Romanshah, Indrian Koto, Sukma, Mahwi Air Tawar, Faisal Kamandobat, dll serta yang menjadikan acara menjadi seru adalah penampilan Sutan Tsabit Kalam Banua (6 tahun). Lelaki kecil yang putera dari penyair Raudal Tanjung Banua dan Nur Wahida Idris sang punya helat acara ini membacakan sendiri puisi-puisinya yang cukup menggelitik, surerealis, dan luar biasa untuk anak-anak seumurannya. Selamat ya… (Ndari AS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;TKP (Teater Kulon Progo) present to “The Kancil”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam, 7 Juni '08, beberapa awak LA dan komunitas Padhang mBulan nonton bareng dan mengapresiasi pentas teater di panggung terbuka alun-alun Wates, yang merupakan rangkaian dari pentas rutin gelaran DisBudPar. Setelah komunitas Sangsisaku, kemudian LA, bulan Juni ini giliran komunitas teater TKP unjuk kebolehan. Mementaskan The Kancil, yang menggelitik dan menyentil, TKP menunjukkan totalitas berteater dan tampil memukau serta menyedot cukup banyak penonton dari kalangan muda. Sudah sewajarnya sebab TKP memang sebuah komunitas teater dan cukup sering mengadakan pementasan. Setidaknya hal ini juga menunjukkan geliat masyarakat Kulon Progo dalam mengapresiasi seni dan sastra. Acara nonton bareng kali ini ditutup dengan minum kopi bareng di angkringan mbak Ika, proliman Karangnongko Wates. (Fafa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;CERPEN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika Kunci Itu Kau Simpan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Retno Prihandaru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi di atas cemara dekat gereja mengingatkan aku padamu yang terakhir kutemui tujuh bulan lalu. Dengan warna yang menumbuhkan bunga lili setelah lama bernaung dalam tandus. Lama tersembunyi di balik semak-semak kering tak seorangpun menjamahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu adalah satu kesalahan besar sepanjang usiaku namun entah mengapa aku begitu menikmatinya. Selama ini aku yang selalu mempedulikan nyanyian-nyanyian kidung, sekarang seolah terbius untuk mendengarkannya lewat alunan yang menggelora menusuk sendi-sendiku. Keberadaanmu di depan jendela kamarku membuatku mencari cara untuk menembus kaca yang terlalu tebal dan kemudian meraihmu untuk merasakan hangat tubuhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berhasil membuatku tertarik untuk bangkit dari rasa engganku menerima segudang cinta dari sosok yang disebut pria. Menolak paradigma bahwa kaum pria adalah buaya darat. Kau begitu sempurna bagiku. Dan kau bukan seperti yang mereka katakan bahwa kaum sepertimu adalah pecinta yang jalang. Memberi segudang iming-iming yang manis membuat para bunga hanyut dalam lautan madu yang disuguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah setelah tujuh bulan berlalu aku masih saja tak bisa mengenyahkan bayangmu yang kini sudah menjadi milik bunga lain. Bukannya aku tak bisa dan tak ingin melupakanmu, namun kau selalu saja tampil mempesona di depan jendela kamarku memenuhi dinding-dinding kamarku serta tak bosan-bosan memperdengarkan nyanyian kidung yang dulu sering kau mainkan untuk mencairkan hati menambah suasana romantis di dekat cemara depan gereja itu. Harusnya aku menampik semua itu, karena kau telah bernyawa dua. Dan aku terperangkap dalam selimut cintamu membuatku malas untuk bangun dari tidur malamku. Kau…..tak henti-hentinya meyakinkanku bahwa kau masih mencintaiku. Mengucapkan puisi karya Sapardi Djoko Damono, itu yang selalu kau katakan sampai aku bosan mendengarkannya namun ngilu juga mendengarnya. Kemana aku harus lari saat aku sakaw mencari candumu. Harus ku tahan rasa ingin merasakan lagi kecup manismu, memberitahuku betapa indahnya memiliki cinta. Merindukan pelangi yang kau kemas dalam sentuhan-sentuhan lembut serta kata-kata romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian setelah tujuh bulan berlalu. Ada seorang pria yang ingin masuk di depan pintu kamarku. Aku belum memberinya kunci, karena kunci yang kumiliki kau bawa dan kau simpan di saku celanamu setiap waktu. Seorang pria itu mencoba berbagai cara agar bisa memasuki kamarku yang saat ini sedang berantakan, berserakan gambar-gambarmu. Layaknya dirimu yang menampakkan diri di depan jendela kamarku melambaikan tangan seolah memberi isyarat agar aku membuka kamar untukmu. Namun aku hanya tersenyum sambil membayangkan wajahmu yang aduhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian aku mulai merasa jenuh dan tersiksa. Tubuhku semakin kerontang saja layaknya bunga di depan kamarku yang tak pernah terkena air hujan. Aku berontak, dan melihat seorang pria yang beberapa bulan ini menampakkan diri di depan kamarku. Aku mulai merasakan kembali hatiku yang tergetar untuk kedua kalinya. Perlahan-lahan bunga di depan kamarku mulai mekar kembali, tak tahu kenapa. Padahal hujan belum kunjung turun.&lt;br /&gt;Dan kemudian aku memberanikan diri untuk meminta kunci kamarku yang selalu kau bawa kemana-mana di saku celanamu ketika kau mengunjungiku. Saat aku meminta, kau tidak memberikanya. Kemudian aku menangis layaknya anak kecil saja yang ingin dibelikan mainan. Kau tetap tidak memberikan kunci itu kepadaku. Aku tak bisa diam seperti ini. Hingga akhirnya aku mencoba merebut kunci yang ada di saku celanamu. Namun aku malah jatuh di pelukanmu dan kembali kenangan-kenangan lamaku teringat kembali. Namun aku tak ingin hanyut dalam nuansa seperti ini lagi. Aku bersyukur masih memiliki akal sehat. Kembali teringat keinginanku dari awal, bahwa aku ingin merebut kunci kamarku kembali untuk memberikannya pada seorang pria yang akhir-akhir ini menghiasi jendela kamarku dan telah merawat bunga-bunga di depan jendela kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau…….akhirnya menyerahkan kunci itu dengan ikhlas dan diakhiri dengan sebuah kecupan yang kini aku merasa hambar dari kecupan itu. Aku hanya bisa mengucap terimakasih. Juga kembali lagi dalam kamarku. Aku tak sabar untuk segera membukakan pintu untuk pangeranku yang baru. Namun begitu terkejutnya aku ketika melihat kau dengan wajah tersenyum mengeluarkan sebuah kunci lagi. Dan ternyata, itu kunci duplikat pintu kamarku.&lt;br /&gt;Akankah kau akan kembali lagi dengan kunci duplikat itu………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** Tamat *****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GEGURITAN&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Kasaput Pedhut&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dening : S. Arni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ing wayah rina&lt;br /&gt;Surya kang lagya sumunar&lt;br /&gt;Dumadakan ana prahara&lt;br /&gt;Agawe kekesing nala&lt;br /&gt;Datan kuwawa nampa coba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba peparinging Hyang Manon&lt;br /&gt;Pepesthen kang kudu kasandhang&lt;br /&gt;Marang sak sapa wae&lt;br /&gt;Kang datan bisa suwala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maneh ngangga wektu&lt;br /&gt;Arep tobat wis tinutup&lt;br /&gt;Apa maneh arep ngeripih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabeh mau wis kinudrating pesthen&lt;br /&gt;Yaiku pepesthening urip&lt;br /&gt;1 Nov'07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PUISI&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;MENIKMATI KEHILANGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Imam Pamungkazz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu bodoh&lt;br /&gt;mungkin untukku&lt;br /&gt;tak ada kata&lt;br /&gt;apalagi suara&lt;br /&gt;tingkah yg membangunkan&lt;br /&gt;dari mimpi indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadir kala nikmat&lt;br /&gt;menjadi laknat&lt;br /&gt;sesuatu yang tak ada menjadi ada&lt;br /&gt;tak mungkin jadi mungkin&lt;br /&gt;yang tertakutkan datang&lt;br /&gt;putih&lt;br /&gt;terlihat putih&lt;br /&gt;menjadi hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termangu menikmati kehilangan&lt;br /&gt;meniti penyesalan&lt;br /&gt;merajut kembali harapan&lt;br /&gt;untuk lebih baik?..entah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdiam dalam kekalutan&lt;br /&gt;memandang kepingan berserakan&lt;br /&gt;terbujur dalam denting&lt;br /&gt;mendesah kehilangan udara&lt;br /&gt;tercecer tersebut sesal&lt;br /&gt;aku ingin tegar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutanamkan hikmah&lt;br /&gt;agar menuai tabah&lt;br /&gt;untuk sebuah kelana&lt;br /&gt;bukankah hidup ini tak harus mempertaruhkan??!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Kau; yang maha puisi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : AriZur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;jejakMu tertinggal&lt;br /&gt;disana diantara&lt;br /&gt;tumpukan katakata&lt;br /&gt;-Ngestiharjo 23 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Plong&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Syamsul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plong Kucabut bulu hidung&lt;br /&gt;Lhes, bulubulu jenggot&lt;br /&gt;Ler , bulubulu ketiak&lt;br /&gt;Brut, bulubulu khaki&lt;br /&gt;Plong,Lhes,Ler, Brut bulubulu&lt;br /&gt;Sampai kapan rasa nikmat ini bertahan&lt;br /&gt;Bisa jadi sampai rasa tidak mati&lt;br /&gt;Karna stroke&lt;br /&gt;Gula&lt;br /&gt;Bebal hati&lt;br /&gt;Buthek otak&lt;br /&gt;Sampai nyawa krasan di badan&lt;br /&gt;Dan rasa rindu masih bebuncah di tubuh&lt;br /&gt;Iman masih bertengger di jiwa&lt;br /&gt;Lalu bersatu denganNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trayu, 20 Januari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;BUKAN YANG DULU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Kasiyanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata tak terucap&lt;br /&gt;Tak tersampaikanpun dengan nurani&lt;br /&gt;Jiwa hijau terlihat gersang&lt;br /&gt;Oleh kata-kata mati&lt;br /&gt;Arus menyusut damai&lt;br /&gt;Kutulis "cinta" diatas air&lt;br /&gt;Tersapa arus&lt;br /&gt;Hilang tanpa rasa&lt;br /&gt;Pengorbanan yang sia-sia&lt;br /&gt;Meski jiwa telah membelah bumi&lt;br /&gt;Karena keputusan ini ...&lt;br /&gt;Membuatku beku dalam dunia&lt;br /&gt;Akankah ada gurau setelah ini&lt;br /&gt;Setelah jiwamu melayang dilangit kelabu&lt;br /&gt;Meski kau dekat tapi bagiku jauh&lt;br /&gt;Kau bukanlah dulu yang cintaiku apa adanya&lt;br /&gt;Wates, 28 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Panen Tiba&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Rio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim demi musim berganti&lt;br /&gt;Ku gembira usai bekerja&lt;br /&gt;Menguning sawah di lahan luas&lt;br /&gt;Membentang&lt;br /&gt;Dendang anak gembala akan pesta desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bergulir tiada henti&lt;br /&gt;Kumasih setia menjadi kasihmu&lt;br /&gt;Berharap kisah kita abadi selamanya&lt;br /&gt;Rindu anak manusia pada nikmat cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen telah tiba&lt;br /&gt;Kita bersyukur padanya&lt;br /&gt;Atas semua rahmat dan karunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen telah tiba&lt;br /&gt;Kita berdua berikrar&lt;br /&gt;Bangun keluarga nan bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen telah tiba&lt;br /&gt;Kita berjanji bersama&lt;br /&gt;Jalani hidup di rumah sederhana&lt;br /&gt;Jogja, 23:45, 18-05-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Sajak baru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hendri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tulis sajak baru,&lt;br /&gt;di kertas putih seputih salju,&lt;br /&gt;inilah sajak baru,&lt;br /&gt;tempatku mengadu ,&lt;br /&gt;menyuarakan suka dukaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Sesal bukan Cerita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh : CB Omega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubur menganga arwah mengerang&lt;br /&gt;Tulang kretak sendi ingin bernyanyi&lt;br /&gt;Kelam membuai derita menyerang&lt;br /&gt;Denyut memangsa hidup yg mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti meratap jiwa yg tertawa&lt;br /&gt;Melody siksa hapuskan ragu&lt;br /&gt;Hati berharga asa tersia&lt;br /&gt;Keindahan hadir teriring layu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rasa berganti rupa&lt;br /&gt;Tetap cinta berkuasa&lt;br /&gt;Sebening mata menatap yang ada&lt;br /&gt;Sehangat pelukan adam yang perkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;5 = lima&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Sukardi Cimeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Engkau datang&lt;br /&gt;Setelah sekian lama aku gerah dalam penantian&lt;br /&gt;Mengembara bersama catatan-catatan sejarah yang tercecer&lt;br /&gt;Tertinggal di atas batu karang yang pongah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja telah mengantarku tidur&lt;br /&gt;Dijemput oleh mimpi-mimpi ½ hati&lt;br /&gt;Berkelana bersama tinta-tinta sang pujangga&lt;br /&gt;Menggoreskan dalam sastra-sastra kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah aku mengembara dalam suasana&lt;br /&gt;Dililit kain putih dosa&lt;br /&gt;Hening tanpa suara mereka yang mengumpat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini...&lt;br /&gt;Biarkan ajal datang menghadang&lt;br /&gt;Kan kusambut dengan lantunan sajak cinta&lt;br /&gt;Kuhanyutkan dalam air mata pertaubatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, 21 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;SMS (SEPUTAR MENULIS SASTRA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Berkarya dalam Ruang Religius&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T.S. Eliot, seorang santrawan Inggris berpendapat bahwa kebudayaan tidak akan bisa mengalami masa cerah tanpa dilandasi nilai-nilai religiusitas keagamaan. Oleh karena itu, sastra religius/profetik menjadi gagasannya dalam menggerakkan sastra modern di berbagai negeri, semata-mata untuk memberikan pencerahan dan ikut menyeimbangkan dunia yang berat sebelah antara kehidupan materialistik dengan nilai religiusitas. Menurutnya, gaya sastra yang kelewat humanistik, psikologik, dan sekular, membawa penikmatnya hanya tertuju pada cakrawala/batas pandangan yang sempit, dunia yang “ini” semata, yaitu dunia yang mengajar manusia untuk takluk pada materi dan kekuasaan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra religius mempunyai ciri dimensi sosial-transendental dan mempunyai pesan moral filosofis; hal yang lahir semata-mata dari kedalaman rasa dan batin melalui renungan dan penghayatan filosofis sehingga karya sastra religius cenderung mempunyai makna yang “dalam”. Kedalaman inilah yang membuat sastra menjadi “lebih”. (Saya jadi ingat ucapan Iman Budi Santosa: “Jangan sekedar menulis puisi, tetapi gunakan puisi untuk menjadi lebih”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari opini masing-masing mengenai hal ini, yang jelas sastra tidak bisa menutup mata terhadap realitas batin, pada pengalaman-pengalaman spiritual dan religus tempat ia menemukan dirinya. Sastra yang demikian, ujar Iqbal, lahir dengan dilandasi oleh ilmu dan cinta, pikiran dan hati/visi yang terang, pribadi yang teguh, beriman tanpa pamrih, serta dilandasi rasa kebebasan dan keberanian. Karena itu ia lahir dari kedalaman intuisi yang berjuang terus mengatasi penderitaan, menundukkan kejahatan, dan membangun kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S. Prasetyo Utomo mengatakan: “Kedekatan dengan Sang Pencipta membuat seseorang mampu “melihat” segala sesuatu sehingga dengan kondisi ke-wening-annya dengan sendirinya mengalir bermacam ide dan gagasan yang melahirkan karya secara terus menerus”. So, apalah ruginya berdekat-dekat dengan Sang Kreator Sejati, toh Dia menjadikan kita untuk terus berkarya bagi kehidupan sekarang maupun yang akan datang.&lt;br /&gt;(Siti Masitoh, Pemimpin Umum LONTAR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;BIODATA PENULIS LONTAR EDISI 18/TH.II/2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;AriZur,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; biasa dipanggil Mbak Zur atau Mbak Aris. Tidak pernah mau menuliskan biodatanya secara penyair (gitu loh?). Tapi mudah saja bagi yang ingin tahu lebih banyak tentangnya, sering-seringlah datang di LA punya acara. Dia selalu ada. Tinggal di Blok 2 Ngestiharjo Wates.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;A. Samsul Ma’arif,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; mantan kru redaksi LONTAR. Penyair satu ini dengan sangat terpaksa tidak bergabung di kru LONTAR lagi karena ”jam terbang yang tinggi” di aktivitas keilmuan yang tengah digelutinya saat ini di Bantul. Masih tinggal di Trayu Galur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;CB. Omega&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; alias Christian Baptista Rizky Omega Putra, lahir di Wonosobo, 15 agustus 1992. Pernah memenangkan lomba/ ajang penulisan puisi yg diadakan oleh Bapak Peni S. selaku walikota Malang sebagai juara 3. Saat ini tinggal di Malang Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Imam Pamungkazz,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; penyair yang aktif menuliskan puisi-puisinya di blog pribadinya, &lt;a href="http://www.aksara-rasa.blogspot.com/"&gt;http://www.aksara-rasa.blogspot.com/&lt;/a&gt;. Seniman musik komunitas Padhang mBulan ini tinggal di Kedunggong Wates.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Kasiyanita,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; pelajar SMP 4 Wates yang memiliki motivasi ingin menekuni bidang sastra, terutama puisi. Ungkapnya; ”Karena bagiku, di mana ku melangkah di situ puisi tertoreh. Puisi bisa melantunkan tembang hati yang menggumpal.” Ck..ck..ck. Gadis belia ini tinggal di Mutihan Wates.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Muh Rio Nisafa,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; web admin blog LONTAR ini beberapa waktu lalu resmi melepas masa lajangnya bersama perempuan pujaan puisi-puisinya. He he. Semoga tambah semangat berkarya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Retno Prihandaru,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; penulis satu ini tidak diketahui keberadaannya sekarang. Mungkin sedang menyepi mencari ilham. Tetapi katanya, perempuan kelahiran Semarang ini kini sedang mencoba berjuang meraih cita-cita. Sangat menyukai puisi dan mengaku seorang simpatisan LONTAR.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;S. Arni,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; ibu rumah tangga kelahiran 4 September 1961. Semasa gadis pernah bermain teater, drama, tari, dan menyanyi. Produktif menulis geguritan tetapi jarang mempublikasikannya. Tinggal di Gebang I Plumbon Temon.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Sukardi Cimeng,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; lelaki kelahiran Kulonprogo, 23 Oktober 1983. Sampai sekarang mengaku masih setia hidup dalam kesendirian dan tetap bahagia menyandang gelar mahasiswa (skripsi yang tak kunjung usai). Bersyair merupakan buah dari hobinya membaca dan ngobrol ngalor-ngidul serta dengerin musik-musik cadas (metal). Tinggal di &lt;a href="mailto:sukardimengerti@yahoo.co.id"&gt;sukardimengerti@yahoo.co.id&lt;/a&gt; dan Clawer Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;SMS PEMBACA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Hay rekan rdaksi lntar, bisa kah kalo mw ikutan krim puisi di redaksi, sypa tau puisiku bsa dimuat ”&lt;br /&gt;(Rohman, dkt ponpes Zeje, dah alumni 085643533XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lontar edisi 15 trbit bln apa ya? Dmn sy bs mdptkanny? Kok di perpust, aq g nemu. Tahu2 sdh edisi 16. Thanks”&lt;br /&gt;(08176867XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff00;"&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“ 'Kebenaran' laksana cermin yang diberikan Tuhan dan kini telah pecah. Manusia memungut pecahannya dan tiap orang melihat pantulan di dalamnya, dan menyangka telah melihat kebenaran.&lt;br /&gt;Maka sungguh repot, bila ada yang lantas menggunakan pecahan kaca itu untuk atas nama kebenaran menusuk orang lain yang memegangi pecahan yang lain”&lt;br /&gt;(Mohsen Makhmalbaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;RALAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi mohon maaf atas kekhilafan dalam pemuatan puisi saudara Fajar R. Ayuningtyas selaku penulis/pemilik asli puisi "Cinta Sudah Mati" pada LONTAR edisi 17. Puisi tersebut setelah dikonfirmasi redaksi ternyata milik saudara Fajar, bukan milik saudara Wahyu Gendon selaku pengirim puisi tersebut.&lt;br /&gt;0856-4323-1104&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-7458590039154363319?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/7458590039154363319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=7458590039154363319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/7458590039154363319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/7458590039154363319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2008/07/lontar-18.html' title='LONTAR 18'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-4274335482285995296</id><published>2008-06-18T00:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-18T00:05:17.028-07:00</updated><title type='text'>LONTAR 17</title><content type='html'>BILIK REDAKSI&amp;shy;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;br /&gt;Kami putera puteri Indonesia; ”Bertanah air satu satu tanah air tanpa penindasan, Berbangsa satu bangsa yang gandrung keadilan, Berbahasa satu bahasa kebenaran.”&lt;br /&gt;Pembaca LONTAR yang budiman, pada bulan Mei ini genap satu abad Kebangkitan Nasional. Sengaja kami membuka tulisan ini dengan sedikit ”berapi-api”. Syukur-syukur bisa menggelorakan semangat siapa saja yang masih mencintai bangsa ini. Tentu saja semangat untuk menerusi perjuangan menuju cita-cita bangsa.&lt;br /&gt;Di saat himpitan beban rakyat kian sesak, ditambahi oleh kenaikan BBM yang tidak berhenti di tingkat isu tapi secara nyata telah merasuk di kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Di saat cita-cita kesejahteraan seluruh rakyat masih ada di sudut kepala. Dan di saat-saat lain bangsa negeri yang besar geografis dan kekayaan alam ini ternyata mengalami ironi yang tak kunjung sudah, masihkah ingatan kita bisa disundut oleh semangat Kebangkitan Nasional yang dikobarkan sejak 1908 silam? Rasa-rasanya jawabannya harus terpulang kepada para pengambil kebijakan di negeri ini. Bisakah tanggung jawab mereka kepada rakyat menjadi layak untuk ”diangkat topi”?&lt;br /&gt;Selamat Membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BYAR&lt;br /&gt;Bangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Kristal//(yang sungguh kristal)//mengganti tatal-tatal&lt;br /&gt;Sebagai indahnya gurun//dilukis waktu bangun (1999)&lt;br /&gt;Puisi tersebut mendadak muncul di ingatan ketika saya bangun pada sebuah pagi tanggal 21 Mei 2008 di salah satu sudut kampung Kemayoran (Jakarta Pusat).  Memang, tak ada gurun di Jakarta. Lanskap ibukota masih seperti biasa:  lalu lintas semrawut, pemukiman kumuh menyobek keindahan gedung bertingkat, dan air sungai mengecer bau tak sedap.  Aktivitas warga pun tak ada yang istimewa. Namun, di kampung  tempat saya singgah sejenak tersebut, ada juga warga yang bicara satu abad kebangkitan nasional. We-eh, benarkah gema peringatan seabad kebangkitan nasional menyusup hingga ke pelosok orang-orang kecil?&lt;br /&gt; Saya takjub pada obrolan mereka orang biasa yang hidup terjepit di antara keangkuhan dan hiprokrisi pengusa.  “Mana bisa bangkit? Apa yang masih kita miliki? Semua sudah dijual ke orang asing…!” Dan kemudian, masya Allah, mereka begitu hafal mengabsen aset milik bangsa kita yang telah pindah tangan ke pihak  asing. “Yang realistis, kita menjadi gelandangan di kampung sendiri”, lanjut mereka (seakan menirukan sebuah judul buku karya budayawan Emha Ainun Nadjib). Saya hanya bengong mendengar obrolan mereka. Lalu beranjak keluar rumah, keluar gang, mencari metro mini untuk keliling ibukota. Dari jendela bus, gambaran bangsa ini melintas di angan:&lt;br /&gt;Pasca reformasi sepuluh tahun silam, bangsa ini mirip tatal. Pecahan atau kepingan dari keseluruhan. Tatal yang dalam dunia pertukangan hanya layak dibuang. Tak jauh beda dengan sampah. Tapi, sebentar, menurut ilmunya para wali, justru dari kepingan atau tatal itulah kita bisa meraih “kristal”. Mau amsal? Tiang utama Masjid Agung Demak.  Barangkali ini yang jarang kita sadari: bangsa kita justru kuat karena berangkat dari tatal-tatal.&lt;br /&gt;Selain mirip tatal, kondisi bangsa kita juga seperti gurun yang gersang: seakan siapa saja yang memerintah tak bakalan merubah keadaan.  Tapi bukankah dalam gurun itu ada oase. Dan, seperti bunyi sebuah sajak, bukankah gurun dan oase masih saling setia? Tafsir dari larik kalimat ini memang tidak tunggal.  Dalam konteks ini, bisa saja ditafsirkan: dalam kesulitan ada kemudahan. Maksudnya, sesulit apapun kendala yang dihadapi bangsa ini, sebuah kebangkitan dari keterpurukan itu tetap ada. Agaknya, yang luput kita telisik adalah “belum ada kesinambungan antara bangkit dan bangun”. Kita maunya bangkit, tapi sejatinya belum bangun. Padahal kalau kita sudah “bangun”, apapun yang kita lihat terasa indah. Gurun gersang sekalipun.&lt;br /&gt;M A R W A N T O (&lt;a href="http://www.markbyar.blogspot.com/"&gt;www.markbyar.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;br /&gt;Chairil Anwar Ketemu RA Kartini&lt;br /&gt;Pada hari Sabtu, 4 April 2008, Sangsisaku (Sanggar Seni Sastra Kulon Progo) mengadakan pentas terbuka di Taman Binangun Alun-Alun Kulon Progo. Pentas terbuka itu mengambil tema Chairil Anwar Ketemu RA Kartini. Tema itu diambil karena bulan April merupakan bulan wafatnya Chairil Anwar yang sekaligus dijadikan Hari Puisi Nasional. Selain itu bulan April juga diperingati sebagai hari Kartini, sehingga dalam pentas di situ banyak diceritakan tentang kehidupan perempuan era Kartini kaitannya dengan era sekarang. Pentas tersebut dimulai pukul 20:30  22:30 dengan para pemain: Ki Soegiyono MS, Joko Budhiarto, Danu PP, Papi Sadewa, A Legiyo, Nur Widodo, Kelik Bule, St Suryani, Bardal, Sunarto, Guntoro, Sukadi, Ayuk, Suci Astuti, dan lain-lain. Walaupun pada saat itu suasana pentas dibarengi dengan hujan sehingga membuat alun-alun menjadi becek dan suasana menjadi dingin, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para seniman tersebut untuk berkarya dan berapresiasi. Para penontonpun dibuat berdecak kagum oleh penampilan mereka. Sukses buat Sangsisaku....&lt;br /&gt;(Sukardi Cimeng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LA Mementaskan ”BENDERA”&lt;br /&gt;Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kulonprogo (DisBudPar) kembali menggelar pentas rutin setiap bulan di Panggung Terbuka Alun-Alun Wates. Setelah bulan lalu dibuka oleh komunitas Sangsisaku, kini giliran komunitas sastra Lumbung Aksara (sekadar mengingatkan, Lumbung Aksara adalah sebuah komunitas sastra, BUKAN komunitas teater, seperti yang diucapkan oleh MC dari DisBudPar dan yang tertulis di spanduk-spanduk pinggir jalan raya). LA diundang oleh DisBudPar untuk mengisi pada Sabtu, 3 Mei 2008 pukul 19:30 WIB. LA yang bukan komunitas teater mencoba berteater dengan melakonkan ”BENDERA” hasil besutan naskah dan sutradara Zaki Zarung dari Teater Sangkal Kotagede. Meski di satu Alun-Alun ada dua panggung (satunya adalah pentas wayang BARAKULER), ketika LA pentas semua penonton bisa fokus ke Panggung Terbuka Lumbung Aksara. Meski berdurasi cukup pendek, LA mampu menyedot perhatian penonton dan juga wartawan media yang banyak hadir. Dari aktivitas LA yang ”aksara” ke ”raga-swara”, LA merasa harus ”melompat lebih tinggi”.&lt;br /&gt;(Ndari AS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LA Potong Tumpeng yang ke-2&lt;br /&gt;Di tengah kesibukan mempersiapkan pentas teater, Kamis 1 Mei 2008 bertempat di Gedung NU Kulonprogo, Komunitas LA mengadakan syukuran dan doa bersama atas usianya yang menginjak ke-2. Dalam acara yang bergelar ”Refleksi 2 tahun sudah kita menjalaninya” tampak hadir kerabat besar LA dan para apresiator LA selama ini, yakni: Komunitas Sangsisaku, Komunitas Padhang mBulan, Komunitas AB Giripeni dan Teater Sangkal PP. Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta.&lt;br /&gt;Meski cukup lelah setelah seharian Gladi Resik di Panggung Terbuka Alun-alun Wates, tidak mengurangi ucapan selamat dan kado-kado penuh cinta yang terus mengalir di sepanjang acara. Mulai dari Pembacaan puisi, musikalisasi puisi juga lounching Antologi Puisi Tunggal Marwanto ”Menaksir Waktu” yang diterbitkan oleh Komunitas LA dan www.markbyar.blogspot.com.&lt;br /&gt;Apapun, SELAMAT !!! Semoga saja bukan sekedar romantisme perayaan belaka.&lt;br /&gt;(Izur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERPEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI PENGHUJUNG ASPAL KOTA&lt;br /&gt;Cerpen Tamam Ayatullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semburat merah senja menuai hampir temaram. Di kota yang separuh metropolis, separuh desa ini segala sesuatu terpampang sempurna di mata. Sedikit ke tengah, tentu sudah memasuki jantung kota. Sedikit membalikkan beberapa langkah kau tentu memasuki pinggiran kota. Kalau kau tidak percaya, letakkan motor bututmu tepat di tengah Jalan Kaliurang ke selatan, setelah lima menit kau akan memasuki bibir lentiknya kota dengan segala kekotaannya; tebalnya polusi; pekaknya telinga dengan suara kendaraan; atau mungkin tebalnya mukamu menyaksikan situasi hingga lupa duduk di bangku beton di perempatan pos besar Malioboro sana. Nah, tidak sampai sepuluh menit, gerakkanlah motormu ke utara. Dingin dan sejuknya hawa pedesaan pesisir Merapi segera menyergap ketakjubanmu tentang betapa indah dan naturalnya alam yang masih sangat murni kemurniannya.&lt;br /&gt;“Mas, lebih baik di lembah UGM saja,” aku garuk-garuk kepala mendengarnya. Belahan hati yang duduk di belakangku ini emang aneh-aneh saja. Barusan ketika di jalan Malioboro dia meminta ke jakal, katanya biar mesranya lebih sejuk. Lha, belum turun saja dari motor dia malah minta balik. Kurasa dia terlalu romantis sih. Aku menghentikan laju motor, kemudian balik lagi ke selatan dengan hati tak berhenti memaki.&lt;br /&gt;Beberapa menit meliuk-liuk, tiba juga di lembah itu. Kami turun dari motor dan segera menyeleksi tempat-tempat terbaik ngobrol. Kami memilih suatu tempat yang sepi di sebelah sana itu. Kemudian duduk tidak saling berhadapan. Sama-sama menghadap ke timur. Kami sudah setahun ini berhubungan sebagai dua lawan jenis yang bersepakat satu pikiran. Satu hati. Semingguan ini, sesuatu terjadi. Mendadak dia meminta menikah. Kau tahu sendirilah, aku ini masih mahasiswa semester enam. Wajar saja kan jika kagetnya luar biasa? Lha, ketahuilah untuk beberapa semester kuliah ini saja bapak sudah sering menggadaikan isi rumah buat bayar uang semester. Kalau aku menikah, barangkali dirikulah yang lumayan tinggi digadai demi kebutuhan. Memangnya dari mana dapat biaya hidup? Sekarang ini biaya kebersamaan untuk berdua sangatlah mahal.&lt;br /&gt;“Terus-terang jangan sekarang Mel.” Kataku setelah beberapa detik kami saling diam. “Jujur saja, kita harus realistis mengalami hidup.”&lt;br /&gt;“Aku setuju. Memang harus demikian.” Sahutnya santai seakan sama sekali tidak terbebani kayak dulu. Jujur saja, aku lega dia tidak lagi sekuat dulu menggugat karena ketidaksiapanku menghadapi kebersamaan yang sempurna itu. Aku bahagia, kini Amelia menjadi lebih bijak dari yang biasanya.&lt;br /&gt;“Aku sangat paham situasi mas sangat tidak memungkinkan untuk itu.”&lt;br /&gt;“Terima kasih kau mau mengerti.” Amelia manggut-manggut mengiyakan. Aku bakalan repot jika masih seperti minggu lalu. Selama dua jam dia menangis, agar segera meresmikan hubungan kami. Aku menolak. Untuk membayar uang semester aja, aku terpaksa menjual HP. Gimana mau menikah?&lt;br /&gt;“Berarti semua urusan sudah selesai kan?” tambah Amelia. Aku mengangguk senang, meski sekilas wajah Amelia seperti muram. Sayang malam makin turun, sehingga tidak menampakkan kelengkapan raut di wajahnya.&lt;br /&gt;“Baiklah, sebaiknya kita langsung pulang.”&lt;br /&gt;“Loh, kan baru beberapa menit duduknya? Lelahnya saja kan masih ada Mel.”&lt;br /&gt;“Hehe, kan semuanya sudah terselesaikan? Bukankah kita ke sini hanya demi menyelesaikan suatu urusan? Dan urusan itu sekarang sudah beres? Lalu apalagi?”&lt;br /&gt;Aku menarik napas tidak mengerti arah pembicaraan.&lt;br /&gt;“Memang sih. Tapi masak cepat-cepat pulang begitu? Masih letih nih.”&lt;br /&gt;“He, kamu ini gimana sih? Pulang ya pulang!” aku tersentak kaget. Sikap Amelia tiba-tiba berubah sangat ketus. Tanpa menunggu sahutan, dia berdiri dan kemudian melangkah sendirian. Aku mengejar, setelah itu menggamit tangannya. Amelia berbalik dan melotot.&lt;br /&gt;“Kamu ini kok aneh banget toh?” kataku agak keras. Amelia justru berkacak pinggang.&lt;br /&gt;“Siapa yang aneh? Bukankah sudah kubilang ribuan kali kapan kau akan melamarku? Dan sekarang…”&lt;br /&gt;Nggak tahu apa alasannya, Amel tahu-tahu menangis sesenggukan seperti itu.&lt;br /&gt;“Ketika pulang kemarin.. orangtuaku menerima lamaran seseorang.” Aku terdongak tidak percaya. Amelia memelukku. “Maaf mas, aku hanyalah perempuan biasa. Aku tidak bisa menolak.”&lt;br /&gt;Aku diam. Sulit mengatakan apa yang harus kukatakan. Kerongkonganku serasa dijejali ribuan kerikil-kerikil kecil dan tak bisa dikeluarkan. Amelia tambah kuat saja mendekap dan terisak.&lt;br /&gt;“Aku mau menyalahkanmu. Tapi aku tidak bisa. Ini bukan salahmu.” Aku tetap terdiam. Gelap yang mulai turun menggantikan senja seperti tambah gelap saja.  Dan aku hanya bisa membisu. Pantas saja sejak tadi suara Amelia terasa mengganjal. Akhirnya, kubiarkan saja Amelia puas terisak. “Mungkin mas benar. Kita memang harus realistis dan proporsional pada situasi yang tidak memihak.”&lt;br /&gt;Kata-kata Amelia semakin saja membuat hatiku ngilu dan tersobek di tengah-tengahnya.&lt;br /&gt;“Ya, sudahlah.” Akhirnya aku berbicara meski dua patah. Kusentuh bahunya dan mengajaknya naik ke atas motor.&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, kemerlip lampu-lampu kota makin memudar. Hiruk-pikuk kendaraan kian tak terdengar. Hitamnya aspalan tambah menyatu dengan kegelapan. Kau benar manisku dengan menyangga dirimu dengan kata-kataku sendiri itu. Kita memang harus realistis dan proporsional dengan kehidupan. Kita hanyalah rakyat kecil yang tidak berguna berjalan di jalan yang hanya setapak ini. Kita harus banyak-banyak menahan napas demi diri kita sendiri. Bagaimana pun para wakil kita di atas sana sedang kelaparan. Mereka tentu lebih berhak hidup sejahtera ketimbang diri kita. Kita sudah terlalu banyak merepotkan mereka dengan banyaknya urusan kita, rakyat kecil ini. Mereka tentu perlu kenyang yang lebih biar lebih bersemangat lagi bekerja demi kemakmuran negeri ini. Tidak apa-apa, meski bahkan lauk-pauk tahu-tempe tidak bisa lagi kita beli, masih ada tiwul, singkong dan sisa-sisa kerak nasi kemarin yang masih tersisa banyak. Kita berdoa saja kepada Tuhan, mereka sejahtera, sentosa hidupnya. Kita sudah terlalu banyak merepotkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blakk!! Buk!!&lt;br /&gt;Brak!!&lt;br /&gt;Aku terhenyak, tiba-tiba terdengar sesuatu begitu keras dan menggelegar di telinga. Entah apa yang sedang terjadi. Yang pasti jalanan kota yang temaram dan elok dengan kemerlipnya lampu-lampu kini tidak terlihat lagi. Segala sesuatu tiba-tiba menjadi sangat gelap. Yang pasti, tiba-tiba ada keinginan memelukmu lebih rapat setelah itu. Bahkan mungkin lebih dari sekedar rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 31 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEGURITAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa Tinemu&lt;br /&gt;Dening: Siti Hinggil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dak sangga langite wengi&lt;br /&gt;Nalika wewayanganmu gemlubet ing ati&lt;br /&gt;Apa ya pancen panjering rina iku bakal&lt;br /&gt;Gemuleng ing sawayah-wayah wektu&lt;br /&gt;Dadi candaraning rasa kang dak temu&lt;br /&gt;Ing atimu lan sukmaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wus dak coba kanggo lumaku ing wayah esuk&lt;br /&gt;Nalika riyaya surya nglebur anaku&lt;br /&gt;Lan anamu. Dadi pedhut&lt;br /&gt;Kang kesapu angin sedina-dina&lt;br /&gt;Banjur cidra antarane jantung uluku&lt;br /&gt;Kang gumrebes&lt;br /&gt;Gegodres&lt;br /&gt;Ing wiwitane tatu uripku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakumu anjangkah lumaku maju&lt;br /&gt;Tanpa karep mengo bali memburi&lt;br /&gt;Pungkasane sliramu tanpa tinemu&lt;br /&gt;Ing dedalan kang dak tuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langgar, 15/02/08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air untuk Zahratul Jannah&lt;br /&gt;Oleh : Marwie Hendrianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengingat tanggal tigapuluh lima Januari merona&lt;br /&gt;terkesima dengan apa yang senja berikan&lt;br /&gt;mungkin saja esok bulan&lt;br /&gt;tak memberi senyuman padaku&lt;br /&gt;maka beri aku sebuah nada optimis&lt;br /&gt;bukan pesimistis yang kini melekat dalam tulang belikat ini&lt;br /&gt;bunga sunyi untuk zahrathul jannah.....&lt;br /&gt;bukan Siti Rachimah&lt;br /&gt;Sxxx?bukan!&lt;br /&gt;aku hanya ingin dia menyapu warna merah di mataku&lt;br /&gt;inginku hanya menatap derap ombak bersamanya&lt;br /&gt;kala aku tak mampu tuk mendengar apa yang dimaksud naar&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;aku memang tak mampu lagi?&lt;br /&gt;ada dia&lt;br /&gt;pangeran ufuk timur yang panjang umur&lt;br /&gt;ini butiran pasir kala pagi begitu berkesan&lt;br /&gt;yang aku simpan untuk zahrathul jannahku&lt;br /&gt;yang kini mulai enggan menatapku&lt;br /&gt;36,kala subuh menjelang pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajari Aku&lt;br /&gt;Oleh : Wening Wahyuningsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajari aku melakukan apa yang tak aku bisa&lt;br /&gt; Ajari aku menaklukkan lautan&lt;br /&gt;membuat gelombang mengalir tenang&lt;br /&gt;Menafsirkan gemuruh bahasa ombak&lt;br /&gt;di atas pasir yang berdzikir&lt;br /&gt; Ajari aku melembutkan badai&lt;br /&gt;biar dedaunan kembali menari gemulai&lt;br /&gt;Lalu angin mengalunkan musik&lt;br /&gt;dari dawai desahannya&lt;br /&gt; Bukankah seperti laut dan angin itu hidup kita?&lt;br /&gt;Berjalan mengikuti pusaran waktu&lt;br /&gt;dengan arah yang tak tentu&lt;br /&gt;Namun tetap bertahan ada pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 24032007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Sudah Mati&lt;br /&gt;Oleh : Wahyu Gendon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata hati, Semalam aku melihat bayang-bayang&lt;br /&gt;Kerumunan mata hati di langit-langit mimpiku&lt;br /&gt;berbincang tentang kelicikan&lt;br /&gt;Cinta yang terjebak dalam muslihat&lt;br /&gt;Jurang nafsu membentang jauh memalung dalam&lt;br /&gt;Mencecerkan kesejatian di lumpur&lt;br /&gt;Patah dua&lt;br /&gt;Semalam aku hendak bergabung&lt;br /&gt;Dalam kerumunan mata hati yang duduk melingkar&lt;br /&gt;Menyaksikan cinta hancurlebur&lt;br /&gt;Kehilangan keindahannya yang agung&lt;br /&gt;Sebab angka-angka telah menguasai hati&lt;br /&gt;Dalam pertimbangan untung dan rugi&lt;br /&gt;Aku melihat segalanya jelas pagi ini&lt;br /&gt;Cinta yang mempertahankan makna-makna&lt;br /&gt;Yang menyentuh sisi jiwa dengan kelembutannya&lt;br /&gt;Yang tak berambisi&lt;br /&gt;Habis terlanggar keinginan tak bermata hati&lt;br /&gt;Cinta telah menjelma kemasan atas racun-racun&lt;br /&gt;Menyusup halus ke dalam nadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat segalanya utuh pagi ini&lt;br /&gt;Duhai mata hati yang berkumpul dalam mimpiku&lt;br /&gt;Mari selesaikan menulis cinta yang&lt;br /&gt;koyak-moyak tersuruk di lumpur&lt;br /&gt;Aku bersamamu mengikis cinta yang tak murni&lt;br /&gt;Habis, lepas dan jangan kembali sebelum sejati&lt;br /&gt;Jangan, sebelum cinta mampu membuat&lt;br /&gt;dirinya kembali&lt;br /&gt;kupercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala Aku Berenang&lt;br /&gt;Oleh : Siti Suwarsih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat hamparan laut didepanku....&lt;br /&gt;Kulepas pakaian yang kukenakan, kutinggal masa laluku.&lt;br /&gt;Dan kumulai berenang dan menyelam...menyelam dan teus menyelam. Sampai sesuatu terlihat oleh hatiku...&lt;br /&gt;"Aku menemukannya", jerit suara dalam dadaku&lt;br /&gt;Tempat itu...&lt;br /&gt;Istana dewa dewi&lt;br /&gt;Sebuah Kastil...&lt;br /&gt;Dengan atap sang pencipta&lt;br /&gt;Dinding dindingnya berlapis Islam&lt;br /&gt;Tiang-tiangnya tersusun oleh permata do'a&lt;br /&gt;Lantai lantai dari marmer ketabahan, yang dilapisi permadani kesucian&lt;br /&gt;Singgasana itu...&lt;br /&gt;dibuat dengan kayu kesabaran,&lt;br /&gt;kemudian diplitur dengan kasih dan sayang&lt;br /&gt;Dan terasa halus dan lembut, ketika jemariku merabanya&lt;br /&gt;karena ternyata ada busa persatuan yang menghiasinya&lt;br /&gt;Aku mulai menyelam kembali&lt;br /&gt;Aku terus menyelam...&lt;br /&gt;aku telusuri lorong lorong kastil itu&lt;br /&gt;Aku semakin terpesona...&lt;br /&gt;Hampir seluruh perabotan di tempat itu&lt;br /&gt;Menjadikan mataku tak berkedip&lt;br /&gt;Dan sepertinya lorong itu tak berujung&lt;br /&gt;Setiapkali aku temukan ruang&lt;br /&gt;Seketika itu pula seribu lorong menantang kedatanganku&lt;br /&gt;Aku ingin tahu bagaimana isi setiap lorong&lt;br /&gt;Wates, 28 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupa Kau&lt;br /&gt;Oleh : Lathif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik laut selatan&lt;br /&gt;Ada tanah dan rumah-rumah&lt;br /&gt;Di balik menoreh dan merapi&lt;br /&gt;Ada taman dan kebun bunga&lt;br /&gt;Kenapa kita merantai diri&lt;br /&gt;Dengan kepongahan tak sudah-sudah&lt;br /&gt;            Maafkan aku ...&lt;br /&gt;            Namamu tak tereja lagi&lt;br /&gt;(Kauman, awal Oktober 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATU HATI&lt;br /&gt;Sebuah puisi untuk 090407&lt;br /&gt;Oleh : Mariyann Ka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu...&lt;br /&gt;saat aku temukan anugrah terindah&lt;br /&gt;ketika aku merasa tak sempurna&lt;br /&gt;mencintai sosok pribadi yang aku anggap&lt;br /&gt;paling sempurna&lt;br /&gt;Dan itu...&lt;br /&gt;adalah kamu&lt;br /&gt;Satu hati yang selalu&lt;br /&gt;aku beri sanjungan&lt;br /&gt;aku beri rasa untuk saling menjaga,&lt;br /&gt;menghormati, dan saling menyatukan&lt;br /&gt;Tapi entah mengapa?..&lt;br /&gt;sikap dan tingkah laku kita&lt;br /&gt;selalu saja belum cukup untuk&lt;br /&gt;mengungkapkan cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sang Kinanah melambai-lambai&lt;br /&gt;oleh : Iul Muna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika Sang Kinanah melambai-lambai&lt;br /&gt;hanya itu yang dapat aku rasakan&lt;br /&gt;seramai itukah&lt;br /&gt;sehening itukah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hangat pasir coklat&lt;br /&gt;menjadi lebat-lebat dalam mimpiku&lt;br /&gt;khayalanku&lt;br /&gt;Sang Manusia Singa yang slalu meraung-raung&lt;br /&gt;memanggil-manggil&lt;br /&gt;untuk menjenguknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS DARI PEMBACA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Af1 mb. Br blz.mksh undanganny, ya...keren bgt..tp g bisa brgkt, lg fokus UAN, Mg..next, go fight 4 sastra KP ^_^ 'kita sperti diam...tp kita sedang bergerak dgn bhs cahaya..' "&lt;br /&gt;(Nurul Lathiffah - 0818267XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Met mlm, mbk/maz mo ny klu krm crt lucu n' sru blh kg? Blz gpl"&lt;br /&gt;(Dody - 081804044XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACA BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pembunuh Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis                 : Dorothea Rosa Herliany&lt;br /&gt;Penerbit               : Bentang Budaya&lt;br /&gt;Cetakan              : Pertama, Juli 2002&lt;br /&gt;Tebal                   : 152 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini merupakan kumpulan sajak-sajak Dorothea R.H. tahun 1985-2000 dan juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi tak mengenal kata basi, sebagaimana puisi-puisi Dorothea ini, yang memotret sisi-sisi kehidupan manusia yang tak henti bergulir, dari waktu ke waktu, menggelitik setiap jiwa, menyentil kehidupan semesta yang penuh misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan estetiknya terkadang lembut namun juga menolak, menggugat kenyataan. Seumpama air kadang terasa sejuknya, tak jarang keruh dan meluap-luap. Seumpama batu kadang terasa berat sehingga membuat dahi berkerut, kadang membuat tersenyum dengan ungkapan-ungkapan nakalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesunyian, kesedihan, percintaan, kerinduan pada kebenaran, kehilangan, gelap terang, terungkap dengan apik, meski metafor yang sama banyak terulang-ulang dalam puisinya. Ingin membaca buku ini? Bisa meminjam di TBM Lumbung Aksara. Hehe... Promosi?&lt;br /&gt;(Dewi Fatimah, pecinta pohon. Gak suka masak kecuali kalau terpaksa, tinggal di Wates)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;br /&gt;EDISI 17/Th. II/2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iul Muna atau Ahmad Muflikhul Muna, pelajar SMP N 1 Wates yang mencoba bersyair dan aktif mengirimkannya ke meja redaksi. Bagi yang ingin kontak bisa di friendster: last_time@proletar.nyu atau bisa juga di e-mailnya: iul_moena@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Lathif, lay-outer LONTAR. Pendidik di MTs Ma'arif Bendungan. Tinggal di Bendungan Wates.&lt;br /&gt;Mariyann Ka, lahir di Kulonprogo tahun 1991. Masih berstatus sebagai pelajar di SMA N 2 Wates kelas XI IPA. Mengaku hobi membaca novel. Tinggal bersama orang tuanya di Giripeni Wates.&lt;br /&gt;Marwie Hendrianto, pelajar SMAPTA atau SMA N 1 Pengasih kelahiran Jakarta, 11 April 1991. Juga tengah menanti hasil UAN. Emailnya: sheri3l_marwie@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Siti Hinggil, tengah belajar menulis geguritan. Itu saja biodata yang dia tuliskan. Redaksi jadi penasaran; yang mana to orangnya?&lt;br /&gt;Siti Suwarsih, santri PP Zahrotul Jannah Giripeni Wates. Tengah menanti hasil UAN yang baru saja diikutinya. Sebentar lagi meninggalkan SMA N 2 Wates karena akan menjadi alumni. Semoga!&lt;br /&gt;Tamam Ayatullah, alumni Ponpes Tambakberas Jombang dan jurusan Akidah Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semasa kuliah aktif di pers mahasiswa kampus ARENA. Novel perdananya Dicari: Sandal Kiai! tidak lama lagi akan terbit. Lelaki asli Madura ini kini bekerja di Surabaya.&lt;br /&gt;Wahyu Gendon, adalah alumni SMK Muhammadiyah 2 Wates. Lelaki kelahiran Kulonprogo, 13 Juli 1989 ini sekarang bergiat di Pramuka Saka Bhayangkara Kulonprogo. Memiliki hobi sport, adventure, camping, scouting, dll. Tinggal di Parasan 23/10 Gunung Gempal Giripeni Wates.&lt;br /&gt;Wening Wahyuningsih, gadis mungil ini sebentar lagi juga akan berstatus alumni; alumni SMK N 1 Pengasih karena telah mengikuti UAN. Tinggal di Brosot Galur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja. Tapi tanpa mencintai sastra, kalian hanya tinggal hewan yang pandai”&lt;br /&gt;(Pramoedya Ananta Toer Dalam Bumi Manusia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-4274335482285995296?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/4274335482285995296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=4274335482285995296' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/4274335482285995296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/4274335482285995296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2008/06/lontar-17.html' title='LONTAR 17'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-8332905440212064632</id><published>2008-04-23T02:08:00.001-07:00</published><updated>2008-04-23T02:08:58.222-07:00</updated><title type='text'>LONTAR 16</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Bilik Redaksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Salam Sastra !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap memasuki bulan April kita kerap diingatkan dengan &lt;i&gt;momen&lt;/i&gt;t ”Kartinian”. Ingatan kita seakan disundut oleh kepahlawanan seorang perempuan (yang hidup dalam dengusan patriarki teramat tajam), istri (yang dimadu), dan ibu (yang meninggal saat melahirkan anak), bernama Kartini. Bahkan sejak Sekolah Dasar pun kita ”dipaksa” hapal lagu &lt;i&gt;putri sejati, putri Indonesia, harum namanya&lt;/i&gt;. Klise memang, ketika filosofi dari semangat itu tak jua tercapai hingga sekarang. Alangkah tak terhitung entitas perempuan di sekitar kita yang masih bodoh dan miskin, yang masih dibodohi (termasuk tren HANYA merayakan Hari Kartini dengan berbaju ala Kartini dan aneka kegiatan yang bernuansa hiburan) dan dimiskinkan, yang dilemahkan dan ditakberdayakan. Akan terlalu panjang daftar yang menyertainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pembaca LONTAR yang budiman, lepas dari kisah-kisah sejarah, sesungguhnya ada satu lagi perempuan pejuang sebelum Kartini tapi rasanya ”tak laku” di sejarah karena entah. Dialah Rohanna Kudus, jurnalis perempuan pertama yang ”secara modern” mendirikan organisasi gerakan perempuan yang bisa dibilang progresif ”Kerajinan Amai Setia”. Dia berasal dari Koto Gadang Sumatera Barat. Seharusnya semangat seperti itulah yang diperlu bangsa ini agar tidak awet dengan slogan “&lt;i&gt;Habis Gelap Tak Kunjung Terang&lt;/i&gt;”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Selamat Membaca...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Ada Apa Dengan LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pelatihan Jurnalistik di PP Al-Hidayah Temon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Minggu, 23 Maret 2008 lalu, LA &lt;i&gt;diunduh&lt;/i&gt; acara Tadarus Puisi dan sekaligus mengisi pelatihan jurnalistik (tepatnya memperkenalkan dunia membaca dan menulis) di Pondok Pesantren yatim piatu &lt;i&gt;Daarul Aitam&lt;/i&gt; atau sering juga disebut PP Al-Hidayah Pripih Temon. LA mengundang bintang tamu Zaki Zarung (penulis, pendongeng, sutradara) yang membuat peserta sekitar 50-an santri menjadi antusias mengikuti acara. Materinya meliputi pengenalan media, jenis-jenis tulisan, rubrik dan lay out, serta disambung dengan &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; berbagi kisah proses kreatif kepenulisan. Peserta dibagi beberapa kelompok untuk praktik menulis dan membuat buletin. Di sela-sela acara peserta diminta maju untuk membaca puisi dan mengapresiasinya. ”Jangan menulis, kalau tidak ingin menyesal!” begitu pesan Zaki Zarung. (&lt;i&gt;Deffnau&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Silaturahmi Adin Hysteria ke LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tekad silaturahmi demi memperkokoh jalinan komunitas sastra mengantar Adin (penggiat komunitas &lt;i&gt;Hysteria&lt;/i&gt; Semarang) mengunjungi teman-teman komunitas Lumbung Aksara (LA). Minggu (17/2/08) malam yang berirama hujan itu, ia tiba di salah satu pasar di kawasan Bumirejo Lendah. Di pojok pasar (sambil menikmati bakmi hangat), Adin dijamu Syamsul Ma'arif, sebelum kemudian berkunjung ke TBM Lumbung Aksara di Jalan Makam Kiai Batok Bolu Wahyuharjo. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kunjungan tersebut memang tidak mendadak, sebab beberapa hari sebelumnya (lewat email dan SMS) ia telah berkabar. Namun karena dilakukan pada malam hari, jadinya tak semua awak LA bisa menemani. Banyak hal diobrolkan di rumah Lurah LA tersebut. Diantaranya ihwal “gerahnya” penyair senior Semarang melihat geliat aktivitas sastra para generasi muda. Juga tentang serunya “politik sastra” di tanah air. Jelang tengah malam, ia bertolak ke rumah Syamsul dan keesokan harinya sudah menghilang menuju Yogya. (&lt;i&gt;Wan&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Kemah Sastra, Membangun Jaringan Sastra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanggal 20-23 Maret 2008, LA memenuhi undangan komunitas sastra PAWON Solo untuk mengikuti kemah sastra yang berlokasi di Padepokan Lemah Putih, Plesungan, Karanganyar. Kemah sastra ini sebagai ajang pembelajaran menulis kreatif sekaligus pertemuan komunitas-komunitas sastra. Dihadiri oleh wakil dari beberapa komunitas sastra seperti Matapena (Yogya), Asas (Bandung), Samudra (Jepara), MejaBolong (Solo), LA (Kulon Progo) dll serta wakil dari beberapa LPM dan komunitas teater kampus antara lain UNS, UMS, UMK, UPI, UNSOED, UNDIP, UNSIQ, ISI, juga dihadiri oleh perorangan yang datang dari berbagai penjuru pulau Jawa. Pembelajaran menulis yang diselingi diskusi, tanya jawab, dan sharing berlangsung &lt;i&gt;fun&lt;/i&gt; dengan diampu Saut Situmorang, Faisal Kamandobat, Han Gagas, Sanie B Kuncoro, Tia Setiadi, dan Kusprihyanto Namma. Hadir pula peneliti sastra asal Jepang, Shiho Sawai, sementara sastrawan besar Raudal Tanjung Banua berhalangan hadir. LA yang diwakili Fafa, Hendri, dan Asti disambut hangat oleh panitia. Buletin Lontar dan Prasasti dibagikan pada peserta oleh Joxum (koordinator PAWON). Ada yang bisa menjadi benang merah dari helat ini bahwa sudah semestinya jaringan sastra yang solid dibentuk untuk mewadahi kreativitas dan sebagai media bertukar info tentang dunia sastra. Ke depan, PAWON menunggu undangan kegiatan sastra dari LA. Wah..! (&lt;i&gt;selepas lautan&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Byar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cerutu &amp;amp; Celana (1)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Foto itu masih saya ingat hingga kini: seorang penguasa yang sedang menghadapi gemuruh demonstrasi rakyatnya tampak menggigit ujung cerutu ketika menerima laporan dari salah satu pembantunya. Wajahnya garang. Tentu amarah sedang membuncah, dan belum tahu akan mengetukkan palu dengan cara apa: menyerah atau perang ! Foto itu beredar di sejumlah media pada 19 Mei 1998.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Dua hari kemudian Soeharto memang lengser. Tapi, agaknya, itulah potret ketika “Sang Raja” sedang berada dalam masa puncak menghadapi tantangan. Meski, kenyataannya, jarak ketika seorang dalam posisi “&lt;i&gt;on&lt;/i&gt;” dan “&lt;i&gt;off&lt;/i&gt;” teramat pendek. Benar pula kata orang arif: bahwa sebelum mengakhiri nyala terakhir sebuah lentera akan berkobar-kobar sebentar. Amsal lain: seorang yang sedang orgasme tentu akan menggebu-gebu, sebelum akhirnya lemas-lunglai. Agaknya, waktu itu Soeharto tak sedang “orgasme”. Ia lebih mendekati amsal yang pertama. Dan itulah tafsir dari foto tersebut: ekspresi dari nyala yang berkobar-kobar sebelum akhirnya padam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Disamping itu, barangkali bisa diajukan tesis yang lain: bahwa cerutu telah menjadi alat pelampias dari (beberapa kemungkinan rasa berikut): kalap, gundah, marah, … Konon, kita sering juga disuguhi adegan ini: orang yang mendapat tekanan berat (stres), berulang kali mematikan cerutunya dan menyulut yang baru untuk secepat mungkin ia matikan lagi. Begitu seterusnya, berulang-ulang. Di sini, cerutu bukan karib yang baik untuk dinikmati kelezatannya atau bersama-sama si penghisap “menikmati &lt;i&gt;ngehnya&lt;/i&gt; suasana”. Cerutu tinggal obyek penderita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Jika seluruh manusia penghuni planet bumi ini mengalami hal serupa tentu yang paling untung adalah pabrik rokok. Sebab ia akan mengalami peningkatan penjualan secara drastis. Bayangkan, jika dalam kondisi biasa seorang perlu sehari untuk menghabiskan satu sampai dua bungkus rokok, dalam kondisi stres (kalap), ia cuma perlu satu atau dua jam. Dan, selain tak baik bagi kesehatan (fisik manusia), juga bisa memunculkan persaingan usaha yang tidak adil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Barangkali, ya barangkali, karena tak bersetuju dengan dampak yang ditimbulkan dari kasus “cerutu sebagai alat pelampias”, maka beberapa tahun kemudian seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nomor satu di sebuah republik memilih celana sebagai “alat pelampias”. Benarkah? Apa maksudnya? (Bersambung)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;MARWANTO (www.markbyar.blogspot.com)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Cerpen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;SILENT LOVE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Cerpen Nur Islamiyatun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Bertanya pada laut bagaimana menyatakan rindu yang terlarut dalam ombak yang bergolak di nyiur pantai yang berdesir. Bertanya pula bagaimana menjadi tumbu karang yang menyatukan arus dan gelombang pasang. Namun, diam yang terjawab dan hanya diam yang masih didapat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Pada gelitik sang bahari malam, mega menyaksikan turunnya basah air hujan yang mengundang malam berkabut ketika itu, menambah pedih dan kelam seorang Izzah yang melabuhkan rasa dalam keheningan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Sosok Faizzah yang meradang dalam bias lamunan, menghitung detik-detik yang terus menghimpitnya dalam pusara yang tak terbendung, akhirnya tertetes juga setitik kaca bening melepuh indah di bola matanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;“Roni ... Roni ...”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Terlabuh sudah hatiku untukmu. Namun hanya ada diam yang memagari keinginan tuk selalu berdekatan denganmu. Aku muak dengan bentangan ini. Faizzah membatin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;”Aku mencintai, tapi apa aku dicintai? aku menyayangi, akankah aku disayangi? Bodohnya aku yang memikirkanmu“, gumam Izzah ketika kabut masih terus menyelimuti kidung hatinya yang masih terjerembab dalam sepi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Cintanya menghantar pada kebisuan yang menjulang dalam keheningan, seutas Izzah yang menawan dengan seutuh rupa dengan sebaris lesung pipit tergurat manis ketika senyum terhias dari Izzah, dan ia terlahir dalam keanggunan dan sepoi keramahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Ah, itulah sepintas Izzah yang harus membawanya dalam sebuah pengabdian terhadap orang tuanya yang menelaah setiap kata-kata yang tersirat dalam bumbu-bumbu kehidupan. Memikat orang tuanya tuk menjadikan seorang Izzah menjadi lebih baik dalam jalinan dengan orang yang baik pula menurut orang tuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Begitu menyayat dalam segurat hati Izzah, tapi senyum indah nan ramah tetap terlukis di atas serpih-serpih pupusnya harapan yang ia sanjung dari Roni. Rasa Izzah yang mengambang dalam kegamangan waktu yang membuat Izzah menunggu sebuah baris dalam lisan Roni. Akh! perih itu serasa mengerat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Dan di sana, seorang Roni memagari kepalsuan yang bersemayam di hatinya, kalut merenggut jiwanya. Hilir mudik mencoba menggenggam ketenangan. Namun, sepoi angin memberi bisik kegalauan yang menjadikan gundah merebak bersama gelisah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;i&gt;Angin, aku dimana saat ini? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;i&gt;Apakah aku masih hidup, atau aku telah mati?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;i&gt;Mungkinkah aku senang, ataukah aku mesti sedih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Aku hanya sebatang ranting yang mencoba menahan daun agar tak jatuh, tapi, kenapa aku yang patah oleh angin? Sehingga tak mampu bersama daun rindang itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Aku ingin menjadi ranting bagi Izzah. Tapi, kelu mulutku yang menjadikan ia tiada. Aku tolol. &lt;i&gt;Aku dungu dalam kesunyian&lt;/i&gt;, itulah lantang nyanyian jiwa Roni yang menggema bersama desah malam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Rasa, menjadikan semua tiada tersisa. Harapan roni menjadi kikis karena telah mendengar izzah akan menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya yang menjadikan ia semakin terhina karena tak mampu membawa rasa itu sampai pada Izzah. Menggantung dalam terpaan sunyi yang meratakan kedukaan yang melelangkan sesal yang tertinggal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Rasa, meleburkan belenggu yang ada, memupuskan mimpi Izzah yang menanti kalimat-kalimat indah dari Roni, tapi kepenatan itu menjadikan Izzah dalam sebuah ketololan yang terus menanti sentuhan kata melewati hati, melesat dalam lisan dan angan yang terbuang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Izzah begitu bingung karena cinta telah tergadai buat Roni. Izzah pun tak mengerti, mengapa ia begitu membenci mas Ardan calon suaminya, padahal ia sungguh baik dan mencintai Izzah apa adanya. Izzah benar-benar bingung dan benci, tapi entah pada siapa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Hanya isak yang terus menjawab dalam kediaman hati Izzah. Bagi Izzah, Roni-lah yang terhebat meski orang lain tak sependapat. Roni-lah yang ia rindui biarpun tak mampu digapai. Roni-lah yang termanis meski semua tak menggubris. Ahh, cinta memberi tanpa harus menerima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Hanya galau yang hadir di antara cemas yang mengerubung hadirnya esok. Kecewa tereguk bersama asa yang melolong di atas harapan-harapan pada kehendak hati mereka. Rentet waktu begitu mencekam dalam nyanyian jiwa Roni dan Izzah. Isak terus meleleh dalam peluk malam merajuk pada sepi agar terobati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Mencoba menepis segala kepingan sayat yang mereka peroleh dan berangan-angan dapat terganti sapuan lembut Nirwana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Jarum jam masih berputar menembus dalam kegalauan sukma, mereka berharap ada sinar yang menjadikan sapuan putih menjelma asa yang menjulang kebersamaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Di setiap satu nafas mereka terhitung debar cemas, di setiap kedipan mata menjadi isyarat gundah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Debar itu menjadi detak yang tiada terlantun lagi, menjadikan setiap putaran malam bagai pekat yang menimbulkan kepenatan. Hanya ada dua hati yang sedang terkapar dalam gejolak matahari yang membakar. Menjadikan setiap putaran malam bagai terbunuhnya hari-hari lalu dalam kebisingan tawa dan canda. Yang mengabarkan berita lelap akan segera terungkap dalam gejolak yang tiada kalap mengombang-ambingkan deru perasaan Roni dan Izzah, yang hanya mampu berdiam dalam gelisah malam menanti turunnya siraman basah air hujan yang kembali mengguyurnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Pada keluasan hati, mereka mencoba berlayar menelusuri malam, meski serumpun nyiur tetap dalam catatan sunyi. Matahari pun telah begitu letih melampaui penantian dalam gelombang yang terkirim bersama kenyataan. Tertarik makna yang tersemburat menghayati camar-camar dalam kediaman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;“Berdosakah aku mencintai Roni? Bisik dalam hati kecil Izzah. Malam itu hanya ada Izzah dalam tangisan jiwa yang gerimis di kesunyian redup yang mencekam. Dari mencoba mengerti dan pahami apa yang telah tersirat. Tiba-tiba ia tersadar dari lamunan. “Ahh, &lt;i&gt;love is a sweet torment&lt;/i&gt;”, cinta itu siksaan yang menyenangkan, bukankah begitu malam? desis Izzah.&lt;span style=""&gt;                                                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 28.05pt;"&gt;Gundah, 01 Juli 2007&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Geguritan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Seserepan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dening :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;S. Arni&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ing wayah sore&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ing pinggiran bengawan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tirta kang mili&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kaya andudut ati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ati kang lagi kesengsem&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Melu kintir manut ilining tirta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Swara kemericik angresepake&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kumelaping mina wader&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kang lagi pada andon tresna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ombak cilik-cilik lunga teka ambal-ambalan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kadya cakramanggilingan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nelakake manungsa padha hangarsa yekti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sira bakal kaya ilining tirta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lahir lan mati kaya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tekaning tirta kang gilir gumanti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;31 Oktober 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Puisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Aku Malu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : Zaki Zarung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;aku malu pada maluku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yang memaksa aku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tak lagi tahu malu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kotagede, 19 Januari 2007&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Tengadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : Landung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;malam merayap, kian senyap&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kaburkan hati sekat demi sekat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;aku meratap&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;di tepi tirakat tanpa sebab...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;goyah !!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;aroma madu di deru napasmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;buramkan racun di nadimu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;goda hasrat menyusuri mimpi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;larut dalam imajinasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;aku pun terkulai&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tak sempat lagi berpikir&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tulang ini akan lepas sendi demi sendi…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;takut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;jangan muntahkan ludahmu padaku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;aku tetap saja membatu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kilatkan saja pedang di matamu,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku kan terkulai padamu !!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;PERNIKAHAN SETAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : M. Zaairul Haq&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini desember kelabu datang menjumpaiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sepucuk undangan kulihat tergeletak di atas meja&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Siapa yang membawanya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku berfikir sejenak dan tak mempermasalahkannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku buka dan aku baca&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oh undangan perkawinan….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku kira undangan apa….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rupanya iblis dan iblisah mau nikah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari minggu besok rupanya akad nikahnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bertempat di dasar jahanam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada pestanya juga&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seketika aku sadar dan berteriak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Astaghfirullah !!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku kaget dan takut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Undangan pernikahan dari iblis???&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kenapa ia mengundangku?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkinkah aku ini sahabatnya?temannya?atau malah familinya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehingga aku diundang?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedang aku sendiri menganggap mereka musuhku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bahkan setiap hari aku membaca ta`awudz meminta lindungan Tuhan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengapa mereka mengundangiku?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku kaget dan takut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan hidupku diliputi kecemasan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Pertapan wengi,24 Desember 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Menoreh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : Didik Komaidi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukit-bukit biru memanjang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari timur ke barat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukit-bukit kecil&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukit-bukit besar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang dekat tampak kerontang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pepohonan kering berguguran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara yang jauh tampak hijau membiru&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara gerombolan awan menutup puncaknya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tampak antena-antena&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitu angkuh di puncak bukit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menantang langit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Adakah makna dibalik peristiwa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentang alam yang menggeliat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gempa bumi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Meruntuhkan rumah-rumah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hanya hati putih yang mampu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menangkap makna di balik peristiwa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kulonprogo, Oktober 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;SAJAK BISU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : Muryani&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Percakapan yang tak cukup fasih &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Antara kau, aku. Meluncur sekenanya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;malam itu. Mendung menjelma menjadi gerimis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sambil menunggu kata-kata untuk menjadi hujan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagai anak ayam bertemu induknya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ingin kutumpahkan darah kerinduan di hadapanmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;biar kau tahu, aku mulai letih mendaki menara kesetiaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Entah mengapa angin serta merta beku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Mengulum rindu di sarangnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Seperti sengaja direkayasa &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Diam-diam huruf yang empat tahun lamanya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bergelantungan di mulutku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak berhasil kueja menjadi sebuah kata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Peta Hamba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : Nurul Lathifah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kau tak perlukan, sedu yang menjadi nyawa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dalam keheningan tebing-tebing&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dan juga igir-igir setajam Himalaya yang gagah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dan setegar karang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;karena kau, bukan pecundang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kau, ksatria yang menghitung langkah-langkah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tanpa dibuyarkan siulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekasih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dan deret-deret waktu itu selalu kau ikat, lalu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kau catat di prasasti dan sejarah pelangi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;karena kau telah dapatkan peta pasti dari Ilahi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;15 Januari 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;LELAKI FEBRUARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh : Imam Wahyudi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hujan telah menitipkan rindunya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada lelaki februari yang sedang berbunga&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menjadi mataair yang terus mengalir&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di musim yang menggoreskan cinta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Tambak, 03 Februari 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Seputar Menulis Sastra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;"Nggak mau.., Cakap-cakap aja ya!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;Awalnya apa yang dikatakan Fifik, salah satu teman kecil saya, kuanggap biasa saja. Mungkin hanya ekspresi penolakan seorang anak kelas satu SD yang lagi malas jika disuruh membaca. Padahal untuk bisa lancar membaca, mau tidak mau saya harus membujuknya untuk terus membaca. Namun setiap kali saya minta dia membaca, setiap kali itu pula dia minta cakap-cakap. Cakap-cakap dalam pemahamannya ialah membaca percakapan/dialog yang ada dalam LKS Bahasa Indonesia. Dibanding membaca teks, Fifik lebih tertarik membaca percakapan. Mengapa? Selain dia tak merasa sendirian membaca karena dalam percakapan ini saya pun harus ikut membaca, percakapan biasanya berbentuk cerita atau dongeng. Anak kecil mana yang tidak suka dengan cerita/dongeng? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;Seringkali kita mendengar para orang tua mengeluh karena anaknya malas membaca buku pelajaran. Bagi Fifik dan teman-temannya, membaca buku pelajaran memang sangatlah membosankan. Berbeda halnya jika membaca cerita/dongeng. Tanpa diminta pun mereka akan membacanya. Terlebih jika dalam cerita tadi disajikan pula gambar. Hal ini bisa dibenarkan karena dunia anak-anak adalah dunia bermain, dunia imajinasi, dunia meniru, dunia coba-coba dan ingin tahu. Dalam cerita/dongeng, anak-anak lebih menemukan dunianya dibandingkan ketika membaca buku pelajaran. Kebanyakan bacaan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat ini ada dalam buku pelajaran susah dicerna oleh anak-anak. Kosa katanya tidak sedikit yang asing di telinga mereka. Tidak heran jika anak dengan daya pikir dan daya nalarnya yang masih serba terbatas akan dengan serta merta menolak jika diminta membaca.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;Terlepas dari banyaknya tuntutan akan buku pelajaran yang sesuai dengan dunia anak, alangkah lebih bijaksananya jika orang tua memperhatikan keinginan anak. Apabila mereka lebih menyukai membaca cerita/dongeng, mengapa tidak kita coba menulis cerita anak yang intinya kita ambil dari materi pelajaran? Memang tidak semudah yang dibayangkan. &lt;i&gt;Boro-boro&lt;/i&gt; menulis, membaca dan menemani anak belajar saja masih jarang kita lakukan. Namun, tentunya tidak ada kata terlambat untuk perubahan menjadi lebih baik. Sudah waktunya membiasakan diri kita dan lingkungan terdekat kita untuk membaca dan menulis. Sehingga pepatah klasik "senang buku sejak balita, gemar membaca sepanjang masa" tidak lagi terasa usang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(&lt;i&gt;Maftukhatul Khoiriyah, &lt;/i&gt;Redaksi LONTAR, sedang bermukim di Jepara)&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;SMS Pembaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Ass. Kok distribusinya telat bgt? Masa edisi October 2007 SMA 1 Temon dpt buletin LONTAR bru kmrn? Saya mohon jgn sampe distribusi lambat...thanx”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;(Nicken, SMA 1 Temon - 081931710xxx)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;”Mau konfirmasi prtemuan kmunitas Lumbung Aksara kapan?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;(Sigit - 08176867xxx)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;EDISI 16/Th. II/2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Didik Komaidi&lt;/b&gt;, direktur penerbit Sabda Media Ngestiharjo Wates. Banyak menulis buku, cerpen, esai, dan opini. Buku-bukunya selain di dipasarkan di Jogja, di beberapa toko buku di Wates juga telah beredar. Sekarang mengajar di MAN 2 Wates.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Imam 'Mbah Im' Wahyudi&lt;/i&gt;, masih terus sabar mencari inspirasi walau karya-karyanya tak pernah membumbung tinggi. Puisi-puisinya bersemayam dengan damai di pondok mayanya; &lt;i&gt;www.ilalang-berbisik.blogspot.com&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Landung&lt;/b&gt;, seniman musik yang gaul. Tergabung dalam komunitas seni Padhang mBulan Kulonprogo. Pengen kenal? Klik saja di &lt;i&gt;www.jangkrikngerik.blogspot.com.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;M. Zaairul Haq&lt;/b&gt;, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Asli Siluwok Kidul Tawangsari Pengasih. Ingin lihat fotonya? Laki-laki ini menuliskan alamat mayanya begini: &lt;i&gt;www.zaza_bigbos@yahoo.co.id (?)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Muryani&lt;/b&gt;, adalah pelajar SMAN 1 Lendah. Tinggal di Nepi Galur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Brosot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Nur Islamiyatun&lt;/b&gt;, cerpenis ini alumni MAN Wonokromo Bantul. Karya-karyanya sering dikirim dan dimuat di majalah &lt;i&gt;BAKTI&lt;/i&gt;. Tinggal di Brosot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Nurul Lathifah&lt;/b&gt;, pelajar XII I A 2 SMA N 1 Lendah. Punya hobi membaca dan menulis. Gadis kelahiran Kulonprogo 21 September 1989 ini karyanya pernah dipublikasikan di &lt;i&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;BIAS&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;CORET&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;S. Arni&lt;/b&gt;, ibu rumah tangga kelahiran 4 September 1961. Semasa gadis pernah bermain teater, drama, tari, dan menyanyi. Produktif menulis geguritan tetapi jarang mempublikasikannya. Tinggal di Gebang I Plumbon Temon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Zaki Zarung&lt;/b&gt;, lelaki asli mBantul yang masih teguh mengabdi di PP Nurul Ummah Kotagede. Sederet aktivitas dilakoninya; pendongeng, pemain teater, sutradara, penulis naskah, penyair, juga novelis. Novelnya yang diterbitkan Matapena, &lt;i&gt;Santri Baru Gede&lt;/i&gt;, konon akan dijadikan film oleh sebuah rumah produksi dan akan disutradarai Hanung Bramantyo (sutradara film &lt;i&gt;Ayat-Ayat Cinta&lt;/i&gt;). Saat ini tengah bergulat menyelesaikan skripsinya di UIN Sunan Kalijaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Kata-kata Mutiara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Memaafkan itu Tak Seberat Memindah Samudera,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak Ada yang paling Sempurna”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(&lt;i&gt;Aku Bisa Menjadi Kekasih&lt;/i&gt; by PADI)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-8332905440212064632?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/8332905440212064632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=8332905440212064632' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/8332905440212064632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/8332905440212064632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2008/04/lontar-16_23.html' title='LONTAR 16'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-895633416004319679</id><published>2008-02-19T23:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T23:54:24.666-08:00</updated><title type='text'>LONTAR 15</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;BILIK REDAKSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Salam Sastra !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami mencoba menangkap cuaca. Sesungguhnya cerita apa yang hendak dikisahkan oleh cuaca yang akhir-akhir ini banyak kalangan menyebutnya "tak ramah"? Benarkah cuaca memiliki keramahan dan ketidakramahan? Lantas bagaimana bentuk cuaca yang ramah dan cuaca yang tidak ramah itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pembaca &lt;i&gt;LONTAR&lt;/i&gt; yang budiman, beberapa saat lalu kami menyempatkan berkunjung ke pantai Glagah. Angin kencang meniupkan dingin dan gigil ke tubuh kami. Tapi tidak sampai mengantar ombak menjilati kaki-kaki kami atau menghempaskan tubuh kami meski kami begitu dekat dengan garisnya. Kami tak menangkap ramalan cuaca apa-apa. Atau kami saja yang tidak memiliki kemampuan ke sana? Selanjutnya, cuaca yang alamnya coba kami dekati dengan lanskap pantai dan laut itu bagi kami menjadi suasana tersendiri yang kami tak ingin menyebutnya "ramah atau tak ramah". Bagi kami, alam beserta cuacanya adalah sahabat. Yang tak jemu mengingatkan bagaimana kami musti berbagi, menghargai, dan menyayangi semesta. Rasa-rasanya setelah bertemu laut, kami jadi lupa akan menceritakan apa...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Selamat Membaca...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;BYAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Gemuyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Maafkan. Ini adalah catatan yang terlambat Tapi bagaimanapun harus saya tuliskan. Sebab, semasa hidupnya ia selalu membuat &lt;i&gt;wong cilik gemuyu &lt;/i&gt;–meski ia bukanlah pelawak. Ya, Ki Hadi Sugito, dalang kebanggaan warga Kulonprogo yang wafat Januari lalu itu, kiranya tiada duanya dalam hal membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penonton “&lt;i&gt;gemuyu”&lt;/i&gt; –kata ini kurang tepat benar jika disepadankan dengan tertawa. Tertawa hanyalah salah satu aspek saja dari &lt;i&gt;gemuyu&lt;/i&gt;. Dan Pak Gito mampu membuat orang tertawa justru karena ia tidak berniat menjadi pelawak. Lalu, apa rahasianya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tampaknya lagi-lagi ini soal jarak. Ketika mendalang, Pak Gito tak membuat jarak: baik dengan penonton maupun kru (&lt;i&gt;wiyogo&lt;/i&gt;-nya). Penonton dan kru, yang notabene “orang luar cerita”, ia anggap sebagai “satu kesatuan” dari cerita yang ia bangun. Alhasil, lakon yang disuguhkan pun menjadi mengalir lancar dan enak diterima audiens. Dialog antar tokoh wayang pun bisa berloncatan. Kesana-kemari (seakan) tanpa merusak pakem. Seorang Abimanyu bisa &lt;i&gt;pekoleh&lt;/i&gt; bersinggungan dengan kentut. Apalagi Punakawan, bebas bicara dari A sampai Z. Padahal, dibanding dalang segenerasinya, Pak Gito lebih “carangan”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meski jika dibanding dalang masa kini semacam Ki Enthus Susmono dan Warseno Slank, Pak Gito lebih konservatif. Carangan, bagi Pak Gito, kiranya lebih pada “penceritaan”, dan bukan tampilan fisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tentu Pak Gito bukan satu-satunya pemilik teknik ini. Di bidang lain, misalnya, kita pernah mengenal obrolan Pak Besut di RRI. Di dunia tulis menulis, kita ingat kolom Umar Kayam dengan ikonnya yang sempat populer: Pak Ageng, Mister Rigen, dll. Di dunia entertainmen kontemporer, banyak yang punya teknik tak hendak berjarak dengan penonton. Talkshow “empat mata” dari Thukul, juga demikian. Semua itu intinya ingin megajak “orang luar” untuk masuk menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita yang disuguhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tapi, hemat saya, Pak Gito lebih berhasil membawa masuk orang luar itu daripada contoh pencerita (penghibur) lainnya. Apa karena ia sukses memangkas jarak tak hanya tatkala tampil di panggung, namun juga dalam kehidupan sehari-hari? Atau karena wayang memang media yang paling pas digunakan untuk membuat orang &lt;i&gt;gemuyu&lt;/i&gt;? Entahlah. Yang jelas dengan meninggalnya Pak Gito kita kian kehilangan stok orang yang bisa mengajak &lt;i&gt;wong cilik gemuyu, &lt;/i&gt;tertawa, senang dan bahagia&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Yang kita saksikan kini justru banyak orang yang senang mengajak untuk menertawakan kesusahan orang. Seperti kata Thukul: SMS, senang melihat orang lain susah.***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;MARWANTO (&lt;a href="http://www.markbyar.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.markbyar.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika Sastra mampu Mencegah Timbulnya Sektarian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sabtu, 9 Februari 2008, bertempat di area gedung Kesenian Wates, Komunitas LA mengadakan Tadarus Puisi (TP) ke-14 yang sempat absen beberapa saat. Hadir dalam kesempatan itu 15 orang dengan pembacaan puisi masing-masing. Sebuah diskusi kecil terungkap ketika itu. Bahwa seusai penyelenggaraan Temu Sastra 3 Kota beberapa saat lalu yang diselenggarakan oleh LA dan Sangsisaku, ternyata sastra mampu merangkum semua lini dan hapus sekat. Tidak ada sektarian di antara para sastrawan karena sastra memang bersifat universal dan tidak berbau sara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam kesempatan TP ini pula, louncuhing LONTAR edisi 14 dan buletin Prasasti yang pada edisi ini tampil dengan format baru. Ke depan, Prasasti akan tetap konsisten tampil dengan sorot-sorot tajam terhadap fenomena sosial remaja seperti diungkap PU Prasasti. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sukardi Cimeng&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agenda Pentas Budaya Sastra Kulonprogo 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kamis, 14 Februari 2008 DisBudPar mengundang LA dan komunitas sastra dan teater lain se-Kulonprogo untuk hadir dalam rapat mengagendakan Pentas Budaya Sastra-Teater 2008. Setelah sukses dengan pementasan akhir tahun di 2007 lalu, DisBudPar akan menyelenggarakan lagi pementasan budaya sastra dan teater yang akan dimulai pada bulan April. Mengambil tempat di panggung terbuka di Alun-alun Wates, pentas ini akan diselenggarakan selama 6 kali pertunjukan dalam setahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Diikuti oleh komunitas-komunitas sastra dan teater di Kulonprogo. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Zur EA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;CERPEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;TITIK BALIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cerpen&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Z. Latif&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua orang itu berjalan berdampingan. Tinggi keduanya tidak jauh berbeda. Mungkin selisih setengah senti saja.Yang satu rambutnya cepak memakai baju kaos warna krem. Dengan baju itu terlihat otot-ototnya yang kencang. Langkahnya tegak dan mantap. Satunya lagi berambut sedikit gondrong berkucir sebahu dengan jaket kulit yang longgar. Memakai sarung warna merah hati bergaris kotak putih. Melihat warnanya, sarung itu seperti belum lama keluar dari toko. Keduanya melangkah ke arah sebuah &lt;i&gt;lincak&lt;/i&gt; dan duduk di sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Met,” si Gondrong melanjutkan pembicaraan setelah keduanya terdiam beberapa saat. ”Aku betul-betul heran sama dia.” Dia berhenti sebentar untuk menghisap rokoknya yang masih seperempat batang. ”Aku berhubungan dengan dia sudah lama tapi kenapa dia mengajukan syarat itu sekarang?”. Sunyi. Slamet belum berkomentar, sepertinya dia ingin temannya meneruskan cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Kau tahu, Met?” Si gondrong bertanya, seperti kepada dirinya sendiri karena jawaban pertanyaan itu ada pada cerita selanjutnya. ”Waktu aku bilang akan melamarnya, dia tanya padaku, Mas Toni di rumah sholat nggak? Tentu saja aku serba salah menjawabnya. Kalau aku katakan sholat, kapan aku mengerjakannya? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Lalu kalau aku katakan tidak, yaa... malu dong sama dia. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku akhirnya hanya diam. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sepertinya dia tahu kalau aku nggak pernah sholat sama sekali.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Met”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ya. Kenapa?” Slamet menegakkan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;kepalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Kamu dengar nggak ceritaku?” Si gondrong bernama Toni itu bertanya menyelidik, khawatir ceritanya hanya didengar oleh angin malam dan jengkerik di kebun sebelah. ”Ya dengar dong. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masak nggak dengar. Aku ini belum tuli dan semoga sampai tua telingaku masih sepeka sekarang. Terus gimana?” Sahut Slamet menegaskan perhatiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Aku sebenarnya agak khawatir kalau ceritaku ini hanya didengar burung hantu”, lanjut Toni tanpa ekspresi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Apa kau kira aku ini hantu? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku memang punya burung tetapi aku bukan hantu. Enak saja!” Sela Slamet dengan suara sedikit mengeras. Wajahnya lebih ditegakkan. Matanya memandang Toni untuk memberi perhatian lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sunyi lagi. Asap rokok dari hisapan terakhir mengepul di udara. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Toni melempar puntungnya ke sela-sela kerikil halaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Kemudian dia tanya begini Met, kalau baca al-Qur’an Mas Toni bisa nggak? Tentu saja pertanyaan ini juga seperti pukulan telak bagiku. Boro-boro baca, hurufnya saja aku nggak tahu namanya. &lt;i&gt;Hurufnya kriting semua, Man&lt;/i&gt;” lanjut Toni mengutip kata-kata dalam sebuah film Dedy Mizwar. Sunyi lagi. Terdengar derit pohon bambu tertiup angin malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Kenapa kau nggak bilang bisa? Dia ’kan nggak akan mengujimu, to? Kecuali kalau dia memegang al-Qur’an dan menyorongkannya padamu”, tanya Slamet. Pertanyaan yang diikuti kalimat sedikit ketus. Toni tidak menunjukkan reaksi tersinggung atau jengkel. Ekspresinya datar. Dia tahu Slamet bukannya tidak peduli. Komunikasi bagi keduanya tidak semata-mata kata-kata tapi lebih kepada sikap dan perilaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Ya nggak bisa begitu. Nanti kalau dia betul jadi istriku dan aku ketahuan nggak bisa baca Al-Qur’an, terus bagaimana?” bela Toni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ya nggak apa-apa ’kan? Toh dia sudah jadi istrimu,” balas Slamet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ah, nggak enak rasanya menipu diri sendiri. Aku jawab saja, nggak bisa. Lalu dia bilang begini, ’Mas, suami itu adalah imam keluarga. Kalau imamnya nggak bisa baca Al-Qur’an, terus sholatnya bagaimana, sedangkan sholat harus pakai bacaan Al-Qur’an?’ Dia tanya begitu. Mendengar itu aku nggak bisa berkomentar. Kami kemudiam terdiam beberapa saat. Rasanya seperti beberapa abad. Aku nggak tahu mesti bicara apa. Bibirku lengket seperti kena lem &lt;i&gt;alteco.&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Jangan berlebihan begitu. Memangnya kamu doyan lem?” Slamet menyela supaya Toni tidak terlalu larut dalam perasaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Entahlah, Met.” Lirih Toni berucap. Ucapan yang sebenarnya menyikapi suasana tetapi terdengar seperti menjawab pertanyaan, padahal dia tidak pernah makan lem sama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Toni melanjutkan, ”Entah berapa lama kami terdiam. Setelah aku merasa pembicaraan selanjutnya sudah tidak nyaman lagi, aku pun pamit pulang. Kau perlu tahu, Met. Sepanjang perjalanan pulang itu aku menangis. Untung saja waktu itu malam hari, Malam Minggu, jadi aku tidak terlalu malu pada orang-orang di jalan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Laki-laki nggak boleh menangis”, Ucap Slamet menirukan orang tua yang menenangkan anak laki-lakinya yang menangis. Toni tidak berkomentar. Dia malah melanjutkan ceritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Sejak itu aku ingin sekali belajar baca Al-Qur’an. Aku menyesal, kenapa aku dulu tidak sekolah di Madrasah Tsanawiyah saja kemudian ke Madrasah Aliyah supaya sekarang aku sudah lancar baca Al-Qur’an.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Belajar Al-Qur’an kan bisa di rumah. Ngaji ke Kyai Munif.” Bantah Slamet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Persoalannya bukan itu, Met. Aku malu kalau belajar bareng anak-anak kecil. Aku takut diketawain, orang sebesar ini kok baru belajar &lt;i&gt;Iqra’.&lt;/i&gt;” Toni membela diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ya kalau malu terus, kapan bisanya? Malu memang perlu, karena itu yang membuat dirimu jelas laki-laki atau perempuan. Tetapi kalau tidak pada tempatnya, atau bertempat di tempat lain apalagi di kepala, malu justru akan merugikan diri sendiri” komentar Slamet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Apa maksudmu? Malu itu nggak ada hubungannya dengan jenis kelamin”, sahut Toni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Ada temanku yang lebih tua dari kamu,” Slamet berubah lebih serius. Rupanya dia khawatir kalau komentar-komentar yang tidak jelas akan membuat kawannya ini marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Dia sudah punya dua anak dan sekarang baru belajar &lt;i&gt;Iqra’.&lt;/i&gt; Bayangkan, sudah punya dua anak. Tapi kalau kamu ingin belajar sekarang, janganlah karena kau ingin melamar perempuan. Karena jika itu sebabnya, maka ketika lamaranmu ditolak kau juga berhenti belajar.” Lanjut Slamet. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dalam hatinya dia tertawa ketika mengucapkan petuahnya. Dia merasa seperti guru spiritual. Keduanya terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai rasa kantuk menyerang dan keduanya sepakat untuk terlelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kulonprogo, Juni 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;GEGURITAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;GEGURITAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bongso Tempe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Kagem Mas Presiden&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; : &lt;b&gt;A. Samsul Ma’arif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno sesorah&lt;br /&gt;Ojo mung dadi bangsa tempe&lt;br /&gt;                murahan&lt;br /&gt;        Cekereme.&lt;br /&gt;           Mulane&lt;br /&gt;           Diagitasi terus&lt;br /&gt;           Gempur Nekolim&lt;br /&gt;           Inggris dilinggis&lt;br /&gt;           Jepang ditendang&lt;br /&gt;           Amerika disetrika.&lt;br /&gt;Ning saiki cingak&lt;br /&gt;Jaman wis Presiden ganti bola-bali&lt;br /&gt;Ananging Rakyat  malah san saya rekasa&lt;br /&gt;                                                    Di linggis&lt;br /&gt;                                              Di  tendang&lt;br /&gt;                                      Di setrika&lt;br /&gt;Wa akhiruhu&lt;br /&gt;Tan ana kumecap&lt;br /&gt;Mung:&lt;br /&gt;            Gempur&lt;br /&gt;             L a w an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Somenggalan, 23 Januari 2008&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;PUISI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gerimis di Bulan Maret&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; : &lt;b&gt;Andjar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lancip jarum-jarum hujan, menandai jejalan cemara jarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menghantar langkahku di kelokan itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di situ kau berdiam;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membuka korden pagi di musim-musim tropis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mengemasi mimpi-mimpi di rantau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kuyup jiwaku mengenalmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada sedu katamu di gerimis itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kukenang lagi malam, wajahmu hadapku berpendar lelampu jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sederap jarak mendekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepertinya kita pernah bertemu; kau tak asing bagiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lama bermukim-berumah di jiwaku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjadi degup hari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jum’at, 16 Maret 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karang Malang, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;tentang-mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;oleh :&lt;/i&gt;&lt;b&gt; fathin chamama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;biarkan selalu melagu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;jagakan jiwa menadakan-mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tentang-mu adalah bertanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dan jawab adalah engkau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;karena engkau adalah cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;meski dari-mu adalah misteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;diri-mu lah sebenar sejati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pada-mu…….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;seluruh alamlah menunduk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;maha benar engkau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dengan segala kehendak-mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Kulon progo, August 31 2005&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Namaku Sarjana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; : &lt;b&gt;Pukon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ibuku seorang guru sekolah dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;bapakku memeras keringat guna mengairi sawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;padahal kakekku seorang kyai,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;lalu &lt;span style="" lang="FI"&gt;namaku sarjana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;orang-orang mengatakan kami sedarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ada yang mengatakan kami tak setumpah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;karena kami tidak jatuh dalam satu wadah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;lalu, namaku sarjana? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ibuku berharap aku jadi pintar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;bapakku sesekali menyuruhku kerja di sawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;hidup memang susah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;kakekku punya pesan, jadilah anak soleh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;memang namaku sarjana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;namaku sarjana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;cita-cita selalu kubawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menjadi pintar, pekerja keras, dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tau mana yang baik, mana yang buruk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;jadi, ibuku, bapakku, juga kakekku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;adalah bagian dari namaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah Rongga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, &lt;i&gt;November&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;LURUH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; :&lt;b&gt; Yani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak lagi tergubahkan apa yang kau ingini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tiada lagi keinginankah hatimu untuk menyudahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tak terpikirkan olehmu kau telah menyakiti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Perasaan luka hatiku yang tak lagi kau temui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang aku rindu kini tak lagi di sisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang aku puja tak lagi ingin mengerti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Salahkah jika aku memberimu suatu uji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Relakah kau andai kuterima yang tak ku mimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kau relakan aku lepas tanpa suatu arti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kau restui masa mengambilku dari sisimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Adakah kesungguhan kasihmu menyertaiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Adakah kesungguhan cintamu menemaniku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kini tak lagi ujiku terlampaui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kau terlalu ikhlas bersama mimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tiada kesungguhan dirimu yang tak kuingini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena kini kau bermimpi beda dengan yang kumimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mungkinkah dulu kau harapkan hanya suatu khayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dan sehingga kau telah tepikan kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seperti apakah kau hendak samai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ciptakan hatiku yang kini telah kau lukai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; :&lt;b&gt; Verlienda Yunita&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika malam datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hati ini jadi tak karuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Foto dan wajahmu selalu kupandangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan penuh rindu dan harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kutahu dan selalu kupikirkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kalau penantian itu sangat membosankan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun ini sudah aku putuskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak mudah untuk menanti seseorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang akan kembali dengan kepastian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kucoba dan selalu kurenungkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ternyata cintaku ini penuh gangguan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Walaupun kutahu ini memang sebuah rintangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang harus dihadapi agar tak jadi penghalang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seandainya semua ini hanya tipuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka cepatlah aku dibangunkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar tidak larut dalam sebuah hayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menghayalkan cinta yang tak karuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cintaku tak pernah ada penyesalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cintaku tak pernah ada perkenalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cintaku berawal dari sebuah pertengkaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cintaku adalah kedamaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cintaku adalah keberuntungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena cintaku adalah dunia pisang??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang hijau dan kuning melambangkan kesuburan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Assalamualaikum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; :&lt;b&gt; Hendri Sulistya                  &lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 14.4pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Inilah salamku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;yang pertama ku ucap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;sebagai tanda perkenalanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;maka perkenankanlah aku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;masuk dalam kehidupanmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tuk mengukir waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Zamrud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;; EA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; : &lt;b&gt;Chyto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kata yang kubangun dari gelisah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Saat hujan dinginkan tulang-tulangku hingga kaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;: Teringat percumbuan kita tadi siang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Aroma terapi tubuhmu gairahkan resahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Selebihnya hanya itu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Hujan tak habis-habis, 130108&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;SMS DARI PEMBACA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Tadi aq buka website lontar. Bagus..” (&lt;b&gt;Lathif MP - 0817274xxx&lt;/b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Mbak aq mo ngsh saran bwt Lontar, gmn klo 1 saat nnt semua puisi dLontar tu dibukukn trs klo laku y dijual. Lmyn. Bsa mmbri knngan bwt penulisan KP”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(&lt;b&gt;Marwi - 0817467xxx&lt;/b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;BACA BUKU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Hidup adalah Perjuangan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Judul&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: Diary Hitam Putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penulis&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Restu R.A.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: Matapena (Novel Pop Pesantren), Yogyakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cetakan&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;: I, Mei 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tebal&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: vi + 152 halaman, 11 x 17 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Warna kehidupan manusia berbeda-beda, begitu juga kombinas&lt;span style="" lang="SV"&gt;i dan detil perubahannya. Kata Inayat Khan—spiritualis asal India, semua manusia mengalami evolusi terus menerus untuk menemukan jati dirinya, untuk mengetahui dan mengembalikan siapakah sebenarnya dirinya. Karena itu Tuhan menghargai seseorang yang menyadari proses tersebut. Evolusi dari ketidaksempurnaan menuju kesempurnaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Novel sederhana ini mengisahkan pencarian jati diri seorang remaja, Ryan. Ia memiliki komunitas pecandu minuman keras yang menjadi bagian dari masa silamnya. Tapi sang ayah berhasil mengeluarkan Ryan dari hal buruk itu dengan mengirimnya ke pesantren, yang membuka kisah novel ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjalani kehidupan yang sama sekali baru tentu tidak mudah, apalagi kebebasan-kebebasan masa silam telah ’dirampas’ dan diganti aktivitas yang sarat aturan, mulai dari bangun tidur sampai jam berangkat tidur pun harus ditepati, lengkap dengan ritual pendekatan kepada Tuhan yang tidak mengenal waktu berhenti. Semula Ryan merasa asing dan tertekan, tetapi berkat bimbingan Kyai dan para santri senior yang ulet, sedikit demi sedikit Ryan mengalami perkembangan positif. Tidak berarti tanpa tantangan, Ryan sering mengalami ujian terberat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yakni saat-saat datang godaan untuk kembali mengonsumsi minuman haram. Ironisnya, ada oknum seniornya yang juga bernasib sama dan menggodanya untuk menenggak minuman itu. Dia harus berjuang keras. Ryan kerap kewalahan mengendalikan tubuhnya yang kecanduan. Ternyata tidak mudah menetralkan pengaruh tersebut jika rangsangan untuk minum itu datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kisah diakhiri ketika memasuki bulan suci Ramadhan di pesantren. Ryan sudah lumayan memiliki kesadaran untuk konsisten membunuh habis kebiasaan masa lalunya. Niatan suci Ryan untuk mengisi lembaran baru yang putih bersih dari rantai hawa nafsu dipersaksikan kepada Tuhannya dalam sebuah munajat doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang khas dari novel ini adalah menyajikan karya puisi pendek setiap awal bagian. Sedangkan bagian ke satu sebagai pembuka diformat dengan puisi panjang. Begitu juga bagian ke-16 sebagai pamungkas dihidangkan beberapa puisi doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di dalam novel ini, seperti mengandung beberapa teka-teki karena tidak diceritakan secara tegas apa yang sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan Ryan. Apakah hanya hitamnya Ryan dengan minuman kerasnya? Tak ada jawaban mengapa Ryan sampai terjerumus ke lembah hitam. Juga tidak ada deskripsi bagaimana latar belakang santri-santri di pesantren tersebut berikut visi misi pesantren yang ditempati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagai pelengkap pustaka, buku ini layak dibaca. Betapa gejolak anak muda tetap butuh pengarahan dan sentuhan kasih sayang dari sekelilingnya. Tak mudah mengganti lembar hitam menuju putih. Tuhan akan menghargai setiap perjuangan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(&lt;b&gt;Isnani Nurhalimah&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;alumnus UIN, mengajar di MAN 2 Wates&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Andjar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, nama panggilan dari A.Ginandjar Wiludjeng. Lelaki kelahiran Banyumas, 11 Juni 1983. Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY), dan ASDRAFI (Akademi Seni Drama Film Indonesia). Dipercaya sebagai Ketua Teater Dokumen UWMY (Pendopo Mangkubumen) 2005-2007. Puisinya terkumpul di Kumpulan sajak; "Gamang, Ragu, Resah" (cetak terbatas) dan "Atjeh, Sebuah Kesaksian Penyair". Aktif ngamen puisi dari trotoar, bus, rumah ke rumah, sambil jualan antologi sajak. Kost di nDalem Mangkubumen Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;A. Samsul Ma’arif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; staf pengajar di MTs Ma’arif Dondong Panjatan. &lt;/span&gt;Kini, sibuk kuliah lagi di Bantul sambil berjualan buku-buku. Tinggal di Galur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Chyto&lt;/b&gt;, perempuan energik yang tetap rendah hati alumnus UIN Sunan Kalijaga. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan tangan dinginnya, ia masih berkesibukan memimpin LONTAR. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tinggal di Plumbon Temon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fathin Chamama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, penyair yang sering mengeluh kalau diminta biodata siapa jati dirinya. Sulit, katanya. Yang pasti perempuan penyair satu ini adalah alumnus Statistik UGM dan bergiat aktif di dunia pendidikan dan pergerakan perempuan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hendri Sulistya, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;lahir di Kulonprogo, 15-05-’85. Nyantri di PP. An-Nadwah Bendungan. Puisinya pernah dimuat majalah &lt;i&gt;HORISON&lt;/i&gt; sewaktu duduk di bangku SMA. Bersama kawan-kawannya, pernah menerbitkan buletin &lt;i&gt;Kettappel &lt;/i&gt;(Kita Peduli Pelajar) yang dipelopori ISPGM (Ikatan Santri Peduli Generasi Muda) di mana ia sebagai Ketuanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tinggal di Kauman Bendungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pukon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, merupakan nama lain dari Osephe H. W. Mahasiswa Sastra Inggris Sanata Dharma Yogyakarta. Kini tinggal menanti detik-detik meraih Sarjana (seperti judul puisinya, hehe..). Tinggal di Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Verlienda Yunita&lt;/b&gt;, alumni SMK Muh. Gadingan Wates. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekarang dia jarang berkabar kepada kawan-kawan redaksi. Tapi puisinya masih tertinggal di meja redaksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, perempuan kelahiran Kulonprogo, 12 Februari 1981. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alumni MAN Wates 2. &lt;/span&gt;Tinggal di Siluwok Temon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Z. Lathif&lt;/b&gt;, cerpenis yang penyair atau penyair yang cerpenis? &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dua-duanya memang melekat pada sang &lt;i&gt;lay-outer&lt;/i&gt; LONTAR ini. Tinggal di Kauman Bendungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hati orang tolol ada di lidah sedang lidah orang bijak ada di hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;(mahfudzat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-895633416004319679?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/895633416004319679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=895633416004319679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/895633416004319679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/895633416004319679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2008/02/lontar-15.html' title='LONTAR 15'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-5387053254184333683</id><published>2008-02-15T01:25:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T01:26:34.238-08:00</updated><title type='text'>LONTAR 14</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;BILIK REDAKSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Salam Sastra !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Pernahkah Anda bertanya, mengapa wajah sosial di negeri ini terlihat berderap mencoba menjangkau pergaulan global dengan mengikuti (bukan hanya mengambil saja) budaya yang senyatanya tidak berakar dari tradisi bangsa ini? Kami tidak begitu tahu apakah gejala tersebut sudah tampak atau belum, merasuki wilayah sekitar kita yang notabene bukan "wilayah metropolis". Terlepas dari oke dan tidak oke budaya itu ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Pecinta LONTAR yang budiman, salah satu dari contohnya adalah Kami menyebutnya "rekayasa sosial", seperti budaya "merayakan Hari Valentine/Kasih Sayang". Sebegitu perlunyakah sebuah kasih sayang "dirayakan?" Atas nama apa? Kedengarannya memang konyol. Pernahkah pula Anda bertanya, mengapa musti perlu pemakaian 'bendera' warna pink? Apakah cinta dus kasih sayang itu hanya memiliki satu macam warna saja; pink? Mengapa kalau hanya satu warna, warna pink yang dipilih? Tidak hijau, kuning, ungu atau hitam misalnya? Ah, rasa-rasanya kita kelewat lama berkenalan dengan warna, dengan bendera. Dan kita kelewat lama pula dibudayakan untuk pintar berekayasa. Tak heran jika banyak "rekayasa sosial" lain selain budaya Valentine yang "direkayasa pula" jatuh di bulan Februari ini. Salam Sayang!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Selamat Membaca...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;BYAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dulu saya sering berpikiran (mungkin ini sebentuk kecengengan) begini: dua warna yang sama ketika digabung menjadi satu tak kan menimbulkan warna lain. Misal: warna putih dibaurkan dengan putih, hasilnya tentu juga putih. Sementara dua warna yang berbeda, jika dicampur, akan menghasilkan warna yang sama sekali lain: warna biru dan kuning, kalau kita oplos maka hasilnya hijau. Menurut guru gambar saya, fenomena oplos warna ini tak hanya berlaku di dunia lukis, tapi juga pada kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Awalnya, mungkin karena kecengengan pula, saya memercayai "hukum" ini. Namun kini, seiring bertubi-tubinya peristiwa yang datang menghunjam tak sesuai kaidah oplosan warna tersebut, saya berani berkata non-sens pada apa yang dikatakan guru gambar saya. "Ah teori", kata sepenggal iklan yang dulu sempat kondang. Persoalannya tentu tak terletak pada "menerima" atau "menolak" hukum tersebut. Tapi, mengapa hal demikian bisa terjadi? Konon, Romeo dan Juliet -juga kisah asmara lain yang menggetarkan-- berangkat dari rasa (warna) yang sama: cinta. Namun, alih-alih mereka bisa membangun mahligai, justru yang mereka temui adalah akhir yang tragis? Pada kehidupan kenegaraan: tak ada satu partai politik pun yang punya asas dan landasan perjuangan bersifat "nista", namun mengapa pentas politik selalu tak jauh dari main kayu dan praktik dagang sapi? Dan contoh yang sulit kita tampik: sejumlah aliran keagamaan sama-sama ingin mempergelarkan tatanan kehidupan berdasar firman Tuhan, tapi mengapa yang terjadi adalah saling menghunus pedang?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dalam koteks ini, saya tak hendak memberi argumentasi: bahwa gagalnya mereka membaurkan warna yang sama karena mereka baru berangkat pada tataran konsep (akan warna) yang sama, tapi miskin bahkan nol dalam praktik. Agaknya, radikalisme logika mesti kita arahkan pada: bahwa diantara mereka yang hendak "menyatu" membawa warna yang sama tadi terbentang jarak. Dan jarak adalah "warna" itu sendiri. Perjuangan menempuh jarak adalah pergulatan merangkai warna kehidupan. Semakin jauh dan intens seseorang menempuh, mengolah dan menggauli jarak (di sini jarak tidak mesti diukur dengan parameter fisik seperti kilometer dsb), kian berwarna pula kehidupannya. Dan ketika kehidupan seseorang makin berwarna, bukan tidak mungkin ia bisa mencapai pada kesimpulan: bahwa sejatinya warna-warni itu hanya pantulan dari Yang Maha Cahaya. &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Daun itu sejatinya tak berwarna hijau, ia hanya memantulkan Cahaya Hijaunya Tuhan. Sementara Cahaya Kuning Tuhan, dipantulkanlah oleh kenanga. Dan seterusnya. Demikian pesan orang bijak. Pertanyaannya: warna buram kehidupan ini pantulan dari mana? Ya, bagi insan yang taat, ia tak berjarak dengan Tuhan. Tapi bagi yang ingkar, jarak-jarak yang mereka ciptakan membuat warna kehidupan terasa berat untuk dibelai dengan kasih sayang.***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;MARWANTO (www.markbyar.blogspot.com)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ADA APA DENGAN LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;Temu Sastra Tiga Kota di Gedung PCNU Kulonprogo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Minggu, 13 Januari 2008 menjadi hari besar pertama bagi sejarah sastra di Kulonprogo. Meskipun mengambil tempat yang "terbatas" di sebuah ruangan gedung PCNU Kulonprogo, acara yang bertajuk "Temu Sastra 3 Kota (Kulonprogo, Purworejo, Yogyakarta)" berlangsung sangat meriah-meruah. Komunitas sastra &lt;i&gt;Lumbung Aksara&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Sangsisaku&lt;/i&gt; adalah dua komunitas sastra penggagas acara tersebut. Perhelatan besar ini diikuti oleh sastrawan dari tiga kota dengan masing-masing membawakan karya sastra mereka. Hadir dalam acara tersebut penyair senior antara lain Iman Budhi Santosa, Evi Idawati, Koh Hwat, Ki Soegiyono MS, Soekoso DM, Atas Danusubroto dan penyair-panyair muda seperti Joni Ariadinata, Raudal Tanjung Banua, Kristina Kusuma, Aguk Irawan MN, Mahwi Air Tawar, dan lain-lain. Hadir pula KaDisbudpar Kulonprogo: Bambang Pidekso. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun jaringan sastra antar daerah, kata Syamsul yang menjadi moderator dalam diskusi Membangun jaringan sastra. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Chito )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;MEREKA BICARA TENTANG TEMU SASTRA 3 KOTA (TS3K&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;“…ini merupakan fenomena kesastraan yang baik…berjalan dengan baik dan sukses. Setidaknya ia bisa menjadi ajang silaturahmi antar sastrawan. Di sini akan lahir kemungkinan baru, sebuah energi baru dan ruang kreatif baru yang lebih dahsyat. Sebagai pembuka, acara semacam ini patut diacungi jempol...sebuah mediasi yang kita harap akan selalu ada dan terus ada di tengah kondisi kesusastraan yang semrawut. Acara sastra tak hanya milik orang "kota"...”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Indrian Koto, Cerpenis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;"Saya mencintai sastra Jawa karena memiliki gereget rasa. Selain itu, ada tata krama yang mencerminkan kebudayaan Jawa”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Koh Hwatt, Penyair)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;"Selamat ya, acaranya keren”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Hasta Indriyana, penyair-penulis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;"Saya senang sekali diundang di acara ini. Orangnya ramah-ramah. Kapan ada lagi saya diundang ya?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Mutia Sukma, penyair muda Jogja)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;CERPEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Gerimis di Stasiun Kereta dan Sepotong Sajak Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cerpen Akhiriyati Sundari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Musim hujan bertandang. Tanpa pesan. Dan, aku tak pernah siap. Musim hujan seperti musuh laten di dadaku. Aku mengingatnya. Seperti tahun yang sudah-sudah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Hujan selalu membawa banyak hal menyengat. Selalu ada perasaan hangat. Selalu ada kenangan. Selalu ada kecemasan. Selalu ada kesedihan. Juga nyaris selalu ada nuansa romantis yang menggenang. Selalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Aku duduk tergugu di peron stasiun. Kereta Senja sebentar lagi tiba. Tetapi mendung yang bergulung-gulung di atas langit kota kecil ini, telah lebih dulu tiba. Hawa dingin berkesiur rendah menembus telapak kakiku yang telanjang tak bersepatu. Lampu-lampu stasiun berdenyar suram. Kurapatkan jaket dan mengangkat kedua lutut rapat, bersidekap. Aku mencoba menata batin yang gamang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Pedagang asongan tampak tak putus asa mengusikku, juga orang-orang di sekitarku, menjajakan dagangannya meski tak satu pun yang membeli. Air mineral, soda gembira, &lt;i&gt;tissue&lt;/i&gt;, obat masuk angin, minyak kayu putih, dan gula-gula. Beberapa tukang becak dan tukang ojek terlihat bermain kartu di pojok stasiun. Menunggu giliran mengantar penumpang kereta yang tiba. Menuju alamat kedatangan atau kepulangan, entah ke mana. Mereka seolah asing dengan kata selamat datang, selamat jalan atau selamat tinggal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kurang dari 500 meter arah utara stasiun ini, tampak Alun-Alun kota. Riuh oleh pertandingan sepak bola yang mendekati usai. Aku menghitung waktu sejak menit pertama pertandingan digelar, dan sekarang sudah menit ke delapan puluh lima lebih sekian detik (artinya sudah satu jam lebih aku menantimu di sini dan keretamu belum juga datang). Aku tidak tahu adakah gol yang tercetak di sana. Aku hanya sempat melihat dua kartu kuning diacungkan ke udara oleh wasit. Ah, dulu kau juga menjadi bagian seperti mereka di tempat itu. Mengenakan kaos putih bernomor punggung lima, kesayanganmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Gerimis mulai turun perlahan. Para penumpang dan pengantar (sebagian mungkin penjemput, sepertiku) menepi di dekat pelimbahan. Kursi tunggu yang tak seberapa jumlahnya telah penuh terisi. Ini stasiun kecil di kota kecil. Sementara pengguna jasa kereta api tidak kecil. Ironisnya, jaminan kenyamanan dan keselamatan transportasi jenis ini sungguh kecil. O, aku lupa. Bukankah memang begini kenyataan di negeri ini? Kecelakaan kereta api hanyalah salah satu yang kerap terjadi. Tiba-tiba aku teringat kerabatku yang hilang karena menjadi korban kecelakaan kapal motor &lt;i&gt;Senopati Nusantara&lt;/i&gt;, tenggelam di perairan Rembang ketika hendak pulang dari Kalimantan. Sejenak kuheningkan cipta dalam batin untuknya. ”&lt;i&gt;khushushon li rûhihi, Al-fâtihah...&lt;/i&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Rintik gerimis seperti irisan air yang menjelma ribuan jarum, melesatkan hunjaman ke bumi. Kau lebih menyukai gerimis daripada hujan. Lebih menyukai titik-titik air serta hawa yang dibawa gerimis daripada titik air hujan dan suasana yang tertinggal ketika hujan usai. Apalagi jika gerimis pertama menyentuh tanah, kau tak akan melewatkan harumnya bau tanah basah. Gerimis, katamu, adalah kegelisahan yang membawa pesan keindahan luar biasa, seakan-akan surga telah bocor dan menciprat ke bumi (kau suka membual seperti itu di depanku. Sialnya, aku suka!). Engkau sering berkeyakinan terlalu tebal bahwa kata-kata mampu mengungkap cinta. Tiba-tiba aku merasa kita seperti murid SMA saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kau belum mengirim pesan. Begitu juga aku. Aku tahu, kau seperti halnya diriku, tak begitu suka mengirim pesan ketika tengah dalam perjalanan, baik mengabarkan atau menanyakan. Selebihnya aku hafal, kita lebih suka kejutan-kejutan kecil seperti perjumpaan yang tiba-tiba. Kau hanya mengabarkan bahwa hari ini akan datang (hanya datang, bukan pulang?) dan memintaku menjemputmu saat petang. Kau bahkan tak mengatakan dengan kereta apa kau akan datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Cinta, rasa-rasanya telah membuatku sakit jiwa. Hampir dua jam aku menanti, kau belum juga tiba. Mataku tak lepas-lepasnya menatap ke arah barat, arah di mana kuperkirakan kau akan muncul. Tapi sudah beberapa kereta yang tiba, melintas, berhenti sejenak dan pergi lagi, kau tak ada. Kereta, seolah sudah menjadi takdirnya untuk hanya akrab dengan persinggahan, bukan kepulangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mendadak aku ingin sekali menghubungimu. Kecemasan seperti menyatu dengan ketidaksabaran. Merambat perlahan di ubun-ubun kepala. Jangan-jangan kereta yang kau tumpangi anjlok atau kecelakaan. Bayangan itu lantas menangkupku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Terdengar suara mengagetkan dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengeras suara stasiun,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengumumkan bahwa kereta dari Jakarta terlambat karena terhenti di stasiun Purwokerto. Ada gangguan mesin sehingga musti menunggu perbaikan. Ah, tepat! aku lega. Bayangan buruk itu akhirnya lenyap. Tapi aku sadar, kesabaranku hanya pas-pasan. Aku mulai memaki lagi. Betapa buruknya jasa transportasi yang satu ini. Seolah tak memiliki pengertian sama sekali bahwa seorang perempuan di sini tengah gelisah menanti kekasihnya...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Malam dijelang. Gerimis yang awet seperti mengejekku habis-habisan. Aku melangkah ke mushola. Sekadar menunaikan kewajiban (maaf, Tuhan. Aku kangen kekasihku dan tak sabar menantinya. Jadi, tak bisa berlama-lama dengan-MU). Aku kembali lagi ke peron. Kubuka telepon genggam. Kubaca-baca lagi pesan pendekmu. Ada sepotong sajak cinta:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;”&lt;i&gt;Bila cinta begitu sederhana. Mengapa keberanian tak juga mengalung di leherku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;i&gt;Ingin kubawa Kereta Kencana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;i&gt;Dengan hanya berbekal cinta, semoga cukup untuk menjelangmu. Tapi apakah sesederhana itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;i&gt;Nyatanya, aku hanya pecinta yang koma&lt;/i&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dua tahun silam menjelang pergimu ke Jakarta, di stasiun ini pula, kita seperti enggan berpisah. Wajahmu seperti tertimbun batu. Berat. Rentangan waktu, ruang, dan hambatan yang menjarakkan kenyataan dengan impian, lantas menjadi aksessoris hidup yang kadang cantik, kadang tidak. Dipandu ketidakpastian, kita terus berusaha saling meneguhkan. Merangkai masa depan. Membuat peta-peta. Menyusun rencana-rencana. Begitu sederhana. Sesederhana sajak cinta darimu yang tengah kubaca.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Melodi pesan berbunyi tiba-tiba. Dadaku bergetar menatap layar. Kau, yang kutunggu-tunggu!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;”&lt;i&gt;Aku tak sabar berhenti di Purwokerto. Aku melanjutkan langkahku. Naik bus malam. Kini, aku telah tiba di terminal. Bisa jemput aku di sini 'kan, Sayang?&lt;/i&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Aku tersenyum riang. Bergegas ku melangkah keluar stasiun. Kurogoh sakuku, mengambil kunci motor. Hah.. kunci motorku tak ada!! Aku hampir pingsan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Saat kebingungan dan kepanikan nyaris membunuhku, seorang lelaki yang rupanya penjaga mushola stasiun, datang menghampiriku. Mengulungkan sesuatu. Seketika musnahlah gemuruh api di kepalaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;”Terima kasih, Mas”, aku gugup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;”Lain kali hati-hati ya, Mbak? Jangan naruh kunci sembarangan”, lelaki itu lantas berlalu begitu saja. Aku terbengong. Aih, lelaki yang baik hati...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lumbung Aksara, 11 Oktober 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;GEGURITAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Ngupadi Pepadhang Jati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Dening: A. Legiyo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dak remké mripatku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;tetep ora bisa turu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dak coba metu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Nyawang wengi kang sepi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Swasana rinasa tintrim nggegerit nala&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mung tansah ngreridhu osiking kalbu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Aku sedhakep lungguh ijèn&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Rembulan wus angslup, langit semburat abang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Remeng-remeng cahyaning lintang panjer esuk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Wewayangan mung sarwa ireng&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Obahing gegodhongan katon jejogédan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dèn wiramani sumiliring angin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Amung rinasa kekes kang mbalung sungsum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Atiku nglambrang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mecaki lakuning nasib kang durung karuwan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Embuh mulya, embuh malah rekasa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kabèh mau mung marahi bingung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Krodaning atiku takon marang lintang panjer esuk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Apa wus cepak plethèking sang pepadhang jati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kang mbengkas pedhut peteng nggemuleng ing jroning atiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tan dangu gya kasaru&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Pangeliking azan subuh sarta jago kluruk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kang dumeling mlintir kuping kebak ing pananting&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Eling lan memujiya, pasrah marang gusti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Sakèhing reribet bakal kabirat sarta pinaringan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Pepadhang margining gesang tansah tinuntun. Amin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;Sentolo, 21-1-2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PUISI-PUISI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Tumbal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Dewi Fatimah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Inikah bela sungkawa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Rencana besar selalu saja menelan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Korban-korban&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tumbal sejarah dan peradaban&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Apa pula tumbal perdamaian dan pluralitas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tanpamu dunia menjadi jemu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Semua perempuan ingin menjadi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Ratu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Perdamaian haruskah sim salabim&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mulut-mulut bungkam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Otak diam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tangan-tangan terikat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Pluralitas haruskah bla bla bla&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mana kebebasan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mana toleransi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mana penghormatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;: Bela sungkawa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Perempuan Penunggu Pantai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Rohmi Astuti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kalau matahari tak pernah ingkar janji&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kuingin jadi matahari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Sampai detik ini pun ku masih mematri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Asa itu dalam hati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mungkin...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Ombak, pasir, karang di pantai ini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Sudah semakin bosan dengan kehadiranku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tiap pagi dan petang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Buah hati kita pun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tak pernah ragu menyertaiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Berharap dialah orang pertama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Yang merasakan dekapan ayahnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Jujur..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Perih itu ada&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tapi ku tetap harus tersenyum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dan melanjutkan perjalanan ini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Walau tanpamu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Karna ku yakin waktu itu kan tiba&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kau hadir dalam sempurna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(Diilhami "Tragedi Levina I")&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Faiz al Hady&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kucari engkau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Di setiap sudut perenungan panjang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Yang menyatukan jiwaku dalam debu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dan hablur biru&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tapi Engkau adalah satu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Di setiap mega dan pencarian&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Engkau jauh dan samar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tapi Kau sudi menyapaku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mengajarkan hakikat keabadian&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Walau jauh sungguh! Oleh waktu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dan dinding berlapis memisahkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Aku damai mengingat-MU&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;Oktober 2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;SAMPAI KAPAN AKU...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Andarisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Empatpuluh delapan jam berlalu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Aku berjalan di antara jarum jam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Melalui angka yang itu sebuah tanda&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mengusik mata yang melihatnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Detaknya pun,..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Aku mencoba merambahi iramanya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mencoba menari bersama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;garis-garis waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berapa hari lagi harus kulalui&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Setelah empatpuluh delapan jam berlalu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Untuk melepaskan diri dari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;sorotan kenangan ini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;sorotan dosa,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Bahkan seribu jam lagi pun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Belum sanggup, Masih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Panjatan, 31 Juli 07&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Angie&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Muh Rio Nisafa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Angie,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Ceritakan padaku tentang kekuranganmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tentang rapuhnya jiwamu di suatu waktu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tentang nafasmu yang terkadang memburu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tentang runtuhnya istana pasir di Hatimu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Angie,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Jangan kau buat aku selalu merindu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan tatap indah lentik matamu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan senyum manis di ujung bibirmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan asa dan semangat di hari-harimu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Mungkin aku bukan yang pertama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;yang coba merayu dirimu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Tutup saja kedua telingamu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;dengan telapak tanganmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Namun jangan pernah ingkari hatimu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Bahwasannya kaupun cinta/rindu aku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;Ampenan, 18 Sep '00&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;SELAMAT DATANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Mukhosis Noor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Bulan datang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan segenggam salam api perdamaian&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan segembol tawa kemerdekaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan secawan deru kecerahan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan aku menyalakan lilin merah di tangan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan mereka membawa bunga aneka warna&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan Engkau menertawakan kejahilan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Bulan datang tepat di titik nol dunia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Disini kuakhiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Disini kumulai&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Menghitung lafal kenestapaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Membaca abjad kealpaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Menulis jejak yang akan datang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jogjakarta, 01 Januari 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PERPISAHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Mujiyanto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Saat itu ku ingat dirimu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kucium keningmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kubelai rambutmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Kupeluk tubuhmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Dan kuucapkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Innalillahi...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;SMS DARI PEMBACA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;"Maaf, Cuma mau tanya. Kl mau dapetin buletin LONTAR dmn. Kl d UIN d Fakultas apa. Thanks”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Huri - 081917772xxx)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;"Assalam...Saya NURI siswi SMK 1 Panjatan. Sya b'minat gbng dlm bltn LONTAR gmn crnya?"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Nuri - 081931711xxx)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;BIODATA PENULIS LONTAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;EDISI 14/Th. II/2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;A. Legiyo&lt;/b&gt;, staf pengajar bidang studi Pendidikan Jasmani di SMP N&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengasih. Penggiat seni sastra, terutama geguritan. Tinggal di Dlaban Sentolo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;Akhiriyati Sundari&lt;/b&gt;, perempuan yang biasa dipanggil "Ndari" ini sebenarnya tidak begitu produktif menulis. Tulisannya ada di "media sastra indie"; &lt;i&gt;BEN! &lt;/i&gt;UGM Jogja, &lt;i&gt;PAWON &lt;/i&gt;Solo, &lt;i&gt;Hysteria &lt;/i&gt;UNDIP Semarang, &lt;i&gt;dan tandabaca.com&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia mencoba ber-sketsa di blog pribadinya; &lt;i&gt;www.sketsajagad.blogspot.com&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Andarisa&lt;/i&gt;, penyair yang memiliki kesibukan luar biasa. Tetapi tetap saja kawan-kawan redaksi penasaran ingin kopi darat dengannya alias kenalan langsung. Kapan ya? katanya tinggal di Panjatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Dewi Fatimah&lt;/i&gt;, menurut pengamatan redaksi, sajak-sajaknya cukup 'subversif' meneriakkan gugatan atas berbagai ketimpangan. Lebih jauh bisa disimak di antologi &lt;i&gt;Seorang Gadis, Sesobek Indonesia &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Antariksa Dada&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Faiz al-Hady&lt;/i&gt;, santri tulen asal nDondong Panjatan (yang penyair ?). Ia pun tak ingin kalah dengan kedua kakaknya yang kini meneruskan belajar dan bermukim di Makah - Saudi Arabia, karena disela-sela menorehkan syair, ia juga &lt;i&gt;nyantri &lt;/i&gt;di sebuah Pondok Pesantren di Purworejo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Mujiyanto&lt;/i&gt;, adalah pelajar SMK Muh 1 Moyudan. Beralamat di Banaran Pendoworejo Girimulyo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Mukhosis Noor&lt;/i&gt;, penyair asal Banyumas ini sekarang jarang berkabar kepada kawan-kawan redaksi. Mungkin sedang sibuk kuliah (Jurusan Bahasa dan Sastra Arab) dan bergiat di Sanggar &lt;i&gt;NUUN &lt;/i&gt;(UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta. Tapi sajaknya tetap menyapa pembaca. Kost di Ambarukmo Gg. Arjuna 197 A Jogja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Rio Nisafa&lt;/i&gt;, pegawai negeri di PEMDA Kulonprogo. Penyanyi Rock yang "Rocker juga Manusia Penyair" ini bisa di-klik di &lt;i&gt;www.rio-nisafa.blogspot.com&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;Rohmi Astuti&lt;/i&gt;, alumni SMA 1 Wates dan FE Universitas Cokroaminoto. Perempuan pendidik di STM Ma'arif Wates ini adalah aktivis Ikatan Puteri-Puteri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Kulonprogo. Sajak-sajaknya ada di SGSI. Tinggal di Pripih Temon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;SEPUTAR MENULIS SASTRA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Puisi Pamflet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Orde baru telah membuat jagad Indonesia kelam, penuh kekerasan, dan hegemoni. Lalu muncul suara keras di podium-podium. Demikian juga dunia sastra. Coba simak puisi penyair besar kita:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;i&gt;Inilah sajakku//Pamflet masa darurat//Apakah artinya kesenian//Bila terpisah dari derita lingkungan//Apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan//&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Demikian kredo pamflet Rendra yang ditulisnya pada 1974. itu adalah pamflet. Tapi bukan berarti bahwa pamflet itu tidak bisa menjadi puisi. Bisa saja. Tapi dorongannya adalah dorongan kebutuhan menulis pamflet. Dan dalam pamflet itu tidak menulis agitasi. Penyair pamflet menulis dengan harapan mendorong orang jangan meninggalkan standar atas hak kolektif. Sasarannya jelas. Bukan ideologi politik, kecuali demokrasi, hak asasi, dan keadilan sosial. Bagi Rendra, kalau diundang membuat massa oposisi, dia tidak akan ikut. Ia takut kehilangan kontemplasi. Padahal massa yang sampai sekarang dikenal oleh kebanyakan "orang politik" adalah selalu organisasi massa yang kurang kontemplasi. Jadi, begitu masuk organisasi massa, Rendra mengaku mengalami dehumanisasi. Penyeragaman . Maka Rendra pun menempati posisi sebagai sebuah ikon perlawanan kelas bawah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Ia pun terus bergerak dengan kesadaran politik baru. Menurut Rendra, pemerintah harus berterima kasih kepada penyair-penyair macam dia, yang menunjukkan kekurangan pemerintah yang harus diperbaiki. Orang semacam Rendra akan selalu dan selalu berhadapan dengan penguasa yang dianggapnya salah, kata HB Jassin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Lain Rendra lain Wiji Thukul. Puisi-puisi Thukul lahir dari kesadaran menjadikan seni sebagai media perjuangan terhadap kesewenang-wenangan. Urusan kepenyairan sesungguhnya berhadapan dengan kenyataan, bukan khayalan yang ditumpahkan melalui ketrampilan karang-mengarang tulisan atau merangkai-rangkai kata indah serupa kata-kata mutiara. Saini jujur menyatakan urusan itu dalam "Kepada Seorang Penyair Muda". Bagi Saini, puisi menjadi berharga karena mutu bahasa dan kedalaman maknanya, dan jika sekadar menyuarakan keprihatinan sosial dengan meradang, menghujat, dan melolongkan protes pada ketidakadilan, bukanlah juru selamat atau jaminan mutu puisi, bukan pula tempat berlindung dalih-dalih bagi puisi buruk yang muluk, tinggi hati, dan ngotot diganjar sebagai karya agung yang menggelorakan kenyataan masyarakat dan semangat zamannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(A. Samsul Ma'arif, Redaksi LONTAR)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KATA-KATA MUTIARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;“Kegilaan, mungkin mengungkapkan kebenaran, namun bila tanpa disiplin kegilaan hanya dapat menghasilkan ketidakseimbangan dan kekurangharmonisan dengan masyarakat”. (Paul Stange).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4262294261861828356-5387053254184333683?l=lontar-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lontar-online.blogspot.com/feeds/5387053254184333683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4262294261861828356&amp;postID=5387053254184333683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/5387053254184333683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4262294261861828356/posts/default/5387053254184333683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lontar-online.blogspot.com/2008/02/lontar-14.html' title='LONTAR 14'/><author><name>L O N T A R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08111611433051671334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4262294261861828356.post-3445311138571518503</id><published>2008-01-26T04:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-26T05:10:29.577-08:00</updated><title type='text'>LONTAR 13</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;DEMONSTRASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Cerpen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M. Umar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maksum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Matahari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;badan, namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;emosi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;massa sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ubun ­ubun. Emosi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ribuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyatu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memperjuangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dianggapnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benar. Mereka&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;berpanas ­panas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bawah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;matahari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penutup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sementara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ruangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ber ­AC, Jerime&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kopi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merokok, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbunga ­bunga. Dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;modal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kurang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp 30&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;juta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengerahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ribuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Piye&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bas, hasile? Rame&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ora&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demone?” tanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jerime&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditunjuknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lapangan ’. Yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditanya angkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jempol&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”&lt;i style=""&gt;Gitu&lt;/i&gt; , Bas. Cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rizki. Cukup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;ongkang ­ongkang&lt;/i&gt; , duit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;mengalir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendiri,” tambah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jerime.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp30&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;to? Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita diberi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp50&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juta. Hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membangun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;opini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kembali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lokasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo. Beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teriak ­ teriak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berorasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Turunkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel! Atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menurunkan!” teriak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;demonstran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berapi ­api. Teriakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;utama, sebab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempersulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ruang, Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkumpul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;stafnya. Dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjelaskan, penolakannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berdasarkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;informasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot, lelaki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikenalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejak sama ­sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aktivis. Bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;datang, hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan merugikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tergusur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memanas. Bahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aparat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepolisian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlibat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bentrok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendemo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencoba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerobos&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pintu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gerbang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Aduh, kepalaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;bonyok&lt;/i&gt; !” teriak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Truno, salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendemo. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;ba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bu&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi, Truno&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;batu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melempar sekenanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”&lt;i style=""&gt;Asu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iki! Sirahku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diantem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;watu&lt;/i&gt; !” teriak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendemo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain, tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sadar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;batu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berasal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kejadian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu, Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengelus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dada. Mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rakyat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahu ­menahu. Kasihan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terluka, pikirnya. Tapi Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suasana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anarkis, akhirnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;aparat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keamanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencoba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bernegosiasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Basiman, meminta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;massanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membubarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diri. Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyudahi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu. Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hatinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diam ­ diam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebenarnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ikhlas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilihatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;korban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sore&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harinya, Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menemui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel. ”Besok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;turun. Ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rakyat!” ucap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berapi ­api&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;depan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel. Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berharap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengikuti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sarannya. Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teringat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengincar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah menjanjikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp 500&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhasil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggagalkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Jangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ragu ­ragu, Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah,” ucap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sabar. Membuyarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pikiran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khawatir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bentrok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga. Kasihan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka,” jawab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lembut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;turun, apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tega&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rakyatmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nanti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sengsara,” lanjut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bandot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sementara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jarum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gardu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;XI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;12:00. Sekitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;delapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asyik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendiskusikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sembari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selepas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bakti. ”Ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lawan. Kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masuk, mati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita,” kata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sutisman. ”Kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terusir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelahiran,” timpal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain. ”Oke, kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hubungi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teman ­teman. Besok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sore&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkumpul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel,” yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyahut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;habis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pikir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perilaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warganya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beringas. Tiba ­tiba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pedang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diasah. Bambu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;runcing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibuat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelompok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;datang, kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serang!” ucapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Basir, salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bakti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tadi. Cukup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhantui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus ­menerus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;isi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepalanya. Kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibiarkan, betul ­betul bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertumpahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;darah, pikirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Belum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pikirannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;persoalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu, tiba ­tiba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pintu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diketok ­ketok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedikit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”&lt;i style=""&gt;Kulonuwun&lt;/i&gt; , Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah,” ucap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hampir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersamaan. Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersentak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Silakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masuk, pintunya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikunci ”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Belasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;duluan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;duduk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kursi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sengaja &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ditata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Pendemo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tandingi, Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah. Kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rela&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mundur,” salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;buka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Menurutku, kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sabar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebelum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melangkah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh,” balas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Tidak, Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah. Pokoknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lawan! Dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini!” timpal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain. Hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;miris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mendengar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;laporan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata ­matanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkumpul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tandingan, Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manggut ­ manggut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Bagus..bagus. Ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp 25.000&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;per&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sepeda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;motor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo,” Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjanjikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Jangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lupa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesanku, apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diteriakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besok!” lanjut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyuruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata ­mata. Yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimaksud&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengangguk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mantap. Lantas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lembar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seratus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ribuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segepok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beralih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Ayo, Dasih. Kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;café&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dulu,” sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata ­mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengajak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dasih, perempuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menemaninya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak. Uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendemo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nanti, tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semua. Kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nanti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesertanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kurang, kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dongkrak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rp25&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ribu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;per&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;motor. Selebihnya, untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senang ­senang. Oke?” sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata ­mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyeringai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;puas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mendengar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penjelasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dasih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja. Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hatinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rela. Rakyat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menahu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa ­apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diadu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepentingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cekak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang. Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dasih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak. Dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berani&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;arus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tandingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dirancang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benar ­benar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlaksana. Ribuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikontak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyatakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bergabung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Pokoknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;target&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melindungi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menolak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;investor,” kata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nanti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dihadang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pihak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain, &lt;i style=""&gt;piye&lt;/i&gt; ?” tanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendemo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lawan. Siap ­siap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senjata. Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati ­hati, jangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aparat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keamanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahu,” jawab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bandot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mendengar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tandingan, Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khawatir. Ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bentrok, pikirnya. Tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Basiman, lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jerime. Mendengar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;laporan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu, Jerime&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;girang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;main. ”Bagus! Artinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;duit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melimpah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi,” komentarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Jarum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari. Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jantan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkokok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendahului&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu. Mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpejam. Kantuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meredakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekhawatiran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bentrok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fisik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besok. Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jutaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rupiah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuterima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teman ­temanku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bermusuhan? Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ibuku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;butuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak. Pikiran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Basiman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertengkar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendiri. Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sisi, ibunya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengobatan, di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;justru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengadu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teman ­temannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sementara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel, tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beda. Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu, resah. Khawatir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bentrok. Mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengudurkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja, batinnya. Tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyelesaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah? Atau, jangan ­jangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agenda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersembunyi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;balik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peristiwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini? Lurah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gombel&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gelisah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;main...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Waduk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sermo, 13&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;September&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;BILIK&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;REDAKSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Salam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Pecinta &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;LONTAR&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;budiman, bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Desember&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;silam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sarat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilupakan. Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itulah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lahir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”bayi ”. Usia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setahun, seharusnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beranjak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belajar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merangkak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berjalan. Syukur ­syukur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berceloteh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’cemethis ’ menggemaskan. Kendati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demikian, perjalanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;genap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;musti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengisahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal. Ya! Tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kisahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perjalanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami. Bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enggan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagi. Akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi, kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumangsa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merangkak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tertatih ­tatih. Kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’pertumbuhan ’ yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suplai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”asam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;omega&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga ” tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tubuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jiwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami. Setahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LONTAR, kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belajar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbenah. Menghadirkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’rasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baca&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda ’ bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ijinkanlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetap rendah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merendah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menaikkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mutu), semata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cinta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekalian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memayuhayuning&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;prakaryan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aksara. Dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kedua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pula...perkenankan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jatuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cinta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anda. I&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LOVE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;YOU&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Selamat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Membaca....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;BYAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Nggetih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karyanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;majalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mimbar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sastra (H.B. Jassin), ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memutuskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“hidup ­mati ” dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menulis. Itulah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hamzah, salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastrawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;low ­profile&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yogya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wafat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;malam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;9&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Desember&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;istimewa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid? Sejumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dihasilkan, tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gempar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;publik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra. Bahkan, orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengenalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hendrasmara: penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beragam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tema&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;– dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;soal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinju, kisah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(skandal) para&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diva&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;humaniora. Agaknya, keistimewaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikenali. Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghampiri …..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pribadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hangat, santun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;care . Ya, Pak Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sosok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peduli&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;–­peduli&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sharing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tegur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sapa. Sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pribadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;redaktur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pagi&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(MP), ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“merasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertanggung ­jawab ” atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nasib&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dunia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra. Sehingga, ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hendak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meloloskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MP, ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;materi (untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disajikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembaca), tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;punya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;misi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“memelihara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membakar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;elan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;vital&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis ”. Dan, Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mensinergikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;standar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apik: tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengorbankan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembaca&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekaligus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melahirkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muda. Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, sulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kiranya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengganti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;redaktur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(sastra) seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“orang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;tua ” bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yogya, Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersikap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bijaksana. Ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengindap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;redaktur: merasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rubrik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diasuhnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditembus. Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sikap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memanjakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anak ­anaknya. Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pernah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulisan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penuh, padahal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulisan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MP&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2002, hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengirim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rata ­rata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulisan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbulan. ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;September&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2006, di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kantor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MP, Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pernah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya: “Sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis, sepertinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kurang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;prihatin …”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Seminggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebelum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wafat, ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sowan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Lumbung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aksara&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(LA) maupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangsisaku, ia sempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cambuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terakhir: “Jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penulis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;total, sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdarah ­darah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;nggetih&lt;/i&gt; …..” Saya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teringat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membayangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bunyi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mesin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akhir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hayatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pakai. Bunyi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mesin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu: tak …tik …tak …tik …tak … tik ….&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;–bagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetes&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;darah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengiringi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelahiran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karya ­ karyanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ayah, darahmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lanjutkan ……..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;MARWANTO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;GEGURITAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;NDLEMING&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Wahid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rejo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Udan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;grimis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ora&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uwis ­uwis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ndadekna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suasana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adhem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Kumlebeting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalbu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nembe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;miris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pancen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ginaris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Wayahe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wayah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ndalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Udan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuwi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tansaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mundhak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ngganggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Marang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sewu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gambarku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Lan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kabeh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalma&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keplayu ­playu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Senajan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;to&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gelap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaliwat ­liwat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ananging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gawe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wedhiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Kelangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kabeh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panjangkaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Marang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pambudhiku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;durung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diruwat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mbok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ndang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padhang, terang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Lungakna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;was ­was&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sumelang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sirnakna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jiwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kapang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Kareben&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandhang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mbok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ndang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terang...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Padhang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gamblang...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Wis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rakuwat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nyonggo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Padha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bareng ­bareng&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;njoget&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;SELAMAT  &amp;amp; SUKSES&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Atas  terselenggaranya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;“ Temu  Sastra  3  Kota ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;(Purworejo, Kulonprogo, Yogyakarta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Wates, 13  Januari  2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;PUISI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Senja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: AriZur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Membincang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daun ­daun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanggal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerobos&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diamdiam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Engkau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sulutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tembakau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;linting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Bertuliskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Dji&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Soe&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pelanpelan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;menyulap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bibirmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;abu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Secangkir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kopi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kental&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hitam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sayang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilewatkan. Tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peduli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lokal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teronggok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;sekurang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Lantas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;obrolan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hangat;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;romantisme, kemanusiaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Segala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bengek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;idealisme&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;HAM!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Begitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melengking&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Senyaring&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jengkerik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertingkah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;riang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Seolah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudahsudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengejek;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;aku ­kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hipokrit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sialan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ahh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Senja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlanjur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;(dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kacamataku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pucat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Sewu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padi, medio&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;November&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’07&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;KERING&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Akhiriyati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sundari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;batu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sungai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kering&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Cadas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghantar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;udara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Panas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Setetes&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;darah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Memijar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gelap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Engkau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;TBJT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Surakarta, Juli&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’07&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;PARA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PENGAMEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;­antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jogja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wates&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Imam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wahyudi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -20.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;pijaki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;gitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;perjuangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -20.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;lagu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;koes&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;plus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;campur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;terlontar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nakal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;sekedar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sambung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;penghibur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38.25pt; text-indent: -20.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;jangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;walau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;debu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;pantang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memaksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nurani&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Jogja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wates&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2002&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;GURAT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;WAJAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Dodo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;el ­Fakir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;kereta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berjalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebegini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;dalamnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kisah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;keluar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jujur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gurat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wajah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jawaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;seberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidup?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;menterjemahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kondisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;mewakili&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nilai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perjalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;sungguh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penjaga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menundukkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;terbenam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keAgungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;wujud&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keberadaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Raja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;walau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhalang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1800&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;kiranya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gurat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wajah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meyakinkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pandangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Asti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Widakdo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;deru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mesin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bergerak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Berarak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menelan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jarak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Berlalu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Langit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beratap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mega&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Rapuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berpeluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mata ­mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menatap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ratap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Menembus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jendela&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuju&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;warta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pucuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;coklat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Coklat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bergelombang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mengalir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;deras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyapu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Banjir, kataku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jakarta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berendam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Jakarta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengeram&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Tenggelam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;coklat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Lihatlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ribuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkurung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;basah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Manusia ­manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendesah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Menatap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;resah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Penuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasrah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Menggenang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;basah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Jakarta ­Bekasi, 5&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Februari&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Kataku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Siti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suwarsih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempertemukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;teringat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Setiapkali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertatap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;setiap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuingin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teteskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Dan...aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;selembar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menampung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;embun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;kesedihanku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Andai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;takkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekejam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melarikanku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekuntum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Katakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Masa!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibenakmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkata, bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tepatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Kapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berakhir...?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Anganku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melayang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Zahara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Pasir ­pasir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hangat...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menertawakanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telapak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kakiku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengeras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Bendungan, 16&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Agustus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;—Sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sajak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rochimah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Marwie&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hendrianto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Mengapa? Bolehkah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;letakkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lubuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hatimu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejuta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;simpul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Warna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuatku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Seandainya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;boleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meminta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;jawablah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rona&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;simpul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senyuman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teramat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menginginkanmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berilah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;indah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;untaian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jawaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;indah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sajak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rendra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjawabnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;JAWABLAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;KATA MUTIARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Damai  Bukanlah  Sekadar  Absennya  Perang, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Melainkan  Adanya  Keadilan, Hukum, dan  Ketertiban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;(Albert  Einstein)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Presented  by&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Komunitas  Sastra  LUMBUNG  AKSARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Membaca  – Menulis  ; Menjaga  Hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ada  Apa  Dengan  LA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Senja  di  Perum  Gowok  Yogya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rangka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kegiatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Temu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tiga Kota (Purworejo, Kulonprogo, Yogyakarta), komunitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangsisaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;silaturahmi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejumlah sastrawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yogya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diundang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;acara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut. Silaturahmi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2/12/2007&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diawali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah Raudal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanjung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banua, kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilanjutkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Evi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Idawati, Sanggar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kutub, Koh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hwat, Iman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Budhi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Santosa, Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hamzah, Gerilyadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Joni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ariadinata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehangatan, dialog, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tukar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengalaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;amat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bermakna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilupa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;silaturahmi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut. Terutama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengunjungi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hamzah. Sebab, seminggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangsisaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menikmati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Perum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gowok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Blok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3C/142&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yogya), Pemimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Redaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berpulang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pangkuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Illahi. Sugeng&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tindak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hadjid, semoga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khusnul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khatimah . (&lt;i style=""&gt;Asti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Widakdo&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Malam  Sastra  untuk  Semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penghujung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, Dinas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebudayaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pariwisata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kabupaten&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kulonprogo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengadakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;helat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertajuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”Malam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pentas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teater&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lokal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&amp;amp; Baca&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Puisi ”. Acara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimaksudkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggeliatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;potensi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkesenian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daerah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melibatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KP, yakni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lumbung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aksara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KP, Sangsisaku, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teater&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kulonprogo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;22&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Desember&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007, ”Diary ­Diary&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terserak ” menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tema&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diusung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekaligus. Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kolaborasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;opening , TKP&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyuguhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;teater&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”Semrawut ” arahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Puthut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buchori. Dilanjutkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembacaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;puisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;geguritan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangsisaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;29&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Desember&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007, 2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;generasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda, yakni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangsisaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkesempatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;live&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;performance&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;puisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sepotong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sajak ” dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iringan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;musik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padhang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mBulan . Meski&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diwarnai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gerimis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penampilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama, tampak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hadir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bambang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pidegso&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Ka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DisBudPar), Bambang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumbogo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(DKD&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KP), H. Anwar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hamid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(mantan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wabup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KP), Yusuf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cahyono&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(aktivis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;politik), dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penikmat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalangan. ”Dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;acara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibilang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, diharapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersastra&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khususnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KP&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bergairah ”, ungkap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;H. Toyo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Santosa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dipo&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sambutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tertulisnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibacakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ka DisBudPar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KP. ( &lt;i style=""&gt;Hening&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)&lt;span style=""&gt;                                                                             &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Baca&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Panjang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendeknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Cuma) 5&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;CM?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Judul &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: 5&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;CM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Penulis &lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: Donny&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dhirgantoro&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Penerbit &lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: P.T. Grasindo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Cetakan &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: VIII, Maret&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Tebal &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: 381&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;5&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cm. Judul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;unik. Lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daripada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain. Tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukankah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;justru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain ’ itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menarik? Membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penasaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengetahui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh. Seandainya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja judulnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;5&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cm, bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembaca&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;malas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekedar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melirik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukunya. Terlebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membaca&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membelinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Cerita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berawal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tongkrongan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sahabat. Tersebutlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arial, Zafran, Ian, Genta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perempuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bernama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Riani. Kelima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sahabat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempunyai kegemaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengeksekusi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal ­hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mencoba&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal. Mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kafe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jakarta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nonton&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;layar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tancap. Kesemuanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyukai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;film&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;musik. Meski&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diakui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;film&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;musik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masing ­masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda. Bagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka, ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekedar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selera. Ialah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama ­sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlima, menghargai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semuanya, selera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semuanya, bahagia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semuanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika, kebosanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghampiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka. Bukan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sosok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka. Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;persahabatan mereka. Terdorong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebosanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut, mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memutuskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertemu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bulan. Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jangka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itulah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;Pertemuan&lt;s
